"Hayooo....mbak lagi galauin siapa?"
Sesaat aku masih teringat celotehan adik-adik kelasku tadi. Bukan, bukan karena keusilan mereka. Aku menggaris bawahi kata galaunya. Aku? Galauin orang?
Emang siapa yang lagi aku galauin, batinku geli.
Hey, aku single yang bahagia! Single yang bakalan taken kalau nanti udah ijab sah (ciee...). Lagipula masih ada banyak hal penting yang harus kupikirkan daripada si Jo a.k.a. Jodoh (ini bahasan populer di kalangan anak kelas XII, mana bab terakhir PAI nanti tentang pernikahan). Project menulisku dengan Mr. Dimas misalnya atau persiapanku kuliah ke luar negeri.
Berarti...nggak lagi jatuh cinta gitu?
Gimana ya, aduh. Namanya juga remaja, pasti bisa dengan mudah jatuh cinta. Namun aku sayangnya kesibukanku menumpuk, jadi mana sempat aku memikirkan. Benar kata Mama, kesibukan yang padat bisa mengurangi rasa "rindu tak sah" (iyaa...belum jadi siapa-siapanya kok udah kangen-kangenan) ketika jatuh cinta. Aku terlalu sibuk.
Adik-adik kelasku kebanyakan anak-anak hitz. Ada yang udah taken sebelum sah dan lain-lain. Aku hanya geleng-geleng aja sih kalau diceritain teman-teman di boarding betapa mereka "bergerilya" melawan peraturan sekolah yang melarang keras pacaran. Well, pingin suatu saat mereka ngerasain skorsing juga, jujur aja. Biar mereka dibina. Lagian...apa enaknya pacaran? Hanya sekedar umbar kata mesra, kangen-kangenan, ngabisin uang buat orang lain (ini mah buatku ogah banget!), dan lain sebagainya. Enakan jadi single, uang dipakai sendiri, bebas ke sana-sini.
Aku bukan tipe cewek yang ribet banget masalah penampilan. Perawatan aja jarang. Kalau pulang siang, aku bukannya perawatan, tapi pastinya masih di sekolah. Kalau ditanya alasannya apa, aku selalu bilang, "Aku nggak suka pulang awal. Emang ntar mau ngapain di boarding?"
Kadang aku terbayang melihat diriku suatu hari nanti menjadi workaholic. Sibuk kerja terus-terusan. Eh, nggak deh, nggak jadi. Nanti aku nggak punya waktu untuk jalan-jalan ke museum atau tempat wisata lain atau bahkan sekadar memandang langit biru, kebiasaanku yang tumbuh sejak aku di SMA.
Aku teringat ketika datang ke reuni SMP dan bilang statusku masih single. Banyak sih yang pastinya...well, membatin, 'Iya, emang dari dulu dia nggak laku-laku,' tapi aku santai saja. Hey, dengar ya, aku tidak mau jadi "barang bekas".
Mitarashi Hana
Komentar
Posting Komentar