Pertama-tama, aku berterima kasih sekali untuk orang yang mencoba mematahkan argumenku dari jam 2 siang sampai jam 3 karena dia adalah inspirasi untuk tulisanku kali ini. Di akhir salah satu balasan komentar di postingan Aldinshah, ketika aku memutuskan untuk tidak terlibat lebih jauh karena satu dan lain hal, Aldinshah menegaskan posisinya dan posisiku sebagai partisipan lomba debat. Sebagai balasan dia juga melakukan hal yang sama sebagai "anggota debat tingkat Jateng". Aku baru membacanya ketika sudah sampai di rumah (karena posisiku dari jam 2 sampai jam 3 itu di kosan teman, haha) dan dahiku mengernyit. Eh, ini beneran ya? Maaf, aku benar-benar minta maaf. Aku tidak bermaksud menghina privilege seseorang di sini, tetapi ketika melakukan review atas adu argumenku, Aldinshah, dan dia, aku skeptis dengan penegasan posisinya sebagai "anggota debat tingkat Jateng". Itu serius beneran nggak sih, tanyaku dalam hati. Aku punya alasan mengapa sikapku k...