Langsung ke konten utama

A Letter For My Future 20s Self

Greetings from your 19-years-old self!

I can't wish everything besides your great health and life to be better and better again, so that you can do everything well. That's the greatest bless from God, isn't that? Make sure to do a good deed and smile, that's how to reduce your stress and pressure. Don't forget to call your best friend too, it can help you a lot to pass your day.

I really hope that you're doing a good job so that you can make people smile. You don't have to rush to get married. Even it's okay if you haven't married yet in your last 20s. You know, marriage is something that (I wish) can only be done once in a lifetime so you don't have to hurry. It is difficult to find someone who truly loves you for who you are, what your choices are, and what you believe in. Enjoy your trip to find someone like that and I hope you can make it.

I do wish that you have found your answer for every questions that once stuck in your mind. It's difficult, I know, but journey will always bring you to the answer. I don't know why I believe it, but trust me, it works. Remember how we always find the answers when we sit down in the field, inhale fresh air, and look at the mountain? 

Here, I still haven't found any answer about humans. I know, we know, they're complicated. Humans are the greatest, yet the most sophisticated creature God has ever made. I do still looking for the answer about God and humans forms of relationship. You know, it's not that I don't believe my holy book. It's just...there's something much more than what we've learned in our Islamic school, that's what my gut said. Religion is not always about heaven and hell, I believe there's something much more beautiful that God wants us to know so that's why I keep learning. I believe the interpretation of our holy book is not always telling us that some people will go to heaven and the others go to hell. There's love, there's compassionate, there's affection. 

I can't wait to know the answer. 

I hope that one day if we have found it, we can share it to the people so that they would understand. Wish you are mentally prepared for that. I mean, we've been through a lot of depressions and pressures in our 19th life period because of that, I wish we are good in our 20s. Promise?


Yours,
Anissa Antania Hanjani

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The World of Ask.fm

Well, liburan ya? Aku lebih banyak mengisi waktu di rumah buat main game, buka ask.fm, dan ini nanti sore mau ngerjain tugas. It's me, tapi versi malas. Kalau versi rajin, hari ini THR (Tugas Hari Raya hoho...) udah kelar semua kali ya? For me, myself, aku lebih suka buka ask.fm sekarang buat liat orang-orang rada freak yang answer-nya seolah-olah bakalan mati 100 tahun lagi, orang-orang yang saling tebar nasihat, atau sekedar answer gaje teman-temanku. Kalau iseng aku juga bakalan ask seseorang, tapi itu biasanya orang tertentu doang sih, kalau aku ga terlalu kenal macam Dziban, Thariq, Kuntoro, dan Ikal, the popular boys at school, aku nggak mau macam-macam. Bukan karena takut sama mereka (what for, please?), tapi karena aku paling nggak suka mengurusi kehidupan orang lain. Nggak ada untungnya buatku. Hal paling berkesan waktu main ask.fm malah terjadi kemarin. Aku iseng baca-baca answer-nya Muhammad Alvin Faiz, anak Ust. Arifin Ilham, salah satu da'i kondang di Indo...

K.A.M.U.

(Tulisan ini, kali ini mungkin sampah banget karena aku sendiri menganggap topiknya adalah sesuatu yang paling nggak penting dalam hidup. Tentang hati. Tentang perasaan. Tentang aku suka sama seseorang. Namun, tetap aja nggak tahu kenapa sekali ini aku pingin cerita. Semuanya) Adalah suatu kehormatan bisa mengenalmu. Aku senang sekali. Sosokmu adalah yang benar-benar bisa dibilang berbeda, lebih baik, dan lebih menjanjikan di masa depan kelak.  Kamu adalah sisipan topik yang paling sering dibicarakan. Namun, di lain sisi, kamu adalah topik paling tidak penting. Paling menyebalkan. Aku nggak suka pikiranku tiba-tiba teralih hanya untuk menebak-nebak apa yang sedang kamu lakukan, bagaimana keadaanmu, dan lain sebagainya. Layaknya orang normal yang jatuh cinta. Bah, itu menyebalkan. Kita sama-sama sudah besar, pikirkan urusan masing-masing, begitu galakku terhadap bayangan tentangmu. Aku bangga karena bisa berada di sekitarmu. Di lingkaranmu. Namun, di satu sisi aku juga ...

((Hanya)) Sebuah Judul

Beberapa hari yang lalu, ada seorang teman bertanya lewat chat kepadaku seperti ini, "Eh An, lalu gimana si A yang bilang, 'Jangan jadikan Al Qur'an sebagai pedoman mutlak'. Apakah itu benar menurutmu? Atau hanya hoax?". "Aku menawarkan opsi ketiga," jawabku. "Atau hanya belum dimaknai dengan benar?". "Lho An, dari kata-katanya aja sudah salah. Al Qur'an itu pedoman mutlak. Kenapa dia katakan jangan jadikan pedoman mutlak? Ada kata larangan di sana: JANGAN,". "Kamu sudah baca keseluruhan belum? Sudah bertanya apa maksudnya? Kalau kamu bahkan belum tanya apa maksudnya atau bahkan cuma tanya sama aku doang, jangan pernah menyampaikan prasangka. Simpan prasangkamu buat dirimu aja," tanggapku kalem. Ada beberapa alasan mengapa aku berkata seperti itu. Pertama, aku sendiri baru tahu lho kalau si A ini ngomong begitu dan kalau aku sok tahu menanggapinya nanti kalau nggak sesuai maksudnya si A bagaimana? Kedua,...