Langsung ke konten utama

Dear Karin (Awkarin) Novilda

Firstly, aku bukan penggemarmu dan juga haters-mu. Aku kenal namamu dari teman-temanku, ask.fm-ku, dan lain sebagainya. Today I would like to make you something, bukan karena aku benci, bukan karena pingin ngerubah kamu atau apalah, but just my thought on your problem. Why do I write this? Because, honestly, have you ever heard someone who said that he/she miss yourself in your past? Count me as one of them.

Here, sebagai remaja seusiamu, I feel sorry for your problem, I know it must be very hard to face many haters like that, tetapi ada asap pasti ada api, kan? I don't know what happen on your life to make you like this now, but I think your problems, all of them, have been appearing since you changed yourself. Think about it again, aku pingin tahu kenapa kamu berubah. Kamu udah cantik kok dari dulu. You're such a bright and beautiful girl at once. Paket lengkap deh, pokoknya! Sayang banget kamu beneran mengubah dirimu totally seperti itu. What happen with you?

I watched your vlog about your confession and, come to think of it, I don't think you should mess up that much for a boy. A clever girl like you shouldn't cry for someone who don't care about you anymore and stand up. There are more than millions men in this world and there must be one man who is suitable, kenapa harus nangis buat satu orang? Yes, you said he's kind, and so on, and so on. But, should you?

I know you're actually a kind girl deep down, but why do you waste your life for going on through such a game like this? I miss yourself in your past, even if maybe they said that you were nerdy, blablabla, I don't care. For me, still, you are bright and shiny, so why don't you have to care? Again, I never be in your position and I will never be (because your world is not my world at all and I promise to my parent, families, friends and teachers that I won't be like you), but what you have done will come back to you, you know it and your friend, Sarah, ever said it. The more you make those images on you, the more people dislike you. Okay, you said that if they don't like you, they can ignore you, block your social media, and so on. But, don't you remember that you are now in a modern era? Once you upload your photos, videos, etc. they will be long last. Maybe you can stop someone to follow your activities, but you will never stop them for judging you. Once you behave like that through your vlog, photos, videos, blablabla, you've already grown your image like that, um...what they've said? Perusak moral bangsa? 

Let me explain you why they said it (and please, it's not because I hate you, I will never be like you, but I never hate you), it's because your followers, their age ranges are around 12 up to 19 years old, and they still find their truth about themselves. They don't know any single thing about your world, which most of adults said that it's bad, and they have curiosity to try it. It will grow another one like you, which is still unstable and typically is not kind of teens that adults want. 

I don't know if you'll read it, but once if you do, the thing I want to say is the same. I miss yourself in your past.





Sincerely yours, 
Anissa Antania Hanjani



Komentar

Postingan populer dari blog ini

The World of Ask.fm

Well, liburan ya? Aku lebih banyak mengisi waktu di rumah buat main game, buka ask.fm, dan ini nanti sore mau ngerjain tugas. It's me, tapi versi malas. Kalau versi rajin, hari ini THR (Tugas Hari Raya hoho...) udah kelar semua kali ya? For me, myself, aku lebih suka buka ask.fm sekarang buat liat orang-orang rada freak yang answer-nya seolah-olah bakalan mati 100 tahun lagi, orang-orang yang saling tebar nasihat, atau sekedar answer gaje teman-temanku. Kalau iseng aku juga bakalan ask seseorang, tapi itu biasanya orang tertentu doang sih, kalau aku ga terlalu kenal macam Dziban, Thariq, Kuntoro, dan Ikal, the popular boys at school, aku nggak mau macam-macam. Bukan karena takut sama mereka (what for, please?), tapi karena aku paling nggak suka mengurusi kehidupan orang lain. Nggak ada untungnya buatku. Hal paling berkesan waktu main ask.fm malah terjadi kemarin. Aku iseng baca-baca answer-nya Muhammad Alvin Faiz, anak Ust. Arifin Ilham, salah satu da'i kondang di Indo...

K.A.M.U.

(Tulisan ini, kali ini mungkin sampah banget karena aku sendiri menganggap topiknya adalah sesuatu yang paling nggak penting dalam hidup. Tentang hati. Tentang perasaan. Tentang aku suka sama seseorang. Namun, tetap aja nggak tahu kenapa sekali ini aku pingin cerita. Semuanya) Adalah suatu kehormatan bisa mengenalmu. Aku senang sekali. Sosokmu adalah yang benar-benar bisa dibilang berbeda, lebih baik, dan lebih menjanjikan di masa depan kelak.  Kamu adalah sisipan topik yang paling sering dibicarakan. Namun, di lain sisi, kamu adalah topik paling tidak penting. Paling menyebalkan. Aku nggak suka pikiranku tiba-tiba teralih hanya untuk menebak-nebak apa yang sedang kamu lakukan, bagaimana keadaanmu, dan lain sebagainya. Layaknya orang normal yang jatuh cinta. Bah, itu menyebalkan. Kita sama-sama sudah besar, pikirkan urusan masing-masing, begitu galakku terhadap bayangan tentangmu. Aku bangga karena bisa berada di sekitarmu. Di lingkaranmu. Namun, di satu sisi aku juga ...

((Hanya)) Sebuah Judul

Beberapa hari yang lalu, ada seorang teman bertanya lewat chat kepadaku seperti ini, "Eh An, lalu gimana si A yang bilang, 'Jangan jadikan Al Qur'an sebagai pedoman mutlak'. Apakah itu benar menurutmu? Atau hanya hoax?". "Aku menawarkan opsi ketiga," jawabku. "Atau hanya belum dimaknai dengan benar?". "Lho An, dari kata-katanya aja sudah salah. Al Qur'an itu pedoman mutlak. Kenapa dia katakan jangan jadikan pedoman mutlak? Ada kata larangan di sana: JANGAN,". "Kamu sudah baca keseluruhan belum? Sudah bertanya apa maksudnya? Kalau kamu bahkan belum tanya apa maksudnya atau bahkan cuma tanya sama aku doang, jangan pernah menyampaikan prasangka. Simpan prasangkamu buat dirimu aja," tanggapku kalem. Ada beberapa alasan mengapa aku berkata seperti itu. Pertama, aku sendiri baru tahu lho kalau si A ini ngomong begitu dan kalau aku sok tahu menanggapinya nanti kalau nggak sesuai maksudnya si A bagaimana? Kedua,...