Selasa sebelum masuk ruang ujian, aku melakukan sesuatu yang mungkin bukan seperti biasanya. Aku membuat janji dengan Mr. Dhimas untuk minum kopi sebelum bel masuk berbunyi dan lewat SMS beliau bilang akan membawakan kopi hitam Robusta yang amat kuat. Aku agak baperan orangnya, gampang teringat sesuatu yang memancing kenangan. Kopi hitam itu punya kenangan. Dulu di SMP aku pernah suka kopi hitam dan meminumnya bersama teman-teman ketika di karantina OSN IPS tingkat provinsi. Dulu aku berebut dengan teman-temanku yang laki-laki karena hanya satu gelas kopi hitam saja yang tersisa di dapur Wisma UKSW, Salatiga. Sialnya, aku kalah. Kekuatan perempuan memang tak sebanding dengan laki-laki. Bersama secangkir kopi hitam itu aku begadang dengan teman-temanku yang saat itu kebanyakan laki-laki dan perempuannya hanya ada dua, aku dan satu temanku yang Chinese bernama Cheng Katrin. Kami belajar bersama, menyelesaikan soal, bercanda, tertawa keras, dan saling menyemangati satu sama lain....