Langsung ke konten utama

Dear Perokok...

Dear perokok,

Apa sih alasan kalian menjadi penghisap? Nikmat? Berasa jantan (buat yang cowok)? Trend jaman sekarang? Whatever, apapun alasan kalian, satu hal yang aku tahu dari rokok adalah RACUN yang membunuh kalian perlahan-lahan dan bikin polusi udara. Merugikan kalian sendiri dan orang lain, mana buang uang-uang lagi.

Okelah, terserah kalau kalian bilang aku ikut campur, ngurusin hidup orang lain, atau apapun itu. Aku cuma prihatin dengan kondisi Indonesia sekarang, persis kayak kondisi Amerika Serikat sekitar tahun 1960-an di mana Marlboro Man lagi booming. Rokok bisa ditemukan di mana-mana, bahkan ilustrasi kartun anak-anak di sana pun banyak digambarkan tokoh-tokoh perokok. By the way, Marlboro Man akhirnya meninggal dunia karena rokok yang dihisapnya, lihat deh apa wasiat terakhirnya! Dia malah menyuruh kita menjauhi rokok, padahal dia dulu bintang iklan rokok. 

Prihatin ya? Apalagi kalau kalian merokok di tempat umum. Terutama di depan wanita hamil, orang sakit, manula, dan anak-anak. Asal kalian tahu aja, mereka punya hak buat menghirup udara bersih, eh, malah kalian racuni dengan asap rokok. Yang lebih memprihatinkan, beberapa dari kalian kalau diingatkan malah bilang begini:

"Suka-suka, dong! Ini kan tempat umum!" 
(Justru karena ini tempat umum harusnya lo hargain mereka yang pingin hidup sehat!)

"Gue juga bayar kok, di sini!"
(Nah, mereka juga bayar, kok. Lagian udah ada tulisan DILARANG MEROKOK masih aja ngelakuin)

Untuk kalian yang begini ini, aku nggak bisa ngomong apa-apa selain ini, "Boleh aja kalian ngerokok di tempat umum, tapi please asapnya DITELAN aja. Kasian yang mau jaga kesehatan, terkontaminasi apa yang harusnya cuma merugikan kalian,"

The last, aku pingin banget ngeluarin uneg-uneg yang selama ini kependem setiap ngeliat kalian merokok. Kalian bilang, mau ngerokok atau nggak kalian pasti mati. Hey, kalian ingin mengakhiri hidup kalian dengan cara yang menyakitkan? Okelah, orang mau ngerokok atau nggak pasti bakal mati juga, tapi andai aja kalian mati dengan penyakit-penyakit yang dibawa rokok, kurasa kasian keluarga kalian yang mengurusi penyakit kalian. Keluar banyak uang. Okelah, hari ini kalian bilang tubuh kalian masih oke-oke aja, masih sehat walafiat, tapi gimana 10 tahun ke depan? Atau 20 tahun ke depan? Atau di masa tua kalian? Aku pingin tahu apa kalian masih bisa mengatakan hal yang sama begitu penyakit-penyakit itu menggerogoti kalian.

Masih mau merokok? Coba deh, think again.




Sincerely yours,
Mitarashi Hana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The World of Ask.fm

Well, liburan ya? Aku lebih banyak mengisi waktu di rumah buat main game, buka ask.fm, dan ini nanti sore mau ngerjain tugas. It's me, tapi versi malas. Kalau versi rajin, hari ini THR (Tugas Hari Raya hoho...) udah kelar semua kali ya? For me, myself, aku lebih suka buka ask.fm sekarang buat liat orang-orang rada freak yang answer-nya seolah-olah bakalan mati 100 tahun lagi, orang-orang yang saling tebar nasihat, atau sekedar answer gaje teman-temanku. Kalau iseng aku juga bakalan ask seseorang, tapi itu biasanya orang tertentu doang sih, kalau aku ga terlalu kenal macam Dziban, Thariq, Kuntoro, dan Ikal, the popular boys at school, aku nggak mau macam-macam. Bukan karena takut sama mereka (what for, please?), tapi karena aku paling nggak suka mengurusi kehidupan orang lain. Nggak ada untungnya buatku. Hal paling berkesan waktu main ask.fm malah terjadi kemarin. Aku iseng baca-baca answer-nya Muhammad Alvin Faiz, anak Ust. Arifin Ilham, salah satu da'i kondang di Indo...

K.A.M.U.

(Tulisan ini, kali ini mungkin sampah banget karena aku sendiri menganggap topiknya adalah sesuatu yang paling nggak penting dalam hidup. Tentang hati. Tentang perasaan. Tentang aku suka sama seseorang. Namun, tetap aja nggak tahu kenapa sekali ini aku pingin cerita. Semuanya) Adalah suatu kehormatan bisa mengenalmu. Aku senang sekali. Sosokmu adalah yang benar-benar bisa dibilang berbeda, lebih baik, dan lebih menjanjikan di masa depan kelak.  Kamu adalah sisipan topik yang paling sering dibicarakan. Namun, di lain sisi, kamu adalah topik paling tidak penting. Paling menyebalkan. Aku nggak suka pikiranku tiba-tiba teralih hanya untuk menebak-nebak apa yang sedang kamu lakukan, bagaimana keadaanmu, dan lain sebagainya. Layaknya orang normal yang jatuh cinta. Bah, itu menyebalkan. Kita sama-sama sudah besar, pikirkan urusan masing-masing, begitu galakku terhadap bayangan tentangmu. Aku bangga karena bisa berada di sekitarmu. Di lingkaranmu. Namun, di satu sisi aku juga ...

((Hanya)) Sebuah Judul

Beberapa hari yang lalu, ada seorang teman bertanya lewat chat kepadaku seperti ini, "Eh An, lalu gimana si A yang bilang, 'Jangan jadikan Al Qur'an sebagai pedoman mutlak'. Apakah itu benar menurutmu? Atau hanya hoax?". "Aku menawarkan opsi ketiga," jawabku. "Atau hanya belum dimaknai dengan benar?". "Lho An, dari kata-katanya aja sudah salah. Al Qur'an itu pedoman mutlak. Kenapa dia katakan jangan jadikan pedoman mutlak? Ada kata larangan di sana: JANGAN,". "Kamu sudah baca keseluruhan belum? Sudah bertanya apa maksudnya? Kalau kamu bahkan belum tanya apa maksudnya atau bahkan cuma tanya sama aku doang, jangan pernah menyampaikan prasangka. Simpan prasangkamu buat dirimu aja," tanggapku kalem. Ada beberapa alasan mengapa aku berkata seperti itu. Pertama, aku sendiri baru tahu lho kalau si A ini ngomong begitu dan kalau aku sok tahu menanggapinya nanti kalau nggak sesuai maksudnya si A bagaimana? Kedua,...