Alhamdulillah 'ala kulli hal, hari ini masih bisa bangun pagi meski semalam tidur jam dua belas. Sama sekali nggak ngantuk, segar bugar. Setelah salat Subuh pagi ini di rumah aku lanjut tilawah Surah Al Kahfi (kan ini hari Jumat), lalu buka laptop lagi. Malam lalu aku sibuk mendengarkan banyak orang bicara. Tamu-tamu berdatangan, menyalami kami sekeluarga, lalu duduk, dan nanti Papa Mama menceritakan bagaimana Eyang Kakung di saat-saat terakhirnya, selalu begitu. Namun setidaknya hal yang kusyukuri adalah, insya Allah, beliau pergi dalam keadaan baik. Saat-saat terakhir Eyang, kata Papa Mama, dihabiskan dengan berzikir dan bertalqin. Penyakit kankernya padahal semakin berat, sampai kaki dan tangannya lumpuh dan mati rasa. Cerita itu setidaknya membuatku lega. Aku terus-terusan memikirkan keadaan rumah meski di sekolah aku tampak riang gembira. Malam itu cerita itu terulang setidaknya sepuluh kali seiring datangnya tamu-tamu yang mengucapkan bela sungkawa atas me...