Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

"Genki ni Shitemasu ka?" (Part 2)

Malam ini tidurku tidak nyenyak. Hatiku terus bertanya-tanya, menerka-nerka. "Genki? (Baik-baikkah?)" tanyaku terus-terusan kepada langit-langit yang tentu saja tidak akan berbicara untuk menjawabku. "Genki ni shitemasu ka? Apakah kau baik-baik saja?"  Karena terus-menerus menatapnya, aku seakan meminta langit-langit kamar berbicara untuk menjawabku. Entah apalah yang ia pikirkan melihatku. Iya, aku, si manusia bodoh yang menerawangkan kegelisahan hatinya kepada langit-langit. Seakan aku menyalahkan langit-langit atas ketidakmampuanku saat ini untuk tidur nyenyak dan menunggu jari-jemari matahari memasuki jendela. Aku terus berpikir, apa jadinya jika seseorang yang begitu berharga bagimu saat ini sedang tidak baik-baik saja? Ketika memutuskan untuk terbangun dan menulis, kesadaranku pulih sepenuhnya. Ah, sebab itulah aku terjaga.  Aku bahkan tidak tahu apa yang terjadi. Membayangkan saja juga tidak bisa. Sama sekali. Entah imajinasiku malah memi...

Unaccidental Gratitude Message Part 2

Ciee...akhirnya ada yang bakal lolos dari ejekan 'jomblo' yang biasanya aku ucapin! Hahahaha. Kemarin tanggal 20 aku lihat beberapa instastory yang heboh dari alumni and anak-anak ABBS tentang pernikahannya Mr. Dimas. I was just like...okay, I have known it since around April-May that he would marry someone . Not-so-surprising news for me , nggak terlalu mengejutkan buatku karena aku sudah tahu dari lama, tetapi yaa...tetap aja itu kabar bahagia.  Kayaknya masih kemarin deh kejadiannya waktu malam-malam pas perjalanan pulang dari kampus aku ngobrol dengan Mr. Dimas via telepon. Waktu udah asik ngobrol gitu, he told me suddenly, "Saya ta'aruf dengan seseorang,". Aku waktu itu ketawa cekikikan karena satu dan lain hal, tetapi langsung kubalas, "Oh iya? Sama siapa?". As usual sih, beliau suka banget main rahasia-rahasiaan, jadi waktu itu aku nggak langsung tahu, tetapi aku sudah berfirasat beliau pasti menikah tahun ini. Even, ketika beliau akhir...

[Review dan Sinopsis] NHK Documentary: Arashi 15th Year Live & Document

Firstly , aku pingin banget mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Arashindo Fansub yang udah bekerja keras membuat subtitle film dokumenter NHK yang keren ini. Senang rasanya bisa menontonnya. Berkat kalian, aku bisa dibuat speechless ketika menonton film ini. Yep, rasanya ini pertama kalinya aku speechless ketika menonton film baru sendirian. Aku tipikal orang yang banyak komentar ketika menonton film di luar bioskop, hahaha. Arashi lagi, Arashi lagi. Iya, Arashi lagi. For me , mereka adalah semangatku dan film dokumenter ini menerangkan dengan tepat semua alasan mengapa aku (dan mungkin alasan sebagian besar orang) mencintai mereka. Review film dokumenter kali ini akan mengungkapkan banyak kisah di balik kesuksesan Arashi yang sebenarnya kalau mereka tahu, itu tidak hanya di Jepang, tetapi juga di tingkat global. Film dokumenter ini meliput dua hal. Pertama, persiapan pelaksanaan konser perayaan 15 tahun Arashi di Hawaii. Kedua, tentang apa yang sebenarn...

Unaccidental Gratitude Message

Sampai sekarang, ada satu hal yang harusnya sih disampaikan dari dulu sejak SMA. Namun, sampai lulus pun aku lupa. Well, belum terlambat. Karena itulah postingan kali ini didedikasikan untuk Miss Iffah, guru bahasa Indonesia dulu di SMA. "Kayaknya rasa terima kasih ini nggak terlalu penting deh, Miss. Namun, tetap saja deh, aku harus bilang terima kasih. Terima kasih karena sudah mengenalkanku kepada Arashi!". Aku sudah mengenal Arashi sejak menonton Boys Over Flowers versi Jepang (as every J-Pop fans know, it is Hana Yori Dango) dan mulai familiar dengan wajah Matsumoto Jun, tetapi nggak tahu kenapa meski dialah yang paling ganteng di antara personel Arashi lainnya, aku belum tertarik mencari info lebih lanjut tentang Arashi. Paling mengoleksi single-nya yang saat itu jadi original soundtrack kedua drama itu: Wish, Love So Sweet, dan One Love. Itu pun single itu aku taruh di folder Ost Hana Yori Dango (kalau sekarang dijadikan satu folder sama single Arashi yang lai...

Just My Deep Thought

Finally, setelah satu semester yang panjang, liburan tiba juga. Tidak banyak yang berubah dari aktivitas liburanku. Aku hanya lebih rajin bersih-bersih kamar karena sekarang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Paling-paling main game (kayak Kazu-kun yang hari ini ulang tahun, hahaha), menulis, baca buku yang aku pinjam dari perpus, dan main medsos. Ah ya, liburan ini aku meminjam buku dari perpus fakultas untuk dibaca sampai tanggal 3 Juli. Aku ingin mencoba meniru kebiasaan keren Sakurai Sho: baca buku sebelum tidur. Guess aku nggak akan punya banyak waktu saat kuliah buat belajar di tahun-tahun ke depan perkuliahan, jadi kurasa kebiasaan Sakurai-kun akan sangat membantuku. Jadi, aku berusaha membacanya sebelum tidur sambil mendengarkan musik klasik atau piano aransemennya lagu-lagu Arashi. Katanya sih musik klasik bisa membantu belajar dan kurasa piano adalah pilihan tepat. Since aku nggak terlalu banyak tahu musik klasik selain Beethoven dan original soundtrack film ...

[Resensi Drama] Kizoku Tantei (2017)

Hi! Hari ini lagi-lagi pingin banget bikin resensi drama. Drama yang kali ini pingin aku bahas ini benar-benar masih fresh. Di Jepang masih tayang dan episode menegangkannya baru besoknya. Kalau di Indonesia, silakan tonton drama ini di Waku Waku Japan setiap Minggu dan Senin dini hari kalau kalian pakai saluran TV berbayar. Di internet udah mulai di- upload juga sepertinya. Silakan bisa dipilih mau menonton dari mana. Judul drama kita hari ini adalah...(drum rolling effect) Kizoku Tantei. Versi Inggris judulnya Noble Detective. Ini drama suspense yang bikin aku kepo abis karena benar-benar menyajikan sesuatu yang berbeda. Pertama, tokoh utamanya dari awal nggak terungkap namanya siapa, gimana kehidupan pribadinya, dan lain sebagainya. Kedua, tokoh utama yang berperan sebagai detektif selalu mengundang kecurigaan kalau dia yang melakukan pembunuhannya (terutama di episode...ah jangan, ntar spoiler lagi hahahaha). Ketiga, kisah masa lalu tokoh utama ini lho itu yang paling biki...

Sesuatu yang Abadi

Di dunia ini, ada begitu banyak benda baik yang berwujud maupun tidak. Kesemua benda tersebut tidak sama wujudnya dari waktu ke waktu. Bandingkan sebuah apel dari masa ia ranum pertama kali dan ketika sudah membusuk. Arca batu dari tahun pertama ia dibuat dan ketika sudah empat atau lima tahun. Bahkan, negara pun yang wujudnya abstrak juga tidak memiliki bentuk yang sama dari pertama kali ia ada. Lalu, mengapa judulnya sesuatu yang abadi? Bukankah benda-benda tadi yang sudah disebutkan tidak ada yang abadi? Apakah ada yang abadi selain Tuhan? Ada. Ada sebuah benda yang dapat kita katakan abadi. Kepala sekolahku di SMP dulu ketika memberikan amanat upacara tidak bosan-bosannya menyebut benda ini sebagai satu-satunya yang abadi di dunia. Benda inilah yang membuat arca, apel, dan negara tersebut berganti-ganti wujud setiap waktu. Benda itu bernama perubahan. Ya, berkat perubahan tidak ada satu pun benda di dunia ini yang wujudnya sama setiap waktu tertentu. Untuk manu...

I Don't Need A Man

I can be good without a man So don't come by me if you are not sure I don't sell myself to anyone Because I don't need a man, I don't need a man Beberapa bulan lalu aku mengobrol dengan salah seorang teman perempuan. Karena sama-sama perempuan, of course , this is girl's talk . Kami membicarakan segala sesuatu tentang laki-laki, mulai dari tipe kesukaan dan keinginan untuk dating . Ketika aku mengatakan bahwa saat ini nggak mau berpacaran, dia menatapku lurus-lurus dan berkata, "Kamu tuh gimana sih, Nis? I know what so called as your principles, tetapi di usiamu sekarang kamu harus bertemu dengan banyak laki-laki. Seusia sekarang, banyak-banyak mantan nggak apa-apa. Gimana kamu tahu lelakimu kelak kalau nggak pacaran?". Kira-kira begitu yang dia katakan. Aku hanya nyengir kuda. Teman perempuanku itu adalah satu dari sekian orang yang bertanya dan menanggapi prinsipku untuk nggak berpacaran, tetapi dialah yang paling keras berkomentar. I u...

((Hanya)) Sebuah Judul

Beberapa hari yang lalu, ada seorang teman bertanya lewat chat kepadaku seperti ini, "Eh An, lalu gimana si A yang bilang, 'Jangan jadikan Al Qur'an sebagai pedoman mutlak'. Apakah itu benar menurutmu? Atau hanya hoax?". "Aku menawarkan opsi ketiga," jawabku. "Atau hanya belum dimaknai dengan benar?". "Lho An, dari kata-katanya aja sudah salah. Al Qur'an itu pedoman mutlak. Kenapa dia katakan jangan jadikan pedoman mutlak? Ada kata larangan di sana: JANGAN,". "Kamu sudah baca keseluruhan belum? Sudah bertanya apa maksudnya? Kalau kamu bahkan belum tanya apa maksudnya atau bahkan cuma tanya sama aku doang, jangan pernah menyampaikan prasangka. Simpan prasangkamu buat dirimu aja," tanggapku kalem. Ada beberapa alasan mengapa aku berkata seperti itu. Pertama, aku sendiri baru tahu lho kalau si A ini ngomong begitu dan kalau aku sok tahu menanggapinya nanti kalau nggak sesuai maksudnya si A bagaimana? Kedua,...

Message for My Future Self

Untuk Anissa Antania Hanjani 20 tahun yang akan datang... Halo, gimana kabarmu? Apa yang sedang kau lakukan sekarang? Sibuk seperti biasa? Banyak kegiatan?  Apa yang kau kerjakan sekarang? Apa profesimu? Diplomat? Menteri luar negeri? Duta besar? Dosen? Guru? Ibu rumah tangga? Apapun yang kau kerjakan sekarang, itu adalah akumulasi dari apa yang kukerjakan sekarang. Aku tahu sih pekerjaanku tidak pernah sempurna, haha. Namun, jadi apapun kamu kelak di masa depan kuharap kamu tetap melakukan yang terbaik, bahkan jika kamu hanyalah seorang ibu rumah tangga. Maafkan aku jika akumulasi dari apa yang kukerjakan dan kuputuskan saat ini memengaruhimu di masa mendatang, tetapi kurasa inilah jalan terbaik Tuhan untukku dan untukmu. Tuhan sudah merencanakan sesuatu. Ikuti saja alurnya. Yah, meski beberapa pilihan kurasa kurang tepat, tetapi Tuhan kan sudah memberiku kesempatan untuk memilih, jadi mungkin aku harus minta maaf lagi jika itu benar-benar memberimu dampak di mas...