Postingan ini terinspirasi oleh tulisan salah seorang wartawan yang benar-benar sangat beruntung bisa mewawancarai Arashi saat mereka mengadakan konser Dream A Live di beberapa negara di Asia. Ini tentang bagaimana Arashi (bisa-bisanya) "menghancurkan" seluruh idol lain yang pernah kusukai dan membuatku dengan mudahnya move on dari K-Pop tanpa beban sedikit pun. Yeah, once they get your soul, soul, you'll never come back, I guarantee it. Ini terjadi kepadaku dan banyak orang yang dulunya nggak suka boyband dan idol group.
First thing first, aku tipikal orang yang inkonsisten ketika menyangkut musik. Adikku suka ini, aku ikut-ikutan. Teman lagi suka ini, aku ikut-ikutan. Namun, begitu mengenal Arashi pada 2014 (to be exact, ketika liburan SMA), aku menandai mereka dan mengatakan, "Ah, ini lho! Musikku banget! Ini musikku!". Sejak saat itu, aku yang inkonsisten ini berubah 180 derajat. Dulu, aku rajin mengganti-ganti playlist yang ada di ponsel karena bosan. Sejak bertemu Arashi, aku tidak pernah menghapus satu pun lagu mereka dari ponselku. Bahkan, lagu yang mungkin sudah 10-15 kali kudengarkan pun akan tetap kuputar tanpa jenuh. Bukannya dihapus, koleksi lagu Arashi yang kupunya semakin banyak seiring waktu. Mulai dari single debut A.RA.SHI sampai Tsunagu. Mulai dari album debut Arashi No. 1 Ichigou: Arashi wa Arashi wo Yobu sampai Are You Happy?. Ini pertama kalinya aku berinisiatif mencari sendiri lagu-lagu terbaru idol group yang kusukai. Padahal dulu biasanya aku bergantung kepada adik atau temanku. Pokoknya kalau mereka punya, aku minta.
- Their songs are such inspiration
- They are original
- Work hard, play hard
Ini adalah alasan pertama dan utama mengapa aku menyukai Arashi. Mereka hadir di saat yang tepat, yakni ketika aku benar-benar butuh motivasi untuk menghadapi OSN Geografi. Ketika liburan itu, simply, aku butuh motivasi yang bisa membuatku semangat mengejar OSN and here comes Arashi, dengan lagu-lagu inspiratifnya. Hero, Sakura Sake, Wild at Heart, Believe, Happiness, Fight Song, Kaze no Mukou e, dan A.RA.SHI adalah lagu-lagu pertama mereka yang kudengarkan dan pas sekali ternyata lagu-lagu itu liriknya inspiratif (terutama Hero, Kaze no Mukou e, dan Akashi yang jadi soundtrack Olimpiade).
Sedikit-banyak, ini mengingatkanku kepada pertanyaan Mama semalam, "Kamu suka Arashi memang tahu makna liriknya?".
"Tahu lah!" jawabku bangga. "Aku nggak mau nyanyi-nyanyi tanpa tahu maknanya. Biasanya aku langsung cari lirik yang udah diterjemahkan ke bahasa Inggris, bahkan ada juga koleksi yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Itu lho kenapa aku bilang mereka inspiratif: karena aku menangkap pesan mereka,".
Ketika mendengarkan lagu, aku akan selalu mencari terjemahannya jika lagu itu berbahasa asing. Tak terkecuali Arashi. When I firstly knew them, aku kagum betapa inspiratifnya lirik lagu mereka. Lewat lagu, mereka mengajarkanku untuk terus menatap masa depan, melakukan yang terbaik yang kubisa, memanfaatkan masa muda, mengejar mimpi dan harapan, bekerja keras, menjadi diri sendiri, dan percaya kepada kekuatan yang kupunya, dan percaya ada kekuasaan di luar kemampuanku (ada di dalam lagu Power of The Paradise, sedikit-banyak aku merasa Arashi cukup religius juga). Arashi banyak mengajarkanku nilai-nilai kehidupan lewat lagu mereka.
Selain itu, jika lagu mereka romantis, Arashi tidak pernah menekankan romansa berlebih seperti kebanyakan lagu pop lainnya. Mereka simply memuji pasangan mereka di lagu dengan kata-kata yang sederhana dan elegan. To the top of all, mereka mengajak pasangan mereka untuk membangun masa depan bersama-sama, bukan sekadar dibuai cinta di negeri khayalan. Cocok untukku yang targetnya langsung serius ke pernikahan, hahaha. The rest, ketika lagu-lagu itu funky-romantic, nada-nadanya terdengar catchy meski liriknya nggak dalam (dan aku mendengarkannya untuk selingan).
Dengan lagu-lagu seperti itu, nggak heran Arashi begitu dicintai dari kalangan anak-anak sampai kakek-nenek. Ada nenek-nenek yang datang ke konser Arashi dan usianya udah 80 tahun, kurang lebih seusia buyutku hahaha, dan berkata akan terus ke konsernya hingga usianya 120 tahun. Nenek-nenek ada juga yang pernah curhat ke mereka tentang betapa sulitnya dapat tiket konser mereka dan pingin nonton konser mereka sekali saja. Para orangtua di Jepang juga merasa secure kalau anak-anak mereka ngefans sama Arashi. Tidak hanya di Jepang, sih. Waktu lihat akun LiveJournal Arashindo Forum (fanbase Arashi di Indonesia), ada ibu-ibu yang komentar bahwa satu keluarganya adalah fans Arashi. Suaminya menyukai Arashi, begitu juga anak-anaknya. Ibu itu merasa secure banget karena Arashi menjadi inspirasi anak-anaknya buat terus belajar. Kurang lebih begitu katanya.
Lagu-lagu Arashi juga banyak di-request oleh radio-radio di Jepang saat gempa Tohoku 2011. Aku pernah baca berita yang menyebutkan bahwa request lagu Arashi, terutama yang Believe, mencapai setidaknya 50%.
Keren? Bukan itu aja lho yang buat mereka keren menurutku.
-They are original-
Sedikit banget boyband dan idol group kekinian yang mau tampil apa adanya dengan perut one-pack system, baju biasa, muka asli tanpa operasi plastik, dan badan bersih dari tato. Arashi adalah sedikit dari mereka yang seperti itu. Mereka nggak ganteng-ganteng amat (dan aku suka mereka bukan karena tampilan wajah). Badan mereka nggak bagus-bagus amat (Nino yang one-pack system, Sho yang sloppy shoulder alias nadegata, dan Ohno yang kulitnya selalu gosong karena keseringan memancing, haha). Mereka tidak melakukan perawatan khusus terhadap badan dan muka mereka. Pakaian mereka biasa-biasa saja. Badan mereka bersih dari tato. Daripada cowok-cowok yang berusaha terlihat badass dan cool, aku lebih suka mereka yang tampil sopan dan rapi. Arashi is the perfect example for that. Mereka nggak menutupi kekurangan tubuh secara maksimal dan pede untuk menampilkannya di televisi nasional. Good-looking face and great body toh bisa hilang seiring bertambahnya usia, tetapi tidak dengan remarkable personality.
Selain penampilan mereka yang original, mereka memiliki ciri khas sendiri yang membuat Arashi adalah Arashi. Yeah, most of their songs are written by others, tetapi mereka menaruh ciri khas Arashi mereka sehingga kesannya, "Oh, itu Arashi,". Sho misalnya yang terkenal dengan Sakurap. Para fans bisa tahu itu rap khasnya karena ada identitas selain vokal yang membedakan Sakurai Sho dengan yang lain.
Selain lagu, konser Arashi adalah identitas yang membedakan mereka dengan idol group lain. Mastermind-nya siapa lagi kalau bukan MatsuJun. Berbagai stage disajikan di sana, mulai dari Johnny's Moving Stage (karya MatsuJun yang paling fenomenal), stage naik-turun, sliding stage, lifter warna-warni, dan lainnya. Beberapa stage ada juga yang dirancang khusus seperti flying stage yang dipakai untuk konser Blast in Miyagi. Stage tersebut ada agar Arashi dengan mudah menyapa fans mereka. Oh, jangan lupakan ide Arashi untuk menyanyi di ketinggian ketika konser Anniversary 5x10, balon-balon, dan kembang apinya. Thanks to MatsuJun dan bakatnya untuk membuat konser yang tak terlupakan, konser Arashi merupakan salah satu yang wajib dikunjungi ketika sedang berada di Jepang (if you are lucky enough to get the ticket because it is extremely insane).
Di luar lagu, konser, dan segala aktivitas mereka, Arashi is so humble and down-to-earth, meski mereka adalah national idol group. Ketika gempa Tohoku terjadi pada 2011, Arashi yang menjadi duta pariwisata Jepang meminta bantuan dari banyak pihak dan tetap menawarkan the beauty of Japan. Mereka membatalkan konser mereka untuk menghemat listrik nasional dan sebagai gantinya mereka mengadakan Arashi no Waku Waku Gakkou (yang sekarang menjadi acara tahunan) di mana mereka berperan sebagai guru yang mengajarkan pesan positif kepada anak-anak.
Untuk membantu beberapa daerah yang masih rekonstruksi pasca gempa, Arashi menggelar konser Blast in Miyagi yang pendapatannya disumbangkan untuk membantu rekonstruksi. Ketika bencana berhenti mereka juga mengunjungi daerah-daerah tersebut dan menyanyikan beberapa lagu di sana.
Bahkan, dikisahkan tak lama setelah bencana terjadi MatsuJun memberikan secara cuma-cuma sebuah kartu prabayar di sebuah sekolah di Miyagi, beserta pesan pribadi darinya, agar murid-murid tetap bisa membeli buku untuk bersekolah.
Huft, meski terkenal sebagai DoS, MatsuJun adalah orang yang paling sentimental dan lembut hatinya. Jadi terharu.
To sum it all, Arashi benar-benar original, baik penampilan maupun kepribadian. Mereka tidak malu-malu untuk bergabung dalam lelucon yang dibawakan para komedian dan tampil apa adanya di konser, serta memiliki kepribadian yang sangat manusiawi sebagai idol. Tanpa adanya kepribadian tersebut, mereka tidak dapat mempertahankan eksistensi selama hampir 18 tahun ini dan disukai semua kalangan.
Keren? Ada satu hal lagi yang harus kalian ketahui tentang betapa kerennya mereka.
-Work hard, play hard-
Bukan rahasia lagi sebagai seorang idol mereka memiliki jadwal yang amat padat, baik project berkelompok maupun individu. Mereka memiliki dua variety show yang tayang baik secara nasional (Arashi ni Shiyagare) maupun internasional (VS Arashi yang udah ditayangin di Singapura dan Australia). Belum lagi kalau mereka akan merilis single atau album baru. Belum lagi konser tahunan mereka. Belum lagi kalau mereka diundang untuk menyanyi di acara-acara tertentu. Belum ditambah project individu seperti syuting drama, film, iklan, menjadi MC, dan pemotretan majalah. Apalagi kalau itu Sakurai Sho yang juga merangkap sebagai newscaster di acara News Zero. Mereka benar-benar sibuk. Namun, di balik kesibukannya kita juga melihat betapa play hard-nya mereka, terutama kalau di acara variety show seperti VS Arashi dan Arashi ni Shiyagare yang banyak menyajikan guyonan. Arashi mati-matian memenangkan game yang disajikan di dua acara tersebut, tetapi juga dengan candaan mereka yang khas.
Meski dengan jadwal sesibuk itu, mereka tetap punya waktu untuk rehat (kecuali Sho yang selalu kelihatan sibuk, haha) dan berkumpul dengan teman dan keluarganya. Sho masih sering berkumpul dengan teman-teman yang ia miliki sebelum tenar. Nino masih menyempatkan waktu untuk mengantar ibunya, mengurus kura-kura hadiah dari MatsuJun, dan bermain game seharian di rumah (since dia adalah certified gamer, haha). Ohno masih punya waktu untuk memancing dan berkumpul dengan orangtuanya. Aiba masih punya waktu mengurus anjing, kucing, dan burung kakatuanya. MatsuJun masih sempat jalan-jalan ke New York untuk sekadar menonton musikal di Broadway. This is what people need. Pekerjaan tidak boleh sampai menyita waktu untuk bersenang-senang. Work hard, play hard.
Satu hal lagi yang membuat Arashi dikagumi adalah mereka work hard, bukan work harsh. It is obvious dengan project individu masing-masing mereka bisa saja rebutan untuk menjadi member terpopuler. But, no, Arashi will never do such things.
Ketika single I seek/Daylight rilis, banyak orang yang ramai memperbincangkannya karena masing-masing lagu tersebut dibuat untuk project individual anggota Arashi. Lagu I seek untuk original soundtrack drama Sekaiichi Muzukashi Koi yang dimainkan Ohno Satoshi, sementara Daylight adalah original soundtrack drama 99.9 milik MatsuJun. Kedua drama tersebut diputar di season yang sama, seakan sengaja membentur-benturkan dan membandingkan mana yang terbaik di antara akting Ohno dan MatsuJun. Apakah mereka berebut limelight dan menunjukkan siapa yang terbaik? Nope. Mereka diberi waktu masing-masing untuk mempromosikan dramanya. Drama MatsuJun dipromosikan oleh Sho dalam VS Arashi, sementara Ohno diberi kesempatan mempromosikan dramanya dalam acara The Music Day seusai Arashi menampilkan I seek.
Selain itu, ada juga kisah Sho yang menyapa MatsuJun saat sedang syuting. Keduanya saat itu memiliki project drama masing-masing. Sho dengan Nazotoki wa Dinner no Ato de, MatsuJun dengan Lucky Seven. Ruang syuting mereka bahkan bersebelahan. Namun, Sho selalu menyempatkan waktu menyapa MatsuJun yang sedang syuting tanpa meributkan akting siapa yang lebih baik. Di suatu waktu Sho yang menghampiri MatsuJun untuk membagi permen yang dia punya malu karena blak-blakkan menyapa MatsuJun ketika dia masih mengenakan kostum butler Kageyama-nya (kan dia perannya jadi butler di Nazodi, hihi).
"Di sana kan ada Nanako Matsushima juga kan, uh aku malu sekali semua cast Lucky Seven menatapku sementara aku masih mengenakan kostum butler. Mereka pasti berpikir, 'Siapa sih orang idiot berkostum butler ini?'," kisah Sho diikuti tawa lainnya dalam VS Arashi.
Overall, mereka sangat suportif satu sama lain tanpa menonjolkan diri masing-masing (even MatsuJun mengaku dirinya masih merasa terbebani ketika orang bilang dialah yang mengangkat nama Arashi lewat perannya dalam Hana Yori Dango). Mereka tidak ragu mempromosikan project individual masing-masing member. Bukannya merasa bangga, mereka semakin rendah hati dan berkata bahwa tanpa Arashi mereka bukan apa-apa.
Um, ada satu poin bonus yang menjadi alasan mengapa mereka benar-benar keren.
-They are a role model of working in group-
Selama hampir 18 tahun eksis di jagad entertainment, Arashi belum pernah bertengkar satu sama lain. Satu rahasia Arashi dapat mempertahankan kesuksesan ini adalah dengan satu peraturan yang sudah banyak dikenal: bagaimana pun kesalnya satu member dengan yang lain, mereka harus selalu makan bersama. Dengan begitu mereka dapat menyelesaikan permasalahan bersama-sama. Selain itu, mereka adalah contoh grup yang demokratis dalam penyelesaian permasalahannya. Sang leader, Ohno, baru akan mengambil keputusan ketika permasalahan sudah dalam keadaan deadlock. Karena mereka telah mengalami bagaimana rasanya berada di titik terendah bersama (saat mereka bahkan tidak berhasil menjual satu CD pun), secara psikologis mereka disatukan dan tersadar bahwa mereka harus bergantung satu sama lain untuk sukses bersama-sama.
Selain itu, member Arashi saling peduli satu sama lain. Sho yang selalu bilang untuk menjaga member lain baik-baik kepada kru produksi ketika mereka ada syuting untuk drama. Nino yang langsung membungkuk minta maaf ketika Aiba terlambat karena alergi serbuk bunga. Nino yang lebih memilih kembali kepada Arashi ketika dunia entertainment Hollywood terbuka lebar untuknya setelah syuting Letters From Iwo Jima. Sho yang selalu menemani MatsuJun rapat malam-malam dengan kru produksi konser. Aiba yang melindungi Nino ketika ada properti jatuh di acara VS Arashi. Ohno dan Nino yang bersorak-sorak sebagai fans Aiba ketika dia tampil solo untuk konser The Digitalian. Ohno dan Sho yang memarahi Aiba kalau dia mulai memaksakan diri ketika sakit. MatsuJun yang selalu menangis ketika terkenang masa-masa sulit. Empat member Arashi yang mati-matian mempertahankan Aiba yang diancam dikeluarkan dari agensi ketika terkena skandal dengan mantan pacarnya. Well, there are many moments that show how they care for each other, yang kalau ditulis di sini semua bisa pegal tanganku.
Arashi secara terbuka mengakui kekurangan mereka, berkata bahwa mereka bukanlah penyanyi maupun dancer terbaik, tetapi secara kolektif tetap memberikan kelebihan masing-masing untuk saling menutupi kekurangan. They are such a selfless person in individual, sehingga fans tahu bahwa menyukai Arashi berarti mencintai semua member karena kehilangan satu member saja akan membuat Arashi berbeda dari yang sekarang.
Banyak majalah yang me-review Arashi sebagai contoh idol group dan bagaimana seseorang seharusnya bekerja dalam sebuah kelompok. Untuk mempertahankan sebuah idol group selama hampir 18 tahun di pasar hiburan bukan merupakan hal yang mudah. Satu sentakan skandal saja, entah itu group maupun individu, bisa memengaruhi semuanya. Arashi sadar akan hal itu.
All in all, inilah mengapa aku bisa jatuh hati kepada mereka selama 3 tahun. Arashi is such an inspiration in many things and their personalities are remarkable.
Yours,
Anissa Antania Hanjani

Asli sih emang arashi itu idol ter-apa adanya lah. Sukak sama mereka. Lagu mereka sangat2 memotivasi (terutama 5x10) yg tiap denger selalu mewek.
BalasHapusAsli sih emang arashi itu idol ter-apa adanya lah. Sukak sama mereka. Lagu mereka sangat2 memotivasi (terutama 5x10) yg tiap denger selalu mewek.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusgive me time to cry now... baru ketemu cerita fans Arashi yang hampir sama kayak aku :')
BalasHapusGimana arashi membawa dampak ke pribadi sesorang menjadi konsisten, bersemangat dan terpatri di setiap hati para fans
Quoting dari tulisan km pas ikut OSN, aku juga alami hal yang sama pas lomba LKS.. maju tanpa gentar diiringi Yume no Kakeru yang baru rilis sehari sebelumnya. Dan aku juga selalu menuhin tracklist dengan Arashi dari jaman jebot , gak diapus-apus di hp. Damn, they're so addicting !
Btw Arashi udah umumin masa hiatusnya, so keep on faith to make storm!