"Mbak Devi, suratnya udah aku siapin! Besok ya aku bawa!" sahutku siang ini di kampus usai kuliah. Mbak Devi hanya melambaikan tangannya, sekilas aku melihatnya mengangguk sebelum kami pergi berlawanan arah. "Dia...sama seperti aku juga," kisahku kepada temanku. "Mbak Devi juga diintimidasi teman-temannya. Bayangin deh, jilbabnya lebih panjang dari aku. Pokoknya the best lah. Namun, yaa...gitu. Dia banyak dijauhi teman-temannya juga karena memilih Ahok. Malah dia jadi sukarelawan juga lho di Rumah Lembang selama masa kampanye,". Rasa sakit dan kecewa itu tertinggal jauh di dalam ulu hati, terus terasa sampai sekarang. Aku bertanya-tanya apakah Mbak Devi merasakan rasa sakit dan kecewa itu. Mulai dijauhi setelah memilih masuk GMNI ketimbang KAMMI, terus berlanjut ketika dia memilih Ahok di Pilkada Jakarta. Coba kalau itu aku yang super baperan ini di posisinya Mbak Devi, nggak tahu deh udah jadi apa. She's great . Namun, tetap saja aku...