Jujur kali ini aku mulai mengerti apa yang kubutuhkan saat ini setelah mencoba ngobrol dengan banyak orang. Namun, begitu tahu apa yang kubutuhkan, serta merta aku berkata tegas, "TIDAK! Kamu tidak boleh melakukannya. Terlalu picik!" Aku lelah mengejar semuanya. Ingin sekali aku duduk. Namun, kali ini ketika baru duduk sebentar, aku langsung berlari berkilo-kilo jauhnya. Duduk, berlari. Duduk, berlari. Begitu seterusnya sampai mati bosan diriku ini dengan rutinitas yang itu-itu saja. Aku melihat betapa sibuk teman-temanku mengejar nilai ujian mereka. Banyak dari mereka yang enjoy sekali dengan apa yang mereka lakukan. Aku mencoba seperti mereka, tetapi adakalanya hal itu malah menjadi siksaan. Aku ingin menumpahkan semuanya, tetapi baru saja tersadar kali ini aku tak punya lagi bahu untuk bersandar. Yang satu sudah memilih jalannya sendiri, yang satu sudah dipanggil pulang oleh penciptanya. Apa boleh buat lebih baik kutanggung semuanya, batinku. Kamu mau bersanda...