Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2016

Cokelat? Hm, Belum Tentu Ya!

Kalau mau tahu, hari ini sumpah aku BDMD a.k.a bad mood. Kacau mood-ku hari ini sejak pagi. Banyak hal yang terjadi, sih. Yang jelas, mood-ku dari pagi benar-benar jelek. Hancur-hancuran. Nyaris aja aku mau bolos mata kuliah politik, padahal itu favoritku.   Yah, tapi akhirnya berangkat juga aku. Haahh…baik, masa’ UKT udah tinggi tega-teganya kamu nggak kuliah, Nis? Duit ortumu terbuang percuma kalau kamu nggak kuliah, Nis! Banyak hal yang membuat mood-ku kacau. Jabatan baruku sebagai sekretaris EC Pemira FISIP yang brings high tension. Teman-temanku SMA yang kuliah di Undip yang menurutku anggapan mereka tentang politik semakin menyedihkan, maksudku bisa-bisanya mereka percaya sama orang yang nggak belajar politik sama sekali ketimbang aku yang dapat pengantarnya, dikasih tahu seperti apa, dan kuliahnya memang membahas politik, mungkin gara-gara aku masih maba juga kali ya anggapan mereka. Terus sama…pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya tidak perlu kupikirkan, tetapi...

Nightmare: Real and Dream

Hh...pagi ini lucu sekali. Aku terbangun lalu mengecek semua sosmedku. Hal itu sudah jadi kebiasaanku setiap pagi. Ketika pagi aku tersadar banyak hal yang sudah terjadi tadi malam dan baru kusadari ini semua akibat aku sudah teler setelah seharian menghadapi berkas. Jadi, apa yang terjadi adalah... Mas Arif marah kayaknya ke aku gara-gara aku chat tadi BPH rapat, padahal bukan rapat, hanya membahas sesuatu dan semua keputusan bersifat wacana. Aku kaget ketika sadar dan langsung chat minta maaf ketika berhenti latihan motor tadi. Hh...ini nih yang nggak aku suka dari begadang. Malam memang membuat pikiranku kalut, kesal, dan lain sebagainya. Aku benar-benar seperti orang mabuk tadi malam. Aku hanya ingat sedikit hal. Selain membuat Mas Arif marah, tadi malam aku meracau tidak jelas. Paginya, baru ngeh, "Ini kenapa aku tiduran di lantai?" Intinya, tadi malam aku menyampaikan segala sesuatu sesuai apa yang aku pikirkan , bukan apa yang mau aku sampaikan...

Rowosari, 14 Oktober 2016

Hah, stres. Jujur saja, ini semua salahku karena keenggananku membagi masalah dengan orang lain. Takut ember bocor, itu sebab utamanya. Masalah pertama, aku lagi naksir (ini masalah besar karena bisa mengganggu perkuliahan), masalah kedua, aku dilanda dilema politik (haha, apa banget bahasanya). Udah itu aja. Kedua masalah ini enggan aku bagikan karena masalah pertama udah nyaris aja jadi ember bocor ketika aku ceritakan kepada mantan orang terdekatku. Untung aku jago masalah 'berpura-pura tidak tahu' dan 'berpura-pura baik-baik saja'. Apa yang terjadi adalah mantan orang terdekatku itu malah dikira naksir orang yang sedang kutaksir. Haha, jackpot! Efek yang terjadi, ya, aku stres. Jujur aja, hari ini aku batal hadir di acara deklarasinya Mas Jadug dan Mas Aang sebagai calon ketua-wakil ketua BEM ya gara-gara ini. Aku lagi stres. Besok interview, besok ini, dan besok itu. Huft. Kayak kegiatanku itu nggak ada habisnya. Haha, aku sekarang paham kenapa Mas Jadug d...

Recently...

Capek banget. Makanya akhir-akhir ini aku males. Bikin rangkuman males, padahal harus dikirim. Belajar males, padahal lagi UTS. Kok aku rada banget ya? Mau lulus ga nih? Tidak banyak hal wow yang terjadi. Hanya...aku sedang senang saja. UTS yang nggak lancar hanya senam, di mana aku terpaksa mengulang. Aku menemukan banyak hal lagi, meski bukan hal yang menyenangkan sekali, setidaknya bisa dipelajari. Aku mulai tahu di mana kotornya politik dan merasakan ujian-ujian pertama memasuki 'parpol' kampus. Nggak menyenangkan karena aku berseberangan dengan teman-temanku sendiri yang notabene satu SMA, satu frekuensi dengan 'parpol' yang aku masuki, tetapi ternyata mereka ragu. Aku bukannya mengabaikan pandangan orang lain, tetapi pandangan orang lain itu justru buatku lebih mantap dengan apa yang aku lakoni sekarang. Sebelum aku masuk 'parpol'-ku sekarang, aku bertanya ke banyak orang sebelum akhirnya mantap dilantik. Jujur aja, itu sebabnya aku mulai jarang n...

Peran

Huft. Besok ujian bahasa Perancis. Aing mumet mikirinnya. Gimana nggak, Perancis itu tuuhh...tulisannya apa, bacanya apa. Mending-mending bahasa Jepang. Dua hari liburan, Sabtu-Minggu, kugunakan untuk sepenuhnya refreshing, lalu Minggu malam belajar bahasa Perancis. Aku menonton dokumenter reformasi, menulis artikel tentang PKI bareng Mr. Dimas, lalu tidur-tiduran. Aku tahu sepertinya ini liburan yang aku butuhkan. Aku membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa tanda-tanda kamu butuh liburan adalah saat bangun pagi menjadi siksaan tersendiri. Itu salah satunya. Ya, masalahnya akhir-akhir ini aku begitu. Bangun pagi berasa siksaan dunia akhirat. Berhubung aku nonton dokumenter reformasi, aku jadi bikin renungan untuk diriku sendiri. Aku ingat kuliah pengantar ilmu sosiologi yang menerangkan tentang teori peran. Bahwa setiap manusia memiliki seperangkat peran dalam hidupnya. Kusadari ada banyak peran yang kumainkan dalam hidup. Benar juga ya. Sebagai anak dari orangtuaku, ...