Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2016

Sensei

Sosok guru sejak kecil nggak pernah jauh-jauh dariku. Sejak playgroup, sebelum Mama datang nungguin aku, Papa sudah nyerahin aku (yang jaman itu ya ampun masih unyu banget) ke guru sampai Mama datang dan aku fine aja. Pas TK, aku sering dipangku sama guru, ditanyain rumahmu di mana, orangtua kerja apa, gitu-gitu (wah, dulu aku unyu banget berarti). Di SD pun sama, kelas 3 SD dulu pernah bantu bikin rapor, sering ngobrol-ngobrol gitu. Kalau kalah lomba ya curhatnya ke guru (itu patah hati pertama yang aku rasain lho, penyebabnya bukan karena cinta-cintaan). SMP yang agak beda, di sana biasa aja sih. Mungkin karena agak beda sama sekolah swasta. Kalau SMA...nggak usah ditanya, aku paling nyaman kalau lagi bareng beliau-beliau. Aku nggak keberatan bantu bikin legger, ngoreksi, dan lain sebagainya. Aku tipe yang dari dulu fine aja apa-apa sama guru, diawasi guru, dan lain sebagainya, toh aku baru dihukum kalau salah. Mungkin itu sebabnya sejak kecil kalau ditanya cita-citamu mau jadi apa,...

Today's Surprise

Semua alumni SMA tahun ini kebanyakan merasa hari ini adalah hari penting. Pengumuman SBMPTN tanggal 28 Juni 2016. Agenda ini menjadi amat sangat penting di rumahku. Aku dan keluargaku memasang timer mundur pengumuman di komputer keluarga. Semua menunggu sehingga rumah terasa hening. Aku menghilangkan deg-degan dengan bermain game, Mama menonton video, Papa tiduran, dan adikku buka Instagram.  Menjelang jam dua, aku harap-harap cemas. Mama dan Papa sudah bersiap di ruang keluarga. Jam dua ketika pengumuman mulai bisa diakses, aku gemas sekali karena servernya penuh.  "Yang ngakses seluruh Indonesia, sih," kata Mama.  "Coba deh, kamu jangan pakai WiFi dulu. Biar kakakmu bisa lihat pengumuman," kata Papa pada adikku.  Grup WA alumni boarding mulai ramai. Erni yang pertama memberi kabar dia lolos jurusan teknik lingkungan Undip. Ulfah belum lolos, fix dia akan meneruskan pendaftaran di Poltekkes.  "Coba kamu minta tolong temanmu bukain, deh,...

Moody

Aku ingat julukan yang secara tidak langsung diberikan Mr. Izz padaku: mood swinger . "Kalau bisa digambarkan, mood kamu itu persis seperti gelombang. Naik turun," ujar Mr. Izz seraya menggambar gelombang di udara saat itu. "Kamu nggak bisa membohongi orang lain tentang apa yang kamu rasain, kamu jujur soal itu. Beda dengan yang lain," Hari ini lagi-lagi aku mengalaminya. Tadi sore saat latihan motor, mood-ku benar-benar bagus sehingga aku bisa fokus ke jalan. Bahkan ketika di Moto GP Assen tadi Valentino Rossi jatuh, aku masih baik-baik saja (padahal aku langsung bad mood biasanya kalau Rossi jatuh). Setelah Moto GP itulah kurasakan mood-ku memburuk, jadi aku pamitan ke Mama Papa, bilang aku tidur duluan. "Aku sedih sekali," kataku untuk memberitahu alasanku tidur duluan. Kalau bukan karena Rossi, lalu? Hubunganku dengan salah satu orang terdekatku sedang tidak baik. Sepertinya orang itu benar-benar marah besar. Padahal sejak sore aku berusaha mi...

My Ramadhan

Puasa tahun ini ada yang sedikit berbeda. Pertama, aku nggak bolak-balik ke Solo buat sekolah (dan aku kangen momen ini pake banget). Kedua, ini puasa pertama tanpa chat-chat dari Yusuf Habibi (dan rasanya suwung banget, yakin, aku kangen).  Ini kali pertama di bulan Ramadhan aku full di rumah tanpa harus pergi ke sekolah. Jadi, waktu luangku lebih banyak. Akhir-akhir ini aku sedang latihan motor, sih. Mr. Izz benar, mengerikan sekali kalau sampai kuliah aku belum bisa bawa motor sendiri. Kabar baiknya, kemajuanku banyak ketimbang dulu-dulu. Mungkin ini karena aku lebih nyadar kalo harusnya aku nggak boleh kebut-kebutan dulu atau mungkin ini efek jarang main game balapan juga kali ya. Plus, aku lebih berani menghadapi jalanan. Aku dulu gampang kaget kalo ada mobil mau belok atau disalip dari kanan. Aku sebenarnya merindukan Ramadhan di Solo, sih. Haha. I'tikaf di Masjid Nurul Huda UNS, beli takjil di pinggir jalan, sahur rame-rame, buka bersama, dan lain sebagainya. Jarang...

Be A True Girl Episode 1: Code

PUSING!!! Hari ini, for real, kepalaku pusing dan perasaanku berantakan. Aku berantem sama seseorang yang buatku serba salah, sih! Apa penyebabnya? Simple saja sebenarnya. Surat. Ketika hampir beres ini masalah, lawan bicaraku mungkin salah menangkap maksudku. Ya ampun, masalahku tambah panjang. Mana bulan puasa lagi. Hadeh. Udah deh, hancur banget hariku hari ini. Kepalaku tambah pusing memikirkannya. Ini juga salahku, ngomongnya macam anak pramuka aja pake kode-kode gitu. Emang rada bener aku ya? But wait, sejak kapan aku jago ngode orang kayak gini? Omaigat, doushite? Doushite?  Hah, jadi begini urusannya. Seharusnya sudah sejak lama aku duduk manis membaca suratnya. Sejak jaman baheula, aku emang paling suka baca surat karena menurutku manusia lebih jujur mengungkapkan segalanya lewat tulisan ketimbang lisan. Termasuk yang satu ini, karena suratnya datang dari orang terdekatku. Hanya saja, suratnya hilang begitu saja dan akhirnya ketemu dalam keadaan luntur kar...

Arigato

Arigato tou mo ichidou tsutaetai yo sotto kimi no soba de... Maafin aku, ya. Melihatmu lagi sebenarnya membuat hatiku lega. Aku tidak bermaksud membuatmu terluka, hanya ingin kau tahu aku kecewa. Bukan berarti melupakan atau bahkan pura-pura lupa, aku hanya merindukan dirimu yang lama. Adakah kau mengingatku barang sekejap saja? Gadis yang selalu kau lindungi itu? Aku hanya ingin kau tahu aku tidak ingin terus-menerus bergantung padamu. Sudah saatnya aku berdiri sendiri, bukan? Kau ingin tahu yang sebenarnya? Aku sangat sangat merindukanmu. Aku ingin mengucapkan rasa terima kasihku padamu sekali lagi, di sebelahmu. Mitarashi Hana

Eksplorasi Kota Kelahiran (1)

What do I think about Ungaran? Delapan belas tahun tinggal di sana...hm, ya menurutku biasa-biasa saja. Ungaran itu kota kecil yang bahkan kadang tidak terlihat di peta. Kudu skala tertentu buat mengetahui letak kota kelahiranku ini di dalam peta. Well, itulah mengapa bagiku biasa-biasa saja.  Namun, pendapat itu patah setelah suatu hari sepulang dari perpustakaan kota aku keliling alun-alun Ungaran. Di alun-alun tersebut, terdapat tiga patung pahlawan kota dengan nama dan keterangannya. Itu membuatku penasaran, jangan-jangan kota yang selalu kuanggap biasa-biasa ternyata punya cerita keren. Ini nih, alun-alun Ungaran. Ada tiga patung pahlawan lokal yang mengelilingi tugu ini dengan sikap siap siaga. Senin, 9 Mei 2016 ketika pulang dari perpustakaan buat menyiapkan SBMPTN, aku memutuskan memulai eksplorasi. Lokasi pertama yang aku datangi adalah Fort de Ontmoeting atau Benteng Fort Willem II. Kenapa namanya Fort Willem II? Alasan simpel yang kutahu adalaaahh...k...

Talk About Marriage

Selasa, 31 Mei 2016 adalah hari yang penuh warna. Selain SBMPTN, ada cerita baru yang kutulis dalam pikiranku. Hari itu untuk pertama kalinya aku membawa seorang teman laki-laki ke rumah. Cuma teman, beneran. Eh, tapi Mama mikir kejauhan. Dipikir kayaknya bentar lagi punya menantu dokter (soalnya temanku itu kuliah di FK semester dua) Aku nggak kaget Mama mikir gitu, meski geli juga, soalnya itu pertama kali aku membawa teman laki-laki ke rumah, plus aku membawanya di usiaku yang dua tahun lagi akan 20 tahun. Wajar aja, sih. Ujung dari kejadian itu adalah...apalagi kalau bukan ngobrolin pernikahan. Meski beda persyaratan, aku dan Mama sama-sama mencari yang terbaik dan hal itu nggak harus sekarang. Bisa jadi jodohku di kampus atau tempat kerja, kan? Mama Papa aja berjodohnya karena dikenalkan. Kemungkinan masih sangat terbuka. Apapun itu, insya Allah bakal jadi yang terbaik, deh. Sekarang mending kuliah dulu aja. Perkaya wawasan dan ilmunya, terus kerja, baru deh nikah. Btw, aku ...

Sebuah Dunia yang Individualis

Apa ya yang hilang dari dunia kita? Banyak banget. Rasa peduli terhadap sesama adalah yang paling luntur di antara semuanya. Bukan, bukan rasa peduli yang ada pas lagi bencana atau apalah itu, ini lebih ke rasa peduli terhadap keberadaan orang lain. Contohnya, seperti yang sudah pernah kusinggung, merokok di tempat umum dan di depan anak-anak, manula, orang sakit, dan ibu hamil. Ada lagi? Menyerobot antrean orang lain, tabrak lari, kebut-kebutan di area perkampungan dengan knalpot yang super bising, menyalakan musik keras-keras, dan lain sebagainya. Lucu banget rasanya melihat fenomena sekarang. Ketika diangkat sebuah kasus berkaitan dengan fenomena yang terjadi di masa kini, kebanyakan orang akan berkomentar dan akan ada beberapa orang yang mengatakan, "Urusin aja hidup masing-masing! Kayak udah jadi yang paling benar aja!" Oke, misalnya ada sebuah meme yang menampilkan fenomena anak-anak yang merokok. Kebanyakan orang akan berkomentar, "Duh, miris ya!", ...

Dear Perokok...

Dear perokok, Apa sih alasan kalian menjadi penghisap? Nikmat? Berasa jantan (buat yang cowok)? Trend jaman sekarang? Whatever, apapun alasan kalian, satu hal yang aku tahu dari rokok adalah RACUN yang membunuh kalian perlahan-lahan dan bikin polusi udara. Merugikan kalian sendiri dan orang lain, mana buang uang-uang lagi. Okelah, terserah kalau kalian bilang aku ikut campur, ngurusin hidup orang lain, atau apapun itu. Aku cuma prihatin dengan kondisi Indonesia sekarang, persis kayak kondisi Amerika Serikat sekitar tahun 1960-an di mana Marlboro Man lagi booming. Rokok bisa ditemukan di mana-mana, bahkan ilustrasi kartun anak-anak di sana pun banyak digambarkan tokoh-tokoh perokok. By the way, Marlboro Man akhirnya meninggal dunia karena rokok yang dihisapnya, lihat deh apa wasiat terakhirnya! Dia malah menyuruh kita menjauhi rokok, padahal dia dulu bintang iklan rokok.  Prihatin ya? Apalagi kalau kalian merokok di tempat umum. Terutama di depan wanita hamil, orang sakit...