Langsung ke konten utama

Sesuatu yang Abadi

Di dunia ini, ada begitu banyak benda baik yang berwujud maupun tidak. Kesemua benda tersebut tidak sama wujudnya dari waktu ke waktu. Bandingkan sebuah apel dari masa ia ranum pertama kali dan ketika sudah membusuk. Arca batu dari tahun pertama ia dibuat dan ketika sudah empat atau lima tahun. Bahkan, negara pun yang wujudnya abstrak juga tidak memiliki bentuk yang sama dari pertama kali ia ada.

Lalu, mengapa judulnya sesuatu yang abadi? Bukankah benda-benda tadi yang sudah disebutkan tidak ada yang abadi?

Apakah ada yang abadi selain Tuhan?

Ada. Ada sebuah benda yang dapat kita katakan abadi. Kepala sekolahku di SMP dulu ketika memberikan amanat upacara tidak bosan-bosannya menyebut benda ini sebagai satu-satunya yang abadi di dunia. Benda inilah yang membuat arca, apel, dan negara tersebut berganti-ganti wujud setiap waktu.

Benda itu bernama perubahan.

Ya, berkat perubahan tidak ada satu pun benda di dunia ini yang wujudnya sama setiap waktu tertentu. Untuk manusia sekali pun, perubahan tidak memberikan toleransi. Jadi, ketika kekasihmu berjanji bahwa dia tidak akan berubah, yakinlah dia hanya menggombalimu. Kekasihmu pasti berubah. Bahkan, makhluk science fiction seperti Do Min Joon dalam drama Korea Man from The Star saja juga berubah meski ridak secara fisik. Manusia kan mengalami dua bentuk perubahan: secara nyata dan abstrak atau lebih mudahnya, secara fisik dan batin.

Perubahan pasti terjadi, entah diminta ataupun tidak. Bahkan, ketika dunia ini sudah kiamat, perubahan masih tetap ada. Tuhan sendirilah yang mengaturnya. Bukankah suatu hari ketika mata kita terbuka di hari pembalasan, kita menganggap terjadi perubahan karena tempat kita menutup mata kelak berbeda-beda?

Meski pasti, bukankah biasanya manusia adalah makhluk yang paling tidak sabaran kalau sudah bicara tentang perubahan? Agar itu terjadi, sering kali manusia harus berkumpul dan berteriak di jalan, mengajak sesamanya berbuat sesuatu, atau minimal mereka akan bertanya kepada sesamanya, "Kenapa tidak ada perubahan?".

Namun, terkadang bahkan manusia memperlambat dan menghentikan perubahan itu sendiri. Orang-orang tua yang masih mempertahankan tradisi lama, pemimpin-pemimpin negara yang berusaha mempertahankan dasar negaranya, orang-orang yang berusaha mempertahankan hubungannya dengan yang dikasihinya, para orangtua yang cemas melihat anak penurut mereka yang tiba-tiba nakal.

Ah, dasar perubahan. Engkau memang membuat keajaiban dalam kehidupan.

Engkau memang alat Tuhan yang abadi.



Yours,
Anissa Antania Hanjani (yang berusaha sedikit berfilsafat hari ini)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The World of Ask.fm

Well, liburan ya? Aku lebih banyak mengisi waktu di rumah buat main game, buka ask.fm, dan ini nanti sore mau ngerjain tugas. It's me, tapi versi malas. Kalau versi rajin, hari ini THR (Tugas Hari Raya hoho...) udah kelar semua kali ya? For me, myself, aku lebih suka buka ask.fm sekarang buat liat orang-orang rada freak yang answer-nya seolah-olah bakalan mati 100 tahun lagi, orang-orang yang saling tebar nasihat, atau sekedar answer gaje teman-temanku. Kalau iseng aku juga bakalan ask seseorang, tapi itu biasanya orang tertentu doang sih, kalau aku ga terlalu kenal macam Dziban, Thariq, Kuntoro, dan Ikal, the popular boys at school, aku nggak mau macam-macam. Bukan karena takut sama mereka (what for, please?), tapi karena aku paling nggak suka mengurusi kehidupan orang lain. Nggak ada untungnya buatku. Hal paling berkesan waktu main ask.fm malah terjadi kemarin. Aku iseng baca-baca answer-nya Muhammad Alvin Faiz, anak Ust. Arifin Ilham, salah satu da'i kondang di Indo...

K.A.M.U.

(Tulisan ini, kali ini mungkin sampah banget karena aku sendiri menganggap topiknya adalah sesuatu yang paling nggak penting dalam hidup. Tentang hati. Tentang perasaan. Tentang aku suka sama seseorang. Namun, tetap aja nggak tahu kenapa sekali ini aku pingin cerita. Semuanya) Adalah suatu kehormatan bisa mengenalmu. Aku senang sekali. Sosokmu adalah yang benar-benar bisa dibilang berbeda, lebih baik, dan lebih menjanjikan di masa depan kelak.  Kamu adalah sisipan topik yang paling sering dibicarakan. Namun, di lain sisi, kamu adalah topik paling tidak penting. Paling menyebalkan. Aku nggak suka pikiranku tiba-tiba teralih hanya untuk menebak-nebak apa yang sedang kamu lakukan, bagaimana keadaanmu, dan lain sebagainya. Layaknya orang normal yang jatuh cinta. Bah, itu menyebalkan. Kita sama-sama sudah besar, pikirkan urusan masing-masing, begitu galakku terhadap bayangan tentangmu. Aku bangga karena bisa berada di sekitarmu. Di lingkaranmu. Namun, di satu sisi aku juga ...

((Hanya)) Sebuah Judul

Beberapa hari yang lalu, ada seorang teman bertanya lewat chat kepadaku seperti ini, "Eh An, lalu gimana si A yang bilang, 'Jangan jadikan Al Qur'an sebagai pedoman mutlak'. Apakah itu benar menurutmu? Atau hanya hoax?". "Aku menawarkan opsi ketiga," jawabku. "Atau hanya belum dimaknai dengan benar?". "Lho An, dari kata-katanya aja sudah salah. Al Qur'an itu pedoman mutlak. Kenapa dia katakan jangan jadikan pedoman mutlak? Ada kata larangan di sana: JANGAN,". "Kamu sudah baca keseluruhan belum? Sudah bertanya apa maksudnya? Kalau kamu bahkan belum tanya apa maksudnya atau bahkan cuma tanya sama aku doang, jangan pernah menyampaikan prasangka. Simpan prasangkamu buat dirimu aja," tanggapku kalem. Ada beberapa alasan mengapa aku berkata seperti itu. Pertama, aku sendiri baru tahu lho kalau si A ini ngomong begitu dan kalau aku sok tahu menanggapinya nanti kalau nggak sesuai maksudnya si A bagaimana? Kedua,...