Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2016

Training Center OSN IPS 2012

Hari ini sepertinya edisi flashback. Setelah jalan-jalan tadi, malam ini aku iseng buka grup lama. Entah kenapa yang kubuka adalah grup training center OSN IPS 2012.  Kangen ya. Aku udah hampir lost contact sama mereka semua kalau aja Naufal nggak tiba-tiba chat aku dan nanya kabar. Aigoo...dia udah kuliah sama Aisya! Sial dia ninggalin aja! Haha, nggak apa, hidup ini proses. Selain Naufal, selama di SMA aku terakhir mengontak Ardan karena kemarin ujian sekolah di tempatku menginduk ke sekolahnya, SMA N 1 Surakarta. Terus kelas dua dulu aku masih sering kontakan dengan Bang Anton.  Haha, aku kangen sama mereka semua. Kangen banget. Andai aja mereka baca tulisan di blog ini, I just want to know that I really want to contact you, guys. Well, grup itu membuatku teringat kenakalan yang dulu kuperbuat selama masa pelatihan OSN. Duduk paling belakang, paling cerewet, dan paling sering membuat keributan (tapi kalau dosen nggak ada kok, kalau ada ya paling bercandaan). Gr...

A Simple Trip

Waktu terasa semakin berlalu Hari ini untuk pertama kalinya setelah tiba di Ungaran, aku jalan-jalan. Sebenarnya hanya ingin ke perpustakaan kota doang di dekat Alun-Alun Ungaran untuk menyiapkan SBMPTN. Namun, akhirnya aku ke tempat-tempat lain dengan angkutan umum. Maklum, sampai kelas 3 SMA aku belum bisa naik motor. Parah emang, nggak heran Mr. Izz sering ngeledek gara-gara ini. Melewati tempat-tempat yang dulu punya memori, entah masa SD atau SMP, rasanya gimana gitu. Adem, sekaligus membuatku melepas semua perasaan sedih ketika aku pertama kali pulang ke rumah (yah, berarti selama ini aku hanya butuh hiburan ya). Waktu melewati lapangan dekat Gedung Kuning, aku teringat kenangan SD dulu. Biasanya kami berolahraga di situ karena lapangan sekolah sempit. Bau kotoran kelelawar tercium di mana-mana dan, by the way , gedungnya horor karena bekas bangunan Belanda. Dulu di sana aku pernah main sepak bola melawan anak-anak cowok. Tim cewek melawan tim cowok. Nggak imbang dan,...

Naruto: 8 Years Idol

Ditanya masalah idola...well, sebenarnya kalau di-rank, jelas sebagai muslim, Rasulullah SAW selalu nomor satu. Kedua, Sultan Muhammad Al Fatih. Ketiga, Arashi. Keempat...eng, ing, eng. Coba tebak, deh. Well, yang keempat ini...idola masa kanak-kanakku. Kalau dihitung, sudah 8 tahun aku mengidolakannya. Keren abis, padahal sama seperti kasus-kasus sebelumnya, dulu aku bencinya setengah mati. Heran dan bertanya-tanya kerennya di mana. Setelah nonton lama, akhirnya betah juga terus bisa ngikutin alur ceritanya sampai tamat. Alur cerita? Emang siapa sih idolanya kali ini? Hehe...my fourth idol is Naruto. Baru akhir-akhir ini aku membaca di internet bahwa kalau di-rank, maybe Naruto will be the worst anime. Well, I don't care. Peduli amat. Sebenarnya aku baca banyak manga dan anime, hanya saja selalu berhenti di satu episode / chapter karena banyak alasan. Sometimes kurang memancing penasaran, terlalu detail, terlalu bertele-tele, atau (the most reason) kurang mora...

My 100 Dreams

Ada dua buku yang selalu kubawa ke mana saja aku pergi. Pertama, buku putih bergambar Arc du Triomphe yang terletak di Paris, Perancis. Kedua, buku cokelat bergambar double-decker bus yang melintasi Big Ben dan House of Parliament di London, Inggris. Pokoknya, kedua buku itu harus bersamaku agar ada teman seperjalanan yang bisa kuajak mengingat dan merenung. Alasannya? Di buku cokelat, ada banyak tulisan-tulisan yang tidak bosan kubaca. Masa-masa aku mengenal politik dan pemerintahan lebih dekat daripada yang sering kutonton di berita televisi. Tulisanku itu membawa kepada satu cita-cita baru yang ingin kuperjuangkan: menjadi diplomat.   Haha...mengingat ini, dulu ketika aku ingin mendaftar beasiswa Mitsui-Bussan, aku bertanya kepada banyak orang apa pantas aku menjadi seorang teknisi informatika karena yang IPA nggak bisa mendaftar untuk jurusan IPS. Miss Lukluk bilang, bisa saja asal aku nggak malas. Nilai TKJ-ku lumayan kalau dilihat di rapor dan aku pernah mengerjakan ...

Cheers! Have Fun!

Have fun ala Anissa Antania Hanjani? Haha...jangan salah, ya. Serius-serius gini juga bisa kok diajak have fun. Bukti nyatanya, aku masih rela aja dijadiin bahan guyonan sama Mr. Izz.  Have fun ala Antania itu simpel. Di kamar dengerin musik. Di kamar nulis. Di kamar buka laptop. Di kamar main keyboard (bukan keyboard komputer, itu...alat musik keyboard). Udah itu. Nggak seru? Aku biasanya lebih seru kalau lagi bareng anak boarding, tapi mereka udah balik ke asal mereka. Hiks, kangen. Aku belum mulai belajar SBMPTN. Dulu selama semester satu udah sempat nyicil, makanya sekarang bisa bernapas agak lega karena materinya tinggal sedikit. Seenggaknya cukup kalau disambi ngerjain project yang lagi numpuk. Huhu.  List to do: 1. Bikin artikel buat biografinya Yusuf Habibi, deadline 16 April. 2. Bikin buku motivasi remaja bareng Mr. Dimas, deadline Mei. That's all. Writing, writing, writing, opening Facebook. Refreshing dikit kadang dengan main keyboard. Set...

4 Bulan, 1 Minggu, dan 4 Hari

Every time, I close my eyes I see you in front of me I still can hear your voice calling out my name And I remember all the stories you told me I miss the time you were around... I miss the time you were around... Sebenarnya, ketika anak boarding memutar lagunya Maher Zain yang So Soon, aku selalu minta ganti. Begitu pun kalau ada yang nyanyi, aku suruh berhenti. Hah, tapi begitu akhirnya duduk di kamarku sendiri, menulis, lagu inilah yang menemaniku. Hey, hey, niatnya bukan baper-baperan. Iya, mungkin aku sekarang yang paling gampang nangis, tetapi entah kenapa semakin aku mendengarkan lagu ini, aku semakin kuat. Untuk melepaskan. Rasanya seperti kemarin ketika pertama kali bertemu dengannya, eh tidak, lebih tepatnya dua orang itu. Rifai dan Yusuf Habibi sejak OASIS sudah menempel terus dan akhirnya dengan mereka aku dipertemukan. Lewat tugas kenalan. Akhirnya akrab.  Rasanya seperti baru saja merasakan sakit kepalaku karena semalaman menangis ketika mengetah...

Nostalgia I: Semua Memang Tak Lagi Sama, Tetapi Selalu Indah Dikenang

Welcome to SMA ABBS Surakarta. Where all of this wonderful adventures happen in my life. Ya ampun, nggak kerasa banget udah mau lulus. Nggak kerasa banget, bisa dibilang begitu. Masih terbayang, dulu pertama kali aku ke Surakarta buat naruh barang-barang di asrama sekalian lihat sekolahnya, percaya nggak percaya, aku kaget gedungnya masih numpang. Mama-Papa yang survey waktu itu udah bilang sih, gedungnya belum jadi. But, well...never mind. Pertama kali aku benar-benar mau dan nekad memilih sendiri (ortu waktu itu nggak setuju emang aku ke sana, tapi aku maksa banget sampai nangis) ke mana aku melanjutkan sekolah, ya pas memilih ABBS. Regret it? Not at all. Bahkan bersyukur sekali. Still, I remember, pas pertama kali melewati gedung sekolah yang belum jadi itu, aku berisik banget. Haha...ini bagian diriku yang nggak pernah berubah sejak kecil: bertanya banyak kalau ke tempat baru. "Sekolahnya dekat asrama, ya? Jadi ntar kalau mau bolos tinggal lompat, dong? Wah, nt...