Langsung ke konten utama

Arashi vs Super Junior

Di postingan sebelumnya, The World of Ask.fm, aku pernah cerita bahwa aku mengidolakan Arashi. Sebenarnya meski aku sudah tahu lama banget tentang Arashi, aku baru mengidolakannya baru-baru ini. Tahu lagunya juga baru sedikit, mungkin. Yang jelas sejak aku mengidolakan Arashi, playlist lagu yang dulunya Korea semua (ini bikin sahabatku, Rifai, jengkel kalau aku muter lagu) berganti jadi lagu-lagu Jepang, ya...kalau bukan original soundtrack-nya Naruto pasti lagunya Arashi.


Why? Alasannya simpel, aku tidak terlalu mengidolakan wajah sih meski aku akui personelnya Arashi cakep-cakep. Aku lebih suka lagunya dan personelnya multi-talented. Lagunya memotivasi pake banget. 


Penasaran? Ini salah satu postingan liriknya.


Toki ni wa naite ii yo 
Yowai toko misete mo daijoubou
Demo soko de kusaruna
Mada yareru sono saki mo saki

...


Tidak apa-apa sesekali menangis
Dan tidak apa-apa sesekali menunjukkan sisi lemahmu
Namun jangan tetap diam
Kau masih bisa berusaha meraih impianmu selanjutnya


(Arashi - Fight Song)


See? It's motivating! Ya...tapi emang most of Arashi's songs are motivating. Soalnya bayangin aja, negara Jepang itu kan terkenal dengan tradisi harakiri, maksudnya kalau mereka gagal mereka bunuh diri. Tradisi itu udah ada dari jamannya Jepang punya samurai. Bayangin aja kan kalau tiap orang di sana gagal, dipecat dari pekerjaan, dll. mereka bakalan putus asa terus mengakhiri hidupnya sendiri, pasti demografinya bakalan kacau.


Dan karena lagu-lagunya yang motivating, Arashi jadi boyband nomor 1 di Jepang sampai sekarang, padahal mereka debut dari tahun 1999. Berarti udah 16 tahun debut, kan? It's cool! Aku pernah baca di sebuah situs berita, kalau lagunya Arashi yang judulnya Believe paling banyak diputar di radio pas gempa dahsyat menimpa Jepang pada Maret 2011. Request-nya mencapai 50%, lho! Wow, mereka emang inspiring buat banyak orang ya?


Oh ya, aku hampir lupa. Ini tulisan aku kasih judul Arashi vs Super Junior sebenernya ada tujuannya, lho. Hehe...aku baru aja buka Facebook dan Ask.fm lagi dan baca rata-rata penggemar Korea kebanyakan suka banget sama Super Junior. Yah, realitanya adikku suka banget sama boyband yang menurutku lebih mirip kesebelasan mau tanding sepak bola dibanding manggung ini. Oh, tapi for your information dulu aku sempat suka kok, gara-gara adikku satu itu. Hehe...tapi sekarang nggak, kok. Beneran lebih suka Arashi.


Latarnya ada sih kalau dipikir-pikir lagi. Dulu emang saat aku masih pencarian jati diri, aku suka ikut-ikutan. Kalau adik suka ini, aku ikutan suka. Kalau gebetan suka ini (please jangan contoh aku, please, ini masa lalu), aku ikutan suka. Tahu-tahu jengah sama diriku sendiri yang ikut-ikutan dan suatu hari aku iseng-iseng browsing tentang Arashi. Ya, emang dari dulu aku tahu mereka karena Matsumoto Jun main di dorama Hana Yori Dango. Pas lihat mereka lagi, eh, kok suka ya, mereka multi-talented semua. Akhirnya jadi suka Arashi. Maaf ya kalau nyinggung, tapi menurutku Super Junior and seluruh boyband-girlband K-Pop kalah jauh sama Arashi! Serius!


Pastinya bakalan pada tanya kenapa lagi, kan? Hoho...oke deh, ini alasannya.


Pertama, dari sisi lagunya. Rata-rata boyband dan girlband K-Pop kalau aku dengerin lagunya maknanya menurutku nggak penting banget, hanya ditekankan yang penting musiknya bikin happy. Arashi beda banget, nggak hanya musiknya yang emang touchy, ceria, semangat, dan penuh warna, makna lagunya juga dapat. Kalau aku dapetin sih, sedikit banget makna lagunya Arashi yang emang ditujuin buat kekasih. Rata-rata emang motivating dan kalau ada cinta-cintaan, lagu cinta itu bisa diekspresiin buat siapa aja, nggak hanya buat kekasih. Super Junior rata-rata lagunya banyak yang cinta-cintaan, nah. Ya kan? Entah, menurutku iya.


Kedua, konser mereka. Mereka selalu punya inovasi baru kalau ngadain konser. Waktu tour anniversary mereka yang kesepuluh (kalau ga salah tour itu bertajuk 5x10), tiap penampilan lagu bisa dibilang meriah. Kembang apinya cetar, balon beterbangan, dan yang pastinya khas Arashi banget, Johnny Moving Stage, panggung yang dibuat transparan dan dirancang biar bisa bergerak supaya mereka bisa say hi ke fans mereka. Penasaran nggak sih siapa yang merancang semua itu? Tidak lain dan tidak bukan adalah si personel termuda, Matsumoto Jun. Dia sudah mengemban tugas ini sejak usianya masih 15 tahun. Yang jelas, beda banget sama tour boyband-girlband Korea yang menurutku...ah, biasa banget (sori kalau tersinggung, tapi emang iya kok).


Ketiga, dari keseluruhan personelnya. Semua personel Arashi multi-talented. Mulai dari Ohno Satoshi, sang leader, yang punya bakat artistik, musik, dan akting. Dia buka pameran untuk pertama kalinya di Omotesando dan sambutannya luar biasa, plus ketika dia pertama kali mendapat peran utama di dorama berjudul Maou, dia langsung mendapat penghargaan best actor. Oh ya, dia vokalis utamanya Arashi, suaranya emang bagus. Terus ada lagi Ninomiya Kazunari yang bakatnya macam-macam, mulai dari akting, sulap, koreografi, dan musik. Dia aktor Hollywood, itu bagian kerennya. Dia mendapat peran utama dalam filmnya Clint Eastwood, Letters From Iwo Jima, sebagai Saigo Noboru dan sejak saat itu ia terkenal dengan julukan 'aktor yang berperan dengan mata dan mulutnya'. Dia jago sulap juga, beberapa kali dia unjuk kebolehan sulapnya ketika Arashi sedang konser. Oh ya, by the way beberapa lagunya Arashi juga ciptaannya dia.


Hoho...keren ya?


Masih ada Sakurai Sho, rapper-nya Arashi yang mulai menulis lirik rap-nya sendiri di lagunya Arashi yang berjudul Kotoba Yori Taisetsuna Mono. Dia punya aura yang beda ketimbang rapper lainnya karena selain rapper, dia adalah newscaster alias presenter berita. Keren? Yes, in my opinion. Susah lho nyari newscaster yang juga anggota boyband dan rapper. Dia didaulat untuk mengisi newscaster Ichimen dan newscaster utama di Olimpiade Beijing dan Olimpiade London di NTV. Oh ya, Sho juga yang pendidikannya paling tinggi di antara anak-anak Arashi dan seluruh artis asuhan Johnny Entertainment karena dia lulus sebagai sarjana ekonomi di Univesitas Keio, salah satu universitas terkenal di Jepang. Oh ya, by the way dia juga aktor lho.


Then, ada Aiba Masaki. Dia anggota Arashi pertama yang mengisi acara non-Arashi, yaitu Tensai! Shimura Doubutsuen sebagai co-host. Dia pecinta binatang dan pecinta alam. Dia juga jago bermain saxophone sebelum akhirnya berhenti karena infeksi paru-paru. Umm...he's an actor too, of course.


The last is Matsumoto Jun. Di antara anak-anak Arashi kurasa dia dan Nino yang paling jago dalam koreografi. Plus, dia dan Ohno Satoshi juga yang biasanya didaulat jadi vokalis utama, which means dia bagus di dua-duanya. Dia aktor terkenal, itu lho...yang main jadi Doumyoji Tsukasa di Hana Yori Dango. Hoho...


Well, sekali lagi ini cuma opiniku sih. And I emphasize you all, semua orang boleh punya idola, tapi ambil positifnya aja.





Mitarashi Hana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The World of Ask.fm

Well, liburan ya? Aku lebih banyak mengisi waktu di rumah buat main game, buka ask.fm, dan ini nanti sore mau ngerjain tugas. It's me, tapi versi malas. Kalau versi rajin, hari ini THR (Tugas Hari Raya hoho...) udah kelar semua kali ya? For me, myself, aku lebih suka buka ask.fm sekarang buat liat orang-orang rada freak yang answer-nya seolah-olah bakalan mati 100 tahun lagi, orang-orang yang saling tebar nasihat, atau sekedar answer gaje teman-temanku. Kalau iseng aku juga bakalan ask seseorang, tapi itu biasanya orang tertentu doang sih, kalau aku ga terlalu kenal macam Dziban, Thariq, Kuntoro, dan Ikal, the popular boys at school, aku nggak mau macam-macam. Bukan karena takut sama mereka (what for, please?), tapi karena aku paling nggak suka mengurusi kehidupan orang lain. Nggak ada untungnya buatku. Hal paling berkesan waktu main ask.fm malah terjadi kemarin. Aku iseng baca-baca answer-nya Muhammad Alvin Faiz, anak Ust. Arifin Ilham, salah satu da'i kondang di Indo...

K.A.M.U.

(Tulisan ini, kali ini mungkin sampah banget karena aku sendiri menganggap topiknya adalah sesuatu yang paling nggak penting dalam hidup. Tentang hati. Tentang perasaan. Tentang aku suka sama seseorang. Namun, tetap aja nggak tahu kenapa sekali ini aku pingin cerita. Semuanya) Adalah suatu kehormatan bisa mengenalmu. Aku senang sekali. Sosokmu adalah yang benar-benar bisa dibilang berbeda, lebih baik, dan lebih menjanjikan di masa depan kelak.  Kamu adalah sisipan topik yang paling sering dibicarakan. Namun, di lain sisi, kamu adalah topik paling tidak penting. Paling menyebalkan. Aku nggak suka pikiranku tiba-tiba teralih hanya untuk menebak-nebak apa yang sedang kamu lakukan, bagaimana keadaanmu, dan lain sebagainya. Layaknya orang normal yang jatuh cinta. Bah, itu menyebalkan. Kita sama-sama sudah besar, pikirkan urusan masing-masing, begitu galakku terhadap bayangan tentangmu. Aku bangga karena bisa berada di sekitarmu. Di lingkaranmu. Namun, di satu sisi aku juga ...

((Hanya)) Sebuah Judul

Beberapa hari yang lalu, ada seorang teman bertanya lewat chat kepadaku seperti ini, "Eh An, lalu gimana si A yang bilang, 'Jangan jadikan Al Qur'an sebagai pedoman mutlak'. Apakah itu benar menurutmu? Atau hanya hoax?". "Aku menawarkan opsi ketiga," jawabku. "Atau hanya belum dimaknai dengan benar?". "Lho An, dari kata-katanya aja sudah salah. Al Qur'an itu pedoman mutlak. Kenapa dia katakan jangan jadikan pedoman mutlak? Ada kata larangan di sana: JANGAN,". "Kamu sudah baca keseluruhan belum? Sudah bertanya apa maksudnya? Kalau kamu bahkan belum tanya apa maksudnya atau bahkan cuma tanya sama aku doang, jangan pernah menyampaikan prasangka. Simpan prasangkamu buat dirimu aja," tanggapku kalem. Ada beberapa alasan mengapa aku berkata seperti itu. Pertama, aku sendiri baru tahu lho kalau si A ini ngomong begitu dan kalau aku sok tahu menanggapinya nanti kalau nggak sesuai maksudnya si A bagaimana? Kedua,...