Malam ini tidurku tidak nyenyak. Hatiku terus bertanya-tanya, menerka-nerka. "Genki? (Baik-baikkah?)" tanyaku terus-terusan kepada langit-langit yang tentu saja tidak akan berbicara untuk menjawabku. "Genki ni shitemasu ka? Apakah kau baik-baik saja?" Karena terus-menerus menatapnya, aku seakan meminta langit-langit kamar berbicara untuk menjawabku. Entah apalah yang ia pikirkan melihatku. Iya, aku, si manusia bodoh yang menerawangkan kegelisahan hatinya kepada langit-langit. Seakan aku menyalahkan langit-langit atas ketidakmampuanku saat ini untuk tidur nyenyak dan menunggu jari-jemari matahari memasuki jendela. Aku terus berpikir, apa jadinya jika seseorang yang begitu berharga bagimu saat ini sedang tidak baik-baik saja? Ketika memutuskan untuk terbangun dan menulis, kesadaranku pulih sepenuhnya. Ah, sebab itulah aku terjaga. Aku bahkan tidak tahu apa yang terjadi. Membayangkan saja juga tidak bisa. Sama sekali. Entah imajinasiku malah memi...