Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016

Best Gift Ever!

Apa hadiah terbaik yang pernah kudapat? Keyboard (pas kelas 3 SD)? Buku? Baju? Nope. Hadiah terbaikku kudapatkan setelah aku lahir. Namaku adalah kado terbaik yang pernah kudapatkan. Aku bangga atas nama yang kudapat. Anissa Antania Hanjani. Nama itu pemberian tiga orang yang berharga bagiku: Mama, Papa, dan Akong. Maknanya juga mendalam, itu yang membuatku sekarang ingin meneriakkan namaku dengan lantang. Anissa. Harusnya sih, ditulis Annisa. Nanun, Mama berkeras tetap menulis Anissa karena ingin aku jadi anak yang berbeda dari umumnya. Nama ini pemberian Akong yang emang sudah memprediksi anak yang dikandung Mama perempuan. "Wah, ini pasti perempuan. Kasih nama Annisa saja, ya?" kata Akong waktu itu. Antania adalah pemberian Mama. Diadopsi dari Antonius, Antonie, dan Antonia. Artinya cerdas. Cerdas luar dalam, baik secara intelektual maupun spiritual.  Hanjani adalah pemberian Papa. Dari bahasa Indonesia yang nantinya mengakar ke bahasa Hindi, artinya...

"Trio Crazy, Huh?"

Sabtu, 21 Mei 2016. Begitu upacara kelulusan hal pertama yang kupikirkan adalah berfoto. Harus. Kapan lagi kan bisa foto-foto bareng guru-guru dan teman-teman? Bisa jadi ini kali terakhir. "Miss, Miss, fotoin aku sama Antania dong, Miss!" Guru pertama yang mengajakku berfoto adalah Miss Lukluk, wali kelasku. Haha, aku lumayan dekat dengan beliau dan biasanya saking manjanya aku memanggil beliau 'Bunda'. Beliau yang menemaniku ke Semarang dengan Miss Wochy dan Miss Tata ketika aku secara mendadak diumumkan masuk olimpiade tingkat provinsi. Wah, kalau diingat sepertinya aku dan Miss Lukluk sebenarnya bukan hanya lumayan, kami cukup dekat juga. Setelah foto dengan Miss Lukluk, aku menagih janji kepada dua guru favoritku untuk foto bareng saat aku wisuda nanti. Yeah, Mr. Izz dan Mr. Dimas. Aku belum tentu akan bertemu guru-guru seperti mereka lagi, jadi foto bareng dengan mereka adalah agenda wajib. * * * Ah, uniknya Mr. Izz dan Mr. Dimas sebenarnya t...

Catatan Hati Sebelum Ngampus

Hore, bentar lagi jadi mahasiswa! Euforia itu terlihat banget di angkatanku dan aku ikut bersorak meski nyatanya aku takut juga. Ngampus, hal yang akan mencabut masa-masa bermainku yang indah dan seru (woy, masa' mau main terus??) Aku tahu jadi mahasiswa itu nggak seenak yang kutonton di FTV, main terus, pacaran terus. Idih! Yang ada tugas, tugas, laporan, laporan, praktek, praktek, daann...lain sebagainya. Hilang benar nih waktu-waktu luangku. Bakalan ngerasain rasanya tiap hari begadang ngerjain tugas. Siap-siap mata berkantung! Yeay! Yaahh...aku yakin akan ada celah di mana aku tetap bisa merasa bebas dan enjoy sekali pun tugas numpuk di depan mata. Empat tahun akan berlalu dengan cepat. Aku percaya itu. Resah sih, tapi rasanya aku senang sekali akan jadi mahasiswa. Aku yakin semua akan baik-baik saja. Semuanya. Sincerely yours, Anissa Antania Hanjani

Waktunya Diskusi

Akhirnya setelah sekian hari, aku bisa main ke SMA ABBS lagi. Yeay! Setelah bertemu Jihan yang sudah kuanggap adikku sendiri, aku menemui Mr. Izz. Ada hal yang menggangguku dan aku butuh diskusi sama beliau. Haha, kan sudah 3 tahun ini beliau menjadi teman diskusi, ayah, sekaligus guruku. "Bijak nggak sih, kalau aku mempersiapkan ideologi yang kuanut sebelum kuliah? Akan ada banyak ideologi saat kuliah nanti, kan?" tanyaku siang itu. "Malah bagus keputusanmu itu. Jadi kamu jelas arah hidupnya," jawab beliau. Kami membahas banyak hal dan salah satunya aku kembali menyinggung feminisme. Aku ingin memastikan apakah logikaku benar tentang apa yang disebut kebebasan. Memastikan saja. "Yah, mendengarmu saya ingat anak kelas Sumayyah pernah mengatakan kalau HAM itu pembodohan," ujar beliau. Oh, yeah. Aku setuju, batinku. HAM itu pembodohan. Hanya karena seseorang memiliki apa yang dinamakan hak asasi mereka bebas semaunya. Itu pemikiran bodoh. Di duni...

Lagi-Lagi Sebuah Ide

Feminisme. Aku nggak habis pikir mengapa banyak perempuan-perempuan yang berteriak atas nama kata itu untuk bebas berpakaian semau mereka. Maksudku, mengapa sih sampai segitunya? Akun FB milik Mita Handayani, or who the hell she is, siapapun dia, menguatkan rasa penasaranku. Apa iya sih, begitu? Apa iya sih kecantikan tubuhku harus diperlihatkan? Selama ini aku tak pernah bermasalah dengan hijab lebar yang mulai kukenakan 3 tahun yang lalu. Sama sekali. Malah aku berpikir, apa sebaiknya suatu hari nanti aku ber-niqab (bercadar) sekalian ya? Terserah jodohku nanti, deh. Hehe. Kenapa sih, aku berpikir begitu? Pengalamanku selama di Solo. Aku pernah jalan bertiga sama temanku, di depan kami ada dua perempuan berjilbab, tetapi (maaf) lekuk tubuh mereka masih terlihat. Ketika dua perempuan itu melewati segerombolan laki-laki, mereka langsung digodain dan tentu saja mereka risih. Sementara kami yang lewat setelah mereka, justru didiamkan saja. "Ya ampun, sudah pakai jilbab saja ...

Nostalgia III: SMA, SMA, SMA

Ada satu hal yang hari ini membuatku pingin nangis di tengah jalan tadi siang (alay, ga nangis, cuma flashback aja sebenarnya). Siang ini sepulang dari perpustakaan, ada mbak-mbak yang nyegat bus yang biasa kutumpangi ke Solo. Aku kaget karena bus itu berhenti tepat di depanku, lalu pintunya terbuka. Benar-benar tepat di depanku, astaga! Bisa saja aku segera naik bus itu dan pergi, toh uangku cukup. Hm, tapi kan aku belum ijin? Kalau dibandingkan dari semua masa sekolah, foto-foto bareng teman lebih banyak di SMA. Di SMP aku jarang foto sama teman-teman, soalnya aku lebih sering memotret dibanding dipotret, sih. Rasanya pingin nanti nge-print foto-foto itu, terus dipajang di kamar. Kebetulan sekali kamarku sedang didekorasi (dan pastinya aku sendiri dong yang mendekorasi, yuhu).  Sedikit-banyak hobiku bertambah di SMA. Karena sering pergi-pergi, entah kenapa jadi semakin suka memotret meski hanya lewat kamera ponsel. Pulang-pergi Solo-Ungaran biasanya selain kuhabiskan den...

Nostalgia II: Kisah-Kisah SMP

Ini udah entah berapa hari aku di rumah. Hari ini adalah hari ketiga aku menikmati sinar matahari di luar rumah. Oh, by the way, selamat hari pendidikan nasional. Semoga kelak aku menyusul menjadi komponen pendidikan lagi. Segera, dalam waktu empat tahun ini. Maksud? Haha. Semoga aku segera selesai kuliah dan mengajar! Aamiin. Hari ini aku kembali ke perpustakaan kota. Aku tidak pernah menyangka ada banyak orang yang mengunjungi perpustakaan ini. Aku suka tempatnya, begitu cozy dan nyaman untuk belajar. Refreshing...um, ada sekitar enam rak penuh novel dan komik yang siap kuaduk-aduk, meski sejujurnya aku lebih suka novel-novel yang ada di perpustakaan SMP lamaku dulu. Aku kangen beberapa serial novel yang ada di sana. Serial Seikei Konoike misalnya, petualangan seorang pemuda anak pebisnis untuk menjadi samurai, tetapi ditentang oleh ayahnya. Ada tiga novel yang termasuk dalam serial tersebut dan aku baru membaca yang Tokaido Inn dan In Darkness, Death! , kurang satu lagi dan ak...

Unpredictable

Hidup tak akan berjalan selembut sutra. Tidak akan berlari semulus matahari siang. Tidak akan selamanya bersinar seterang bulan. Menyebalkan memang, tetapi itulah misteri yang selamanya akan kucintai sepenuh hati.  Sebab, mungkin kita saja yang tak tahu ada begitu banyak keindahan ketika Tuhan menetapkan 'tidak' untuk rencana-rencana manis yang sudah rapi-rapi disusun atau mengesahkan 'iya' untuk semua hal yang sebisa mungkin dihindari.  Selama apapun hidup, misteri itu akan terus menyelubungi. Apa kita siap?