Lebaran tahun ini...well, tiga hari mondar-mandir ke Semarang. Badanku remuk, kurasa, tetapi seru juga. Seperti biasa, sebagai sepupu paling besar, aku bertugas mengasuh yang kecil-kecil. Kakiku remuk karena memangku Dimas (not Mr. Dimas, yang di keluarga besarku itu...Dimas tuh anak cowok imut-imut yang endut banget, bobotnya 59 kg) yang hobi banget main kuda-kudaan, masih ditambah digelendotin Aurel dan Abiyyu waktu renang. Syukurlah keesokan harinya Mama ngajak jalan dan kami karaokean, kakiku jadi baikan.
Honestly, bangga rasanya waktu banyak orang di keluarga besar yang memberiku selamat karena aku sudah mulai kuliah. Ternyata waktu berputar cepat ya?
The best part...hm, renang sama Aurel, Abiyyu, Zita, dan Baby Mika yang udah mulai bisa jalan dan lari-larian, kumpul keluarga, dan ke makam Akong. Aku sempat mimpi tentang Akong beberapa bulan lalu di malam setelah Mama dan Papa ke makamnya di Bergota berdua saja. Aku mimpi Akong memelukku dan berkata, "Nisa udah besar, ya?" Well, nice.
Aku tetap rajin juga kontakan dengan teman-teman. Sesekali ikutan nimbrung di grup WA, chatting sama Mr. Dimas. Bunda Lukluk, Ummi, Farrel, dan Mr. Ajung, sempat telepon Imes juga. Mr. Ajung akan pergi ke Grojogan Sewu lagi dengan beberapa teman (kata beliau sih, rahasia) dan beli bunga mawar. Mr. Dimas...well, ga tahu tuh ke mana setelah menghabiskan lebaran ke Lamongan, semoga aja nggak keasikan makan sea food di sana. Farrel? Dia cowok langka yang bisa kuajak bicara tentang diet, jadi aku bisa cerita semua kekhawatiranku tentang berat badanku yang naik (walau aku tetap saja makan banyak) dan ketakutanku kalau-kalau kemeja yang sudah disiapkan untuk kuliah tidak cukup. He knows well about food and nutrition (tentu saja, orangtuanya kan punya rumah sakit) dan sebagai gantinya, aku mengajarinya untuk nekat naik kendaraan umum meski orangtuanya overprotective (katanya, sih). Sedikit memanfaatkan hobiku yang suka jalan-jalan, sih.
Senang rasanya. What makes me continue to life and being happy is them.
Sincerely yours,
Anissa Antania Hanjani
Komentar
Posting Komentar