Ditanya masalah idola...well, sebenarnya kalau di-rank, jelas sebagai muslim, Rasulullah SAW selalu nomor satu. Kedua, Sultan Muhammad Al Fatih. Ketiga, Arashi. Keempat...eng, ing, eng. Coba tebak, deh.
Well, yang keempat ini...idola masa kanak-kanakku. Kalau dihitung, sudah 8 tahun aku mengidolakannya. Keren abis, padahal sama seperti kasus-kasus sebelumnya, dulu aku bencinya setengah mati. Heran dan bertanya-tanya kerennya di mana. Setelah nonton lama, akhirnya betah juga terus bisa ngikutin alur ceritanya sampai tamat.
Alur cerita? Emang siapa sih idolanya kali ini? Hehe...my fourth idol is Naruto.
Baru akhir-akhir ini aku membaca di internet bahwa kalau di-rank, maybe Naruto will be the worst anime. Well, I don't care. Peduli amat. Sebenarnya aku baca banyak manga dan anime, hanya saja selalu berhenti di satu episode / chapter karena banyak alasan. Sometimes kurang memancing penasaran, terlalu detail, terlalu bertele-tele, atau (the most reason) kurang moral value. Akhirnya hanya tersisa tiga manga dan anime yang kusuka: Naruto, Kocchimuite Miiko!, dan Doraemon. Emang anak-anak banget, tetapi ada banyak moral value yang bisa diambil dari cerita mereka. Besides, aku nggak terlalu suka tontonan yang melulu cinta-cintaan.
Kembali ke Naruto. Well, aku mulai nonton itu pas kelas 4 SD. As I said, dulu aku benci setengah mati karena bosen ngeliatin itu ngapain orang lompat-lompat nggak jelas. Namun, setelah lebih jauh menonton aku jadi suka. Banyak kata-kata yang bisa dijadiin quotes di setiap episode / chapter, itu faktor utamanya, terutama tentang kekuatan untuk mencapai mimpi kita. Banyak hal yang ditampilkan di Naruto yang selalu buat aku bilang, "Damn, it's so true!" karena aku banyak menemukan hal-hal itu di kehidupan, entah masih eksis atau sudah hilang. Misal, hubungan orangtua-anak, sahabat, dan antar guru-murid, keyakinan meraih mimpi, kekuatan yang mengayomi, kesetiaan, keharusan memaafkan daripada mendendam, ideologi, dan lain sebagainya.
Bagi para pecinta anime dan manga lain, banyaknya filler mungkin memang buang-buang waktu, tetapi entah kenapa aku menyukai banyaknya filler dalam Naruto. Bukan semata-mata karena aku suka, tetapi ini lebih karena aku menilai adanya filler bisa membuat penonton mendalami tokoh dengan baik. Misal yang akhir-akhir ini ada di anime-nya itu yang Itachi's Light dan Jiraiya Ninja Scroll. Adanya Itachi's Light seenggaknya bisa membuat penonton tahu seberapa dalam cinta Itachi kepada adiknya Sasuke dan tanah kelahirannya secara detail, bisa mengajak penonton mendalami lagi pemikiran Itachi (which is buatku langka banget pemikiran semacam itu), sehingga ketika Naruto sudah berakhir ada kesan mendalam untuk tokoh tersebut. Sementara episode filler Jiraiya Ninja Scroll ini lumayan mengajak kita berandai-andai. Mungkin sebagian pembaca Naruto masih penasaran, apa jadinya jika orangtua Naruto masih hidup setelah penyegelan Kyubi? Nah, filler itu memberikan jawaban sekaligus perbandingannya dengan dunia nyata. For me, aku sendiri langsung ber-oh ria ketika menontonnya. "Oh, gini jadinya kalau Hokage Keempat yang menangani rencana kudeta Uchiha, ternyata berhasil ya,", "Oh, gini jadinya kalau Hokage Keempat masih hidup, ternyata dia tetap jadi ayah yang baik untuk Naruto sekali pun sibuk ngantor,", "Oh, gini jadinya kalau orangtuanya Sasuke masih hidup," dan lain sebagainya. Selain itu, di filler ini kita bisa mendalami kembali sosok Minato Namikaze, Hokage Keempat, yang kebapakan dan bijaksana plus Fugaku Uchiha, ayahnya Sasuke, yang sebenarnya perhatian meski selalu membandingkan Sasuke dengan Itachi.
Kisah perjuangan Naruto Uzumaki ini sarat makna, terutama buat para remaja. Selain karena tokoh yang dihadirkan juga masih remaja sehingga spektrum usianya tidak jauh beda, kita seakan diceramahi secara tidak langsung dengan tindakan dan ucapan tokoh yang benar-benar ksatria. Bahkan, para tokoh antagonis Naruto juga memiliki nilai plus. Akatsuki misalnya, meski kelompok penjahat kelas internasional ini membuat resah dunia ninja, mereka sebenarnya peduli satu sama lain terhadap anggotanya.
So, what are you waiting for? Let's turn it on and watch!
Sincerely yours,
Mitarashi Hana

Komentar
Posting Komentar