Postingan ini terinspirasi oleh tulisan salah seorang wartawan yang benar-benar sangat beruntung bisa mewawancarai Arashi saat mereka mengadakan konser Dream A Live di beberapa negara di Asia. Ini tentang bagaimana Arashi (bisa-bisanya) "menghancurkan" seluruh idol lain yang pernah kusukai dan membuatku dengan mudahnya move on dari K-Pop tanpa beban sedikit pun. Yeah, once they get your soul, soul, you'll never come back, I guarantee it . Ini terjadi kepadaku dan banyak orang yang dulunya nggak suka boyband dan idol group . First thing first, aku tipikal orang yang inkonsisten ketika menyangkut musik. Adikku suka ini, aku ikut-ikutan. Teman lagi suka ini, aku ikut-ikutan. Namun, begitu mengenal Arashi pada 2014 ( to be exact, ketika liburan SMA), aku menandai mereka dan mengatakan, "Ah, ini lho! Musikku banget! Ini musikku!". Sejak saat itu, aku yang inkonsisten ini berubah 180 derajat. Dulu, aku rajin mengganti-ganti playlist yang ada di ponsel karena bosa...