Sabtu, 24 Januari 2015 Perlukah kita melakukan sebuah perjalanan? Mungkin sedikit perlu, jika kita sadari betapa tersesatnya kita di tempat yang kita pijaki sekarang. Betapa lebih banyak yang tuli, buta, dan tertutup mata hatinya di tempat kita berpijak. Lebih-lebih jika mereka bebal, bodoh, dan apalagi yang bisa dijelaskan oleh Al Qur'an tentang orang-orang yang tidak mau menerima kebenaran? Layaknya Firaun dan Kaum Tsamud? Terkadang sesekali kita perlu kembali ke masa sebelumnya, layaknya manusia yang berusaha menjawab pertanyaan untuk apa ia diciptakan. Memang kita perlu menjawabnya, kan? Agar kita tidak menjadi sebebal mereka yang tidak mau menerima kebenaran. Selamilah laut, dakilah gunung, bersafarilah di sabana, dan hiruplah setiap udara segar. Ketika melihat burung berkicau di tengah perjalanan, melihat pelangi muncul di antara bukit-bukit, melihat air terjun tersembunyi di lereng gunung, catatlah dalam hati apa yang kita lihat di sana. Dan nikmat Tuhan ...