Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2016

Visi dan Misi

Hey, hello! (emang rap-nya Sakurai Sho di lagu Kokoro no Sora xD) Sabtu kemarin aku dan teman-temanku baru saja dilantik sebagai pengurus Luminous, singkatan dari Alumni of United ABBS. Wiew, amanah besar yang insya Allah kita jalankan selama dua tahun. S-e-m-a-n-g-a-t!! Omong-omong, banyak banget ya yang udah keliatan banget apa ambisinya pas kuliah. Aku jadi mereka sih bakalan menyembunyikan rapat-rapat apa ambisiku. Aku punya, cuma menurutku terlalu berbahaya jika show off sekarang. No, no, no, ini bagian dari strategi politik, ahahahaha. Iya, serius deh! Ini satu-satunya strategi yang aku lakukan agar tidak didekati golongan mana pun selama masa awal, baik golongan kanan maupun golongan kiri. Oke, tahan dirimu. Biar aja mereka keluarin semua ambisi mereka di status, tetapi kamu jangan. Stay mysterious.    Setelah pembekalan dari Mr. Iyad, aku diskusi sama Mr. Izz, tapi Mr, Dimas sumpah rese pake acara interupsi (bagus emang ngingetin salat, tapi ga usah pake b...

Dear Karin (Awkarin) Novilda

Firstly, aku bukan penggemarmu dan juga haters-mu. Aku kenal namamu dari teman-temanku, ask.fm-ku, dan lain sebagainya. Today I would like to make you something, bukan karena aku benci, bukan karena pingin ngerubah kamu atau apalah, but just my thought on your problem. Why do I write this? Because, honestly, have you ever heard someone who said that he/she miss yourself in your past? Count me as one of them. Here, sebagai remaja seusiamu, I feel sorry for your problem, I know it must be very hard to face many haters like that, tetapi ada asap pasti ada api, kan? I don't know what happen on your life to make you like this now, but I think your problems, all of them, have been appearing since you changed yourself. Think about it again, aku pingin tahu kenapa kamu berubah. Kamu udah cantik kok dari dulu. You're such a bright and beautiful girl at once. Paket lengkap deh, pokoknya! Sayang banget kamu beneran mengubah dirimu totally seperti itu. What happen with you? I watc...

Corat-Coret Juli

Holaaa...aduh, blog-ku mulai ga keurus gegara keasyikan main Tumblr.  Firstly, thanks buat compliment beberapa orang tentang perubahan penampilanku. Actually, that was the hardest thing I did for myself. Yes, haha...belajar jadi cewek beneran susah banget. Ini seleranya baru agak bagus pas Juni kemarin aku milihin kado anniversary buat Mama and Papa dan kado ultahnya adikku yang endut (padahal aku yang endut, tapi entah kenapa aku ga sadar diri juga, wkwk) karena kemarin aku ngado mereka baju-baju, kan udah mendekati lebaran, trus jadi bisa belajar juga gimana sih harusnya jadi cewek. Trus, pas kapan gitu sebelum bulan Ramadhan, Mama ngajak ke dokter kulit. Sama dokter dikasih macem-macem, ada cleanser, sabun cuci muka, krim pagi, dan krim malam. Sumpah pertama kali pegang benda-benda begituan aku langsung cengoh, jadi cewek ribet amat ya, wkwk. Selain itu, dokter bilang kudu diet cokelat. Ya ampun, itu susah banget maahh...delapan belas tahun nggak bisa hidup tanpa cokelat ko...

Islam Itu Teroris? (Part 2)

Bismillah, Sebenarnya, sebelum menulis tulisan ini dan sebelum baca bahan, ada pertanyaan menarik di benakku. Sangat menarik bukan terorisme itu dari dulu tidak ada sangkut-pautnya dengan Islam, tetapi mengapa di abad ke-21 ini terorisme disangkut-sangkutin sama Islam? Terorisme sendiri, seperti yang sudah ditulis dulu, dalam KBBI berarti tindakan kekerasan yang menimbulkan ketakutan untuk tujuan politik tertentu. Secara singkatnya kurang lebih begitu. Menurut kamus Cambridge, terorisme adalah (threats of) violent action for political purposes. Hampir sama dengan KBBI. Penggunaan kekerasan untuk tujuan politik. Kata terorisme sendiri berasal dari bahasa Perancis le terreur . Kata ini digunakan untuk menggambarkan peristiwa pemenggalan 40.000 orang oleh pemerintah pasca revolusi besar di Perancis. Penggunaan istilah ini sebenarnya sudah ada sejak abad ke-18. Berarti jauh sebelum ada Tragedi WTC, Bom Bali, Tragedi Nice, dan lain sebagainya, kata ini sudah digunakan...

SMA ABBS Surakarta (2)

Membuat tulisan ini setelah kelulusan rasanya beda. Dulu ketika masih jadi murid SMA, aku selalu berpikir bahwa waktu sepertinya tidak akan pernah berhenti dan akan terus begini. Sekarang, ketika sudah lulus aku terkejut mengetahui fakta bahwa semua petualanganku sudah berakhir sampai di sini. Yah, tapi kisah petualangan mana sih yang tiada akhir? Tanggal 18 Juli semua sudah masuk sekolah lagi. Aku pasti akan benar-benar sedih melihat adikku masih mengenakan seragam SMA-nya, masih bercanda dan tertawa di masa-masa indah itu, sementara masaku sudah berakhir. Namun, life goes on. Waktu terus berjalan. Apa yang bisa kulakukan untuk membuatnya berhenti sebentar saja? Aku merindukan semuanya. Bangun jam 3 atau setengah 4, mandi, salat tahajud, salat subuh, al ma'tsurat, hafalan, siap-siap ke sekolah, berangkat jam 6 pagi, beli susu cokelat, menyapa guru-guru, berdiri mematung di jendela kelas menatap langit luas, menanti wali kelas masuk, belajar, istirahat, curhat sama Mr. Izz...

Mr. Ajung

Sir, still you remember the first time when I came to my high school? The first time you taught in our class? The first time you had to absent due to your sickness?  All the thing I remember to those questions are, first and second, I remembered all the things when you guided the male team and taught in our class, for your information, those made you my favorite teacher at the first time. Third, the first time you left us due to your sickness, it got me sad. So sad. Still you remember the first time I won my competition, then met you after it? The first time I won my debate and met you the next day?  I was very happy to see you that time, after public speaking, still in the school, waiting for somebody, so that I could say to you that I won. So did when I firstly won my debate. You joked me, saying that you had to seize it since school prohibit the students to bring phone, but it was my first gift I got from a competition. I was very happy that time, to hear your ...

Teruntuk yang Tercinta Kelak

Siapapun kamu kelak, kamulah yang Dia pilihkan untukku dan aku akan berbahagia menerimamu. Berterima kasih karena kamulah yang menyempurnakan separuh agamaku. Berkomitmen berjuang bersama denganmu di jalan-Nya, itulah yang kuinginkan. Namun, kau tidak harus datang cepat. Tidak apa-apa, pelan-pelan saja. Mari kita sama-sama berbuat yang membawa maslahat bagi banyak orang, agar kelak saat kita bertemu, komitmen kita semakin kuat. Siapapun kamu kelak, kamulah imam dari keluarga kecil kita. Ayah dari anak-anak kita kelak. Kamulah yang membawa kapal kita menuju kebahagiaan hakiki di lautan-Nya dan aku navigatornya. Bersama-sama kita arungi luas samudera-Nya, berpetualang bebas tanpa batas, merajut cerita dan cinta di atas cinta-Nya. Namun, kau tidak harus mendatangiku sekarang. Tidak apa-apa, kita jalani saja apa yang ada dulu. Bahagiakan orangtua kita, menginspirasi sekitar kita, dan berkelana melihat benua luas. Supaya kelak ada banyak kisah indah yang bisa diceritakan dalam ...

Ai wo Sakebe

Aku nggak akan bicara tentang lagunya Arashi mentang-mentang judulnya Ai wo Sakebe. Akhir-akhir ini prihatin aja karena status galau cintanya teman-temanku semakin banyak, padahal mau kuliah. Aku yang lagi jatuh cinta aja nggak sempat bikin status galau mendem perasaan, sibuk mengurus dokumen pembayaran UKT. Jangankan bikin status, mikirin orangnya aja cuma kalau lagi kosong pikiranku dan orang itu seliweran gitu aja. Masalahnya, kapan pikiranku kosong? Akhir-akhir ini pikiranku dipenuhi tentang UKT, UKT, dan UKT. Aku kali ini benar-benar akan memprioritaskan kuliah dan ikut organisasi nanti di kampus. Masalah transportasinya nanti naik apa, gampang. Selama niat baik, pasti nanti ada aja jalannya atau kali aja semester berapa udah bisa bawa motor. So, jatuh cinta dan jodoh ada di urutan kesekian meski Papa bilang oke-oke aja kalau mau nikah pas masih kuliah (emang calon udah ada, Pa?). Aku berjuang untuk fairytale indah milikku sendiri. FYI, fairytale-ku bukan '...dan akhi...

Catatan Lebaran: Besties and Fams

Lebaran tahun ini...well, tiga hari mondar-mandir ke Semarang. Badanku remuk, kurasa, tetapi seru juga. Seperti biasa, sebagai sepupu paling besar, aku bertugas mengasuh yang kecil-kecil. Kakiku remuk karena memangku Dimas (not Mr. Dimas, yang di keluarga besarku itu...Dimas tuh anak cowok imut-imut yang endut banget, bobotnya 59 kg) yang hobi banget main kuda-kudaan, masih ditambah digelendotin Aurel dan Abiyyu waktu renang. Syukurlah keesokan harinya Mama ngajak jalan dan kami karaokean, kakiku jadi baikan. Honestly, bangga rasanya waktu banyak orang di keluarga besar yang memberiku selamat karena aku sudah mulai kuliah. Ternyata waktu berputar cepat ya?  The best part...hm, renang sama Aurel, Abiyyu, Zita, dan Baby Mika yang udah mulai bisa jalan dan lari-larian, kumpul keluarga, dan ke makam Akong. Aku sempat mimpi tentang Akong beberapa bulan lalu di malam setelah Mama dan Papa ke makamnya di Bergota berdua saja. Aku mimpi Akong memelukku dan berkata, "Nisa udah besa...

Overthinking

Kadang aku berlebihan juga, ya? Aku mengabaikan rasa bahagiaku untuk orang lain yang...well, belum tentu nanti akan merasakan kebahagiaan yang sama. Teman hanya teman.  Malam ini, setelah sekian lama off sosmed, Farrel akhirnya on lagi. Aku senang sekali waktu lihat BBM-nya kembali aktif. Well, aku ada banyak cerita untuk diceritakan. Mimpiku yang terwujud di SBMPTN, ceritaku tadi pagi, pokoknya banyak sekali hal. Aku juga ingin memintanya mengajariku ilmu membaca pikiran manusia, well, karena dia memilih jurusan psikologi.  'How is your SBMPTN result?' tanyaku. 'No good,' Aku tahu maksudnya. Dia sudah biasa bicara singkat, tetapi ada maksudnya. Dia nggak lulus, kurasa itu maksudnya. Mood-ku yang cerah seketika berubah. Mana mungkin aku bersenang-senang menyampaikan kabar aku lulus dan meraih mimpi pertamaku saat dia nggak lulus?  'Okay then, I will cancel my news ,' tulisku. ' Hee...it must be good. Lucky,' 'Yeah, that'...

My Ramadhan 2: Catatan Akhir Ramadhan

Ramadhan tahun ini akan selalu kukenang sebagai yang terbaik. Bukan karena hidangan ifthar dan sahurnya, itu sisi istimewa yang mungkin sudah biasa bagiku. The best thing about Ramadhan this year is bagaimana bulan istimewa ini dapat mengubah semua orang, tak terkecuali aku. Masalahku dengan Mr. Dimas selesai dengan damai. Kami sudah seperti biasa, walaupun heran tiap kali aku chat di WA sama beliau, rasanya bukan seperti guru-murid. Habis, kan statusku sebagai muridnya Mr. Dimas hanya de facto, secara pengakuan saja. Secara de jure aku bukan murid beliau lagi, kan sudah resmi lulus dari ABBS. Hmm...malahan yang ada aku dikasih oleh-oleh lagi. Oleh-olehnya unik dan menginspirasi.  Tebak apa deh. Buku? Tulisan? Nggak sih, hanya benda yang dari kecil kuanggap keren karena nggak biasa. Itu lho, kapal yang ada di dalam botol. Beliau membelikanku waktu lagi ke Pasar Beringharjo, Yogyakarta. Filosofis sekali, kapal kan selalu menjelajah. Semoga kelak aku menjadi diplomat yan...