Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Sebuah Coretan Kecil

Wajar jika seseorang merasa jengkel dengan situasi yang tidak dikehendakinya. Orang paling sabar bisa saja marah dan kuharap aku tak perlu melihat kemarahannya. Orang yang humoris pada akhirnya akan sampai kepada titik kemanusiaannya, di mana ia bisa meluapkan kekesalannya. Kira-kira itu yang terjadi kepadaku sekarang. Aku juga manusia biasa dan saat ini aku sedang berada di titik kemanusiaanku untuk marah. Namun, aku juga bukan orang yang paling sabar dan humoris. Aku biasa-biasa saja. Kemarin dan hari ini yang ingin kulakukan adalah menghindari segala kontak sosial dengan siapapun, untuk sejujurnya. Aku butuh waktuku sendiri. Liburan kali ini aku belum mendapatkan me time yang nyaman karena ketika aku sedang melakukannya, semua menyuruhku ngumpul dengan orang lain dan bersenang-senang dengan mereka. Padahal aku sedang ingin sendiri. Sedikit perbedaan ketika di sekolah, aku mendapatkan me time yang amat nyaman. Semua orang sepertinya mengerti. Namun, nanti pastinya aku ak...

Suratku dari Bumi

Hai sobat..... jangan ingat s'mua salah dan kekuranganku... Tapi... Ingatlah s'mua canda, tawa, suka, dan ria yang pernah ana hadirkan dalam hidup antum... 26 September 2013  ·  Dikirim dari Web Dari Bumi, Untukmu Mungkin ini adalah pesan terakhir dariku yang ingin kusampaikan. Pesan baru akan kusampaikan nanti setelah aku sampai di tempat seharusnya. Ketika semua hal sudah kupeluk erat. Pertama, terima kasih karena selalu menemaniku tertawa dan menangis. Tidak banyak orang melakukan itu untukku. Kau tahu, aku belum pernah dapat sahabat seakrab ini dari TK sampai sekarang. Sahabat yang bisa memahamiku dan kupahami juga. Sahabat yang sama anehnya supaya bisa mengerti keanehanku pula. Sahabat yang sama emosinya supaya bisa berantem denganku juga. Kamu berbeda dengan banyak orang yang kutemui sebelumnya. Dulu ketika kita pertama kali bertemu, aku takut padamu. Ingatkah kau aku pernah bilang begitu? Aku takut padamu, kamu tidak bisa diajak bercanda. Seiring berjal...

Sebuah Lembaran Baru

Besok semester berikutnya aku tetap merasa kehilangan (sepertinya). Aku bukan tidak bersyukur. Aku tahu ada banyak teman yang berada di sisiku, bersamaku. Namun, entah kenapa hati rasanya kosong. Aku seperti kehilangan seperdelapan tawaku biasanya.  Kehilangan seperdelapan? Iya, karena akhir-akhir ini terkadang aku bisa tiba-tiba menangis. Kangen sekali. Dan yang bisa kulakukan (lagi-lagi) adalah kirim doa yang terbaik untuknya. Aku ingin bertemu dengannya di surga. Namun, mau kehilangan seperti apapun, inilah lembaran baru hidupku. Entah apapun yang baru dalam diriku, inilah cerita baruku. Inilah aku yang baru, setelah kejadian itu.  Aku tahu betapa bapernya aku ini (haha...) dan rasanya semakin baper akhir-akhir ini. But well, okay. Don't know why I can't stop it. Aku berharap bisa. Harapan baruku nanti adalah...semoga aku bisa membawa semangatnya terbang tinggi di langit dunia, melihat keindahan penciptanya. Mitarashi Hana

Kisah Kita Bertiga

Dulu kita biasanya bertiga. Aku ingat persis itu. Dari kelas X kita dipertemukan bertiga, lalu lomba bertiga, apa-apa bertiga.  Dulu aku biasanya membicarakan banyak hal dengan kalian. Banyak sekali. Dan aku senang bisa menyesuaikan diri dengan kalian bertiga. Yang satu blak-blakkan, supel, dan easy going. Satunya lagi supel, seriusan, dan baper. Dulu kita biasanya bertiga. Berantem bertiga. Namun semua selalu kembali utuh seperti semula. Dan masa terus berjalan... Tahun berikutnya, yang pertama pergi, pulang ke kampung halaman. Menyisakan aku dan satu orang lagi yang selalu siap menjagaku menggantikan yang pertama. Tahun itu kulewati hari-hari bertengkar dengannya, tetapi selalu dan selalu kembali seperti semula, dengan cara apapun. Tahun berikutnya pun masih sama. Bertengkar. Saling ejek. Namun untuk kepentinganku kita kembali akur. Dan di tahun itu, akhirnya malaikat maut menjemputmu, meninggalkanku. Sendiri. Mitarashi Hana

Apa yang Tersisa Sekarang

He has gone, so what can I do?   Kemarin aku buat status, bilang kalau hariku terlalu normal sekarang. T-e-r-l-a-l-u n-o-r-m-a-l. Tidak ada lagi yang mengejekku di sekolah. Tidak ada yang heboh berantem denganku. Ternyata itu membuatku kangen. Dulu aku pernah berharap dia hilang saja dari sekolah, aku benci padanya, begitu batinku. Namun, ketika dia benar-benar hilang, hariku jadi terlalu normal. Aku kangen dia. Baru kusadari, meski kami sering ejek-ejekkan, meski kami sering berantem, tapi sebenarnya kami membutuhkan satu sama lain. Baru kusadari, ternyata dia benar-benar kesepian dan dia berterima kasih sekali aku masih ada... Sekarang apa yang tersisa hanyalah kenangannya, kebaikannya, dan...entahlah, banyak sekali. Dan tiada satu hari pun aku tidak merindukannya. Kangen sekali. Mitarashi Hana

A Piece of Story: Farewell, My Best Friend (Depapepe - Start)

Aku nggak percaya akan menulis tentang kehilangan lagi setelah artikel sebelumnya juga sama. Kali ini instrumen gitar dari Depapepe berjudul Start yang menemaniku menulis. Instrumen ini kenangan terbesar yang selalu mengingatkanku akan seseorang yang baru saja pergi kali ini. Instrumen ini adalah yang terakhir kali dia bawakan di panggung, sebelum kecelakaan naas merenggutnya dua bulan setelah perform itu. Dulu, di kala kami harus berkolaborasi menampilkan musikalisasi puisi, dia dan temannya mati-matian meminta pada ketua panitia agar bisa mengiringiku, entah mengapa. Dengan berat hati, sang ketua panitia (yang akhirnya mungkin menyesal sudah mengijinkan mereka tampil dengan berat hati) mengijinkan mereka tampil mengiringiku. Dan tahukah, betapa saat itu aku (yang tentu saja, jahat) mengeluh, mencibir, mengapa harus dia yang mengiringiku. Namun, dia menunjukkan konsistensinya padaku agar bisa mengiringiku.  "Silakan, Tuan Putri. Kami hanya pelayanmu. Kami siap me...

A Piece Story: Good Bye, Grandpa...

Alhamdulillah 'ala kulli hal, hari ini masih bisa bangun pagi meski semalam tidur jam dua belas. Sama sekali nggak ngantuk, segar bugar. Setelah salat Subuh pagi ini di rumah aku lanjut tilawah Surah Al Kahfi (kan ini hari Jumat), lalu buka laptop lagi. Malam lalu aku sibuk mendengarkan banyak orang bicara. Tamu-tamu berdatangan, menyalami kami sekeluarga, lalu duduk, dan nanti Papa Mama menceritakan bagaimana Eyang Kakung di saat-saat terakhirnya, selalu begitu. Namun setidaknya hal yang kusyukuri adalah, insya Allah, beliau pergi dalam keadaan baik. Saat-saat terakhir Eyang, kata Papa Mama, dihabiskan dengan berzikir dan bertalqin. Penyakit kankernya padahal semakin berat, sampai kaki dan tangannya lumpuh dan mati rasa.  Cerita itu setidaknya membuatku lega. Aku terus-terusan memikirkan keadaan rumah meski di sekolah aku tampak riang gembira.  Malam itu cerita itu terulang setidaknya sepuluh kali seiring datangnya tamu-tamu yang mengucapkan bela sungkawa atas me...

Kepompong Hutan

Entertain myself...   Akhir-akhir ini aku sedang rajin mengunjungi salah satu personal blog. Hiburan tersendiri. Aku kenal siapa yang menulis, lucu banget pas orangnya mencak-mencak begitu tahu aku sering baca dan akhir-akhir ini aku baca sampai ke akar-akarnya. Sampai ke artikel paling lawas. Aku membacanya sendirian, lewat ponselku yang hampir...argh, gitu deh, tapi yang jelas aku ketawa ngakak. Aku memang suka menulis dan kalau ada yang menyodorkanku tulisannya, entah di blog atau di laptop, aku akan selalu membacanya dengan senang hati. Begitu terus sampai akhirnya aku berkenalan dengan salah seorang penulis juga. Ya, penulis yang blognya lagi sering aku kunjungi. Penulis itu sering menyodorkan tulisannya padaku, mulai dari essay sampai artikel pendek, dan kuakui aku suka gaya menulisnya yang lepas, meski terlalu detail sih.  Keren, batinku. Aku tidak terlalu yakin cerita hidupku di masa lalu akan kubagikan juga. Entahlah. Soalnya masa jahiliyahku itu rum...

ABG Anti Galau

"Hayooo....mbak lagi galauin siapa?" Sesaat aku masih teringat celotehan adik-adik kelasku tadi. Bukan, bukan karena keusilan mereka. Aku menggaris bawahi kata galaunya. Aku? Galauin orang?  Emang siapa yang lagi aku galauin , batinku geli. Hey, aku single yang bahagia! Single yang bakalan taken kalau nanti udah ijab sah (ciee...). Lagipula masih ada banyak hal penting yang harus kupikirkan daripada si Jo a.k.a. Jodoh (ini bahasan populer di kalangan anak kelas XII, mana bab terakhir PAI nanti tentang pernikahan). Project menulisku dengan Mr. Dimas misalnya atau persiapanku kuliah ke luar negeri.  Berarti...nggak lagi jatuh cinta gitu? Gimana ya, aduh. Namanya juga remaja, pasti bisa dengan mudah jatuh cinta. Namun aku sayangnya kesibukanku menumpuk, jadi mana sempat aku memikirkan. Benar kata Mama, kesibukan yang padat bisa mengurangi rasa "rindu tak sah" (iyaa...belum jadi siapa-siapanya kok udah kangen-kangenan) ketika jatuh cinta. Aku terlal...

Turning Points

Setiap orang pasti punya turning point masing-masing dan aku pun juga begitu, meski bodohnya terkadang aku masih saja jatuh ke tempat yang sama (aduh...malu nggak, sih?), tapi mereka nggak capek-capeknya membantuku berdiri. Ada beberapa perubahan mencolok setelah hijrah dari Ungaran ke Solo. Aku dari awal menyadari bahwa tanpa kehadiran Mama dan Papa akan sulit buatku jika tak ada yang mengarahkan. That's why aku dekat dengan guru-guru, sesekali curhat sama mereka karena...well, mereka pernah muda, kan? (Waks, bukan berarti aku nganggep Miss dan Mister-nya udah tuaaa...maafin Antania yaa...) Kebanyakan dari mereka adalah turning point buatku dan yang membekas ada tiga orang. Pertama Mrs. Dee, kedua Mr. Izz, ketiga Mr. Dimas. Mrs. Dee buatku berarti banyak dan I'll always miss her very much. Aku sering main ke kantor kepsek saat beliau masih menjabat dan well, buatku beliaulah yang membuat kesan kantor kepsek jadi lebih baik di mataku, soalnya tempat itu horor buat...

I Am WONDERING Where Were You?

But I wonder where were you? When I was at my worse down on my knee And you said, "You'll have my back." But I wonder where were you? All the roads you took came back to me Benar. Selama ini kamu di mana? Harusnya aku tahu dari awal bahwa ini akan segera berakhir. Menyebalkan memang, tapi kali ini aku akan dengan sangat rela hati akan mengakhirinya. Kita bukan best friend . Kita bukan rival . Kamu bukan siapa-siapa lagi bagiku. Ya, bukan siapa-siapa lagi. Jadi asumsiku adalah...aku tak lagi mengenalmu. Aku lupa siapa kamu. Aku lupa kita pernah ngapain aja. Kamu yang sekarang bukan kamu yang dulu. Sudah berbeda. Sia-sia aku selama ini menasihatimu. Sungguh sia-sia... Sekarang aku akan memilih jalanku sendiri. Kau juga, pilih jalanmu sendiri. Aku sudah muak terus berharap kau akan insaf dan kembali ke jalan yang benar. Muak. Benar-benar muak. Aku membenci kenyataan ini, tapi inilah yang terjadi.  Selamat tinggal, anak kelahiran 12 Febru...

Dai Nippon, Wish One Day...

Bulan Oktober sebentar lagi hampir habis... Hari ini rencananya mau pergi ke SMP lama, legalisir ijazah dan lain sebagainya, fotokopi sertifikat-sertifikat, sekalian ketemu sama guru-guru lama. Semua harus selesai, jadi aku bisa sekalian melongok SD lama juga. Kangen banget. Gimana kabarnya semua orang ya? Teman-teman lama yang dulu bully aku juga apa kabar? Jadi apa mereka sekarang? Bulan ini penuh keputusan besar dan alhamdulillah respon semua orang positif. Mr. Sam dan Mr. Dimas terutama, mereka kecewa pertamanya ketika aku bilang orangtuaku hanya mengijinkanku untuk kuliah di Semarang dan itu berarti automatically hanya Undip dan Unnes kemungkinannya. Setelah aku memutuskan bahwa, oke, aku akan mencoba daftar beasiswa ke luar, mereka senang sekali.  Entah udah berapa persen ini persiapannya. Aku sendiri sudah mulai mengulang pelajaran A Level yang dulu sempat diadakan di kelas XI. Aku meminjam modul Pure Mathematics A Level dari perpustakaan sekolah, latihan TOEFL,...

Rossi - Marquez

Aku baru pulang hari ini dan baru saja menyadari keributan di media sosial Senin ini dan aku syok (untungnya kaga kejang-kejang) setengah mati. Gimana enggak? Valentino Rossi, pebalap yang ampun keren luar biasa (maklum ngidolain), dihukum penalti! Penyebabnya? Marquez. Aku (as human) jujur aja misuh-misuh ga keruan begitu tahu. Etdaaahh...aku ngidolain Rossi dari kelas 3 SD dan aku tahu persis caranya membalap! Dia bukan tipe orang yang segitunya ngejar ambisi sampai mencelakai orang lain.  Malam ini ketika aku lihat videonya, aku membatin nggak keruan. Etdah, dihukum penalti gara-gara nendang? Itu race director bisa bedain nggak sih mana nendang mana bukan, atau perlu aku tendang beneran biar bisa bedainnya? Gila, apa salahnya sih menghindari kaki biar nggak nyentuh motor orang lain dan itu dianggap nendang?  But, okay, fine. Mungkin ada yang lebih rese daripada Marquez. Siapa? Lorenzo. Dia rese abis. Rekan setim lagi kena musibah, boro-boro dibantuin, eh malah ...

Special Edition: ABBS Teachers! (2)

Mau lanjut aja sih dari special edition yang sebelumnya juga, berhubung ada yang minta juga. Oke deh, let's begin. Kalo ada guru yang akhir-akhir ini jadi lebih dekat sama aku, itu ada. Miss Anis. Selain aku les sama beliau (sekaligus curcol, hihi...), beliau juga enak kalau diajak bercanda. Miss Anis masuk waktu aku kelas XI semester pertama, micro teaching di kelasku juga pas itu. Beliau masuk gantiin Miss Ana, guru Matematika yang sebelumnya. Biasanya kalau aku ke kantor guru lantai bawah, ngepasin Mrs. Iffah lagi nonton drama Korea, Miss Anis juga ikutan. Aku melongo aja liatnya, ngebayangin kalo aja di saat ini aku duduk di kantor guru sekolah negeri kayak di SMP-ku dulu, pemandangan seperti ini adalah yang paling jarang dijumpai. Kan gurunya udah berumur semua. Sometimes hal-hal kecil kayak gini buat aku bersyukur masuk ABBS, karena guru-guru yang masih muda jadi mereka bisa dengan gampang mengikuti dunia kita, mengawasi kita juga. Next, Mrs. Iffah. Dulu jadi wali ke...

Finally, An Essay

Seminggu ini entah kesambet apa diriku ini -_- tiba-tiba aja aku sudah membuat esai. Tiba-tiba aja sudah bikin planning ini itu. Pokoknya yaa...semua suddenly! Dan rencana pertama sudah tercontreng: esai sudah selesai bulan Oktober. Entahlah...jadi ceritanya aku teringat sebuah target yang menurut orang itu ketinggian dan buatku sendiri itu juga ketinggian. Semua ketinggian deh pokoknya! Because aku orang yang cengeng, kadang masih manja, kadang masih merengek minta ini itu, tiba-tiba aja aku buat planning mau study abroad. Parahnya lagi, aku belum pernah naik pesawat, bayangin aja aku bakalan muntah-muntah. Naik kapal feri ke Palembang terakhir kali aja aku mabuk laut. Aku pasti sudah gila, batinku. Namun pada akhirnya aku berani. Meski aku pernah berpikir, ya ampun...mereka ini, aku nggak seberani yang mereka kira mentang-mentang aku selalu mau disuruh maju menyampaikan sesuatu. Aku orang yang gelagapan, tapi dasar bandel dan nekat, akhirnya aku lakuin juga. Aku cengeng,...

Hidup Itu Sederhana

"Hidup itu sederhana, jika kita memandangnya sederhana..." Hari ini edisi pelajaran kebijaksanaan hidup, ya? Kebetulan hari ini ketika pengambilan rapor mid semester, aku mengobrol dengan Mr. Izz tentang banyak hal, salah satunya kalimat di atas.  Aku tersenyum mendengarnya. Hidup itu sederhana jika kita memandangnya sederhana. Semua orang jika ditanya apa tujuan akhir hidupnya yaa...mereka akan menjawabnya dengan beraneka macam. Mungkin menjadi orang kaya, lalu beristri atau bersuami yang fisiknya di atas standar, anak-anak yang pintar dan lucu, dan...hidup bahagia selamanya. Sungguh itu sebuah fairytale yang...aneh. Bermimpi menjadi orang kaya, well...kurasa ada baiknya kita sedikit realistis juga. Tidak selamanya orang kaya itu bahagia, kan? Mereka dilanda kekhawatiran atas hartanya, takut dicuri atau berkurang (jika mereka tidak semeleh ). Kadang mereka diincar karena hartanya. Bisa jadi dikhianati juga karena hartanya.  Pasangan berwajah di atas stan...

Moving On, Moving On

Sabtu malam kali ini kuhabiskan di kampung halaman tercinta yang baru kutinggalkan sekitar seminggu lebih. Aku juga baru selesai ujian. Segala sesuatu baru saja selesai. Tinggal menunggu hari Senin untuk menjalani aktivitas-aktivitas baru di sekolah yang sudah aku rindukan lama sekali. Pelajaran-pelajaran, mentoring, ekstra, kegiatan seni budaya.  Sabtu malam.  Aku heran kenapa waktu itu selalu diidentikkan dengan apel pacar trus keluar dan kencan. Kenapa ya? Siapa yang memulai tradisi ini? Padahal orang jaman dulu saja nggak berani apel pacar trus ngajak keluar, bisa kena amuk orangtua gadisnya. And well, mereka yang punya pacar bisa seenaknya ngejek yang single, lalu membanggakan pacarnya di media sosial. It's disgusting. Aku juga bukan tipe orang yang bakalan mupeng banget kalau ada yang pamer kemesraan di media sosial. Sebaliknya, hanya ada rasa jijik. Kasarnya mungkin aku bakalan bilang, "Dih, murahan banget," tapi cukup di dalam hati.  Ada sebuah me...

Sebuah Kenangan: Black Coffee

Selasa sebelum masuk ruang ujian, aku melakukan sesuatu yang mungkin bukan seperti biasanya. Aku membuat janji dengan Mr. Dhimas untuk minum kopi sebelum bel masuk berbunyi dan lewat SMS beliau bilang akan membawakan kopi hitam Robusta yang amat kuat. Aku agak baperan orangnya, gampang teringat sesuatu yang memancing kenangan. Kopi hitam itu punya kenangan. Dulu di SMP aku pernah suka kopi hitam dan meminumnya bersama teman-teman ketika di karantina OSN IPS tingkat provinsi. Dulu aku berebut dengan teman-temanku yang laki-laki karena hanya satu gelas kopi hitam saja yang tersisa di dapur Wisma UKSW, Salatiga. Sialnya, aku kalah. Kekuatan perempuan memang tak sebanding dengan laki-laki. Bersama secangkir kopi hitam itu aku begadang dengan teman-temanku yang saat itu kebanyakan laki-laki dan perempuannya hanya ada dua, aku dan satu temanku yang Chinese bernama Cheng Katrin. Kami belajar bersama, menyelesaikan soal, bercanda, tertawa keras, dan saling menyemangati satu sama lain....

Special Edition: ABBS Teachers! (1)

Hei, ho! Good night, all! Baru kali ini akhirnya sempat nulis tentang guru-guru ABBS. Dulu ada yang minta sih soalnya lewat ask.fm. Okelah, let's describe yaa...one by one, from my perspective. Dari sudut pandangku. Keo, eh, oke? Hihi... First, Mr. Ajung. Beliau asli Klaten. For the first generation, included me, Mr. Ajung itu punya posisi tersendiri dalam hati kecil masing-masing (hehe...edisi baper nih). Emang sih, tiap di kelas itu pasti ada yang jadi 'korban' Mr. Ajung, mulai dari diejekin sampai ditunjuk maju agenda Rabu PeDe-nya ABBS. But still, he has a special position for us karena beliau udah ada dari sejak kita pertama kali masuk ABBS dan kenal kita luar-dalam. Aku kalo lagi ngobrolin Mr. Ajung selalu ingat tiga momen, pertama, pas akhirnya gagal buat masuk delapan besar English debate di UNS, beliau kirim SMS motivasi. Kedua, pas mendadak diumumin maju OSP beliau SMS ngucapin selamat padahal I know he's busy with his thesis. Ketiga, pas di kelas yaa...

LINE!!

M: "Hai, line mu kenapa sih?" H: "Iyaaaa aku ganti-ganti, hehe..." M: "Dih dasar. Eh mau surat-suratan ga? Aku nemu alamatmu di kartu pelajar." H: "Wah, kartu pelajar di mana?" M: "Itu...waktu dulu kamu daftar ESA Week. Kan masih di Mr. Izz. Trus dikasihin aku deh." H: "Oiyaaaa hahahaha...pantesan kok yaa ga enten ning aku hahahaha...jadinya selama ini aku kalo berangkat naik pesawat ga ada kartu pelajar deh :') tapi ada paspor kok. Dari SMA 2 sini ga ngasih KTS soalnya." M: "Owalah gitu...apa mau aku kirim sama suratnya?" H: "Hahahahaha I don't really need about KTS sih, Nis. Kan mau masuk kampus kuliahan juga ntar dikasih KTM kan, hehehehe...tapi suratnya gapapa ;)" Yah, kalian kalau mau bertanya gimana liburanku selama perpulangan, akan kujawab bahwa liburanku luar biasa menyenangkan. Ceritanya aku main LINE sama sahabatku yang udah hilang entah ke mana itu dan tahu ga sih, sen...

Kun Anta Tazdada Jamala

OASIS kemarin ada penampilan spesial dari teman-teman akhwat yang bawain lagu Kun Anta. Itu lagu pakai bahasa Arab, jadi ga begitu ngerti dan ngeh pada awalnya, tapi aku suka lagunya soalnya enak didengerin. Aku bertepuk tangan untuk mereka saat itu.  Hari-hari berikutnya lagu itu semakin populer saja. Didengarkan di mana-mana karena berhubung lingkungan sekolah dan boarding memang islami. Well, for me who always use English aku nggak terlalu tertarik. Namun pada akhirnya aku malah jadi suka lagu itu. Kun Anta artinya jadilah dirimu sendiri. Aku baru tahu setelah lihat translate liriknya di laptop temanku. Honestly, aku nyaris nangis pas dengerin lagu ini lagi setelah tahu translate-nya. Bagus banget! Mitarashi Hana

Childhood

Have you seen my Childhood? I'm searching for the world that I come from 'Cause I've been looking around In the lost and found of my heart... No one understands me They view it as such strange eccentricities... 'Cause I keep kidding around Like a child, but pardon me... People say I'm not okay 'Cause I love such elementary things... It's been my fate to compensate, for the Childhood I've never known (Michael Jackson - Childhood) Kali ini pingin banget nulis banyak kenangan masa kecilku karena baru aja hari ini pulang dari kumpul keluarga. Because masa kecil itu begitu berharga dan aku yakin masa kecil inilah yang pertama kali membentuk anak-anak. Seperti lagu Michael Jackson ini, well, lagu ini menceritakan masa kecilnya Michael Jackson yang sangat tidak menyenangkan. Dia memang bertalenta, tapi dipaksa oleh orangtuanya untuk terus latihan menyanyi tanpa menikmati masa kecilnya. Akhirnya gimana? Michael Jackson membenci ayahnya. ...

SMA ABBS Surakarta

Good morning, ABBS. How are you there? Aku lagi di rumah dan ketika aku ingat harusnya aku masuk sekolah, aku jadi kangen all my crazy friends there, mulai dari yang masih ada sampai yang sudah pindah. Dan hey, berasa ya kalau ternyata aku sudah tua. Bentar lagi aku bakalan 'terusir' dari sana. Aku bakalan pergi sebentar lagi, entah ke mana. Jadi angkatan pertama dari sebuah sekolah itu ternyata lebih banyak suka ketimbang duka. Meski masih apa adanya yang ada dulu itu, tapi kalau ingat our high enthusiasm to bring this school fly higher, semua terasa lengkap. Yah, meski sedih juga kalau ingat SMA itu hanya 3 tahun. Kenapa sih, nggak 6 tahun aja kayak SD gitu, biar bisa lebih lamaan sama teman-temanku? Dulu ketika kami semua pertama kali datang, ABBS itu belum apa-apa, hanya pondasi bangunan. Kami numpang belajar di SD yang dinaungi yayasan yang sama dengan ABBS. Di sana kenalan sama mereka, bercandaan, belajar, dan hmm...kalau diingat lagi banyak juga ya yang udah...

Arashi vs Super Junior

Di postingan sebelumnya, The World of Ask.fm, aku pernah cerita bahwa aku mengidolakan Arashi. Sebenarnya meski aku sudah tahu lama banget tentang Arashi, aku baru mengidolakannya baru-baru ini. Tahu lagunya juga baru sedikit, mungkin. Yang jelas sejak aku mengidolakan Arashi, playlist lagu yang dulunya Korea semua (ini bikin sahabatku, Rifai, jengkel kalau aku muter lagu) berganti jadi lagu-lagu Jepang, ya...kalau bukan original soundtrack-nya Naruto pasti lagunya Arashi. Why? Alasannya simpel, aku tidak terlalu mengidolakan wajah sih meski aku akui personelnya Arashi cakep-cakep. Aku lebih suka lagunya dan personelnya multi-talented. Lagunya memotivasi pake banget.  Penasaran? Ini salah satu postingan liriknya. Toki ni wa naite ii yo  Yowai toko misete mo daijoubou Demo soko de kusaruna Mada yareru sono saki mo saki ... Tidak apa-apa sesekali menangis Dan tidak apa-apa sesekali menunjukkan sisi lemahmu Namun jangan tetap diam Kau masih bis...