Siapapun kamu kelak, kamulah yang Dia pilihkan untukku dan aku akan berbahagia menerimamu. Berterima kasih karena kamulah yang menyempurnakan separuh agamaku. Berkomitmen berjuang bersama denganmu di jalan-Nya, itulah yang kuinginkan.
Namun, kau tidak harus datang cepat. Tidak apa-apa, pelan-pelan saja. Mari kita sama-sama berbuat yang membawa maslahat bagi banyak orang, agar kelak saat kita bertemu, komitmen kita semakin kuat.
Siapapun kamu kelak, kamulah imam dari keluarga kecil kita. Ayah dari anak-anak kita kelak. Kamulah yang membawa kapal kita menuju kebahagiaan hakiki di lautan-Nya dan aku navigatornya. Bersama-sama kita arungi luas samudera-Nya, berpetualang bebas tanpa batas, merajut cerita dan cinta di atas cinta-Nya.
Namun, kau tidak harus mendatangiku sekarang. Tidak apa-apa, kita jalani saja apa yang ada dulu. Bahagiakan orangtua kita, menginspirasi sekitar kita, dan berkelana melihat benua luas. Supaya kelak ada banyak kisah indah yang bisa diceritakan dalam perjalanan kita.
Siapapun kamu kelak, kamulah cinta pertama anak-anak perempuan kita dan pahlawan anak-anak laki-laki kita. Kamulah yang akan berpikir paling keras untuk kebahagiaan di kapal kecil kita. Aku, sang navigator, akan selalu mendampingimu agar tidak salah arah, itulah tugasku.
Namun, kau tidak harus memintaku dari Papa sekarang. Tidak apa-apa, mari kita belajar dulu lebih banyak tentang kehidupan. Kapal kita akan bertemu dengan kapal-kapal lainnya di lautan, kita harus belajar lebih banyak agar mereka merasa nyaman dengan keberadaan kapal kita.
...
Untukmu, laki-laki yang kelak akan kucintai dan kubanggakan,
Semoga pertemuan kita akan seindah fairytale yang kurajut dalam angan-angan. Pada akhirnya, sang putri di tengah kesibukannya bertemu dengan pangeran idamannya. Mereka menikah, merajut kisah dan komitmen, berjuang bersama, dan meraih bahagia hakiki mereka di Jannah-Nya.
Lots of love,
Your future wife
Anissa Antania Hanjani
Komentar
Posting Komentar