Langsung ke konten utama

A Talk About Being Single

"Ma, temanku ada yang pacaran," kataku bersungut ketika kami berkumpul di ruang keluarga.

"Memang kenapa? Ya sudah, kan? Pacaran kan nggak boleh," ujar Mama.

"Err...nggak sih, Ma, aku berasa makin jomblo aja," Aku menghela napas. Juli ini memang membuat status single yang kusandang semakin terasa. Bulan ini sudah datang ke resepsi pernikahan, dengar kabar pernikahan seseorang, dan sekarang ditambah ini.

"Ya, nggak apa-apa kan? Nikmati aja hidupmu. Tunjukkan dong kalau kamu bahagia,".

"Aku juga nggak nganggep cowok itu penting sih sekarang. Saat ini cuma sepersepuluh aja porsi cowok dalam kehidupanku. Lagi asyik tanpa cowok," Aku merekatkan ibu jari dan telunjukku untuk menunjukkan seberapa kecilnya. "Cuma yah...bisa nggak ya aku menemukan Mr. Right suatu saat nanti?".

Terkadang aku geli sendiri memikirkan masa depan, terutama jika itu menyangkut calon teman hidup kelak. Sudah setahun ini aku tidak lagi merasakan perasaan yang membuatku berputar bagai roller coaster yang kunaiki tadi siang. Biasa saja. Aku malah asyik dengan buku-buku yang terhampar di perpustakaan. Merekalah teman kencanku sekarang, bukannya cowok. I know that I can't have a so-called love relationship without a sacred bound because it is illegal in what I belief. Aku tahu itu dengan baik.

Namun, ketika orang bertanya, "Kenapa sih kamu nggak pacaran?" aku nggak mau menjawab hanya sekadar haram. Nope. Ini menjadi pilihanku bukan hanya sekadar haram-haram saja (karena aku juga bukan anggota laskar yang dengan mudahnya bilang halal-haram). Ini lebih daripada masalah halal-haramnya.

Buatku, menyandang status single saat ini membuatku lebih nyaman. Aku tidak diikat oleh sebuah status yang melarangku dan membolehkanku ini dan itu. Aku jauh lebih bebas. I use my own money to buy what I want, I do what I want, I go wherever I want. Itu yang membuatku bahagia. Aku tidak diharuskan membelikan sesuatu untuk kencan setiap harinya, tidak perlu mengorbankan waktu belajarku untuk menjawab chat yang hanya bertuliskan I love you, dan tidak juga menangisi hal-hal yang sebenarnya sama sekali nggak perlu ditangisi. Waktuku tidak juga terbuang untuk memikirkan seseorang yang bahkan belum tentu menjadi milikku di masa depan. 

I am fine even without a man, right now. Aku punya lebih banyak waktu untuk kuhabiskan dengan keluargaku, punya lebih banyak waktu luang untuk melakukan hobiku, dan yang jauh lebih penting adalah waktu tidak mengikatku untuk menangis dan tertawa untuk seseorang yang kehadirannya hanya beberapa bulan atau tahun saja. 

As a human being and a woman, aku tentunya akan jatuh cinta kepada seseorang, tetapi sekarang bukanlah saat yang tepat untuk cinta-cintaan receh yang kelak hanya akan jadi banyolan. I live my life seriously, karena waktu tidak akan pernah terulang lagi. Aku tidak akan membuang waktuku untuk hal-hal yang tidak perlu. Hidup hanya sekali, loving a stranger forever is also for once in a life time. Itu prinsipku.

Kelak, akan ada suatu saat di mana aku akan melabuhkan kapalku di sebuah dermaga untuk selamanya. Entah kapan usiaku ketika saat itu tiba. Meski aku menargetkan untuk menikah di usia 23 tahun, bisa saja aku tidak melakukannya dan masih asyik mengejar pendidikan dan karir setinggi-tingginya.

Namun, tetap saja aku menantikannya dengan hati berdebar. 

Ini akan sedikit sulit karena aku seorang wanita yang banyak pertimbangan mengenai kriteria Mr. Right, tetapi...suatu saat pasti akan ada saatnya. Kalau sudah jodoh, tidak akan ke mana-mana kok meski ke ujung dunia.

* * *

Google Play memutarkan lagu favoritku malam ini. Dengan perasaan damai, aku menyanyikannya sembari membayangkan seperti apa masa depan yang menungguku di ujung sana.

Umareru mae kara shitteita you na / Rasanya aku sudah mengenalmu bahkan sebelum kita lahir
Yasuragu kimi to fui ni de atta / Aku tiba-tiba bertemu denganmu yang membuatku begitu nyaman
Seikaku mo shumi mo maru de chigatteita kedo / Kepribadian dan hobi kita benar-benar berbeda
Bukiyou na gurai sunao na kimi mabushikatta / Kamu, yang begitu jujur dan polos, benar-benar mempesona
Moshimo shiro ka kuro ka kimeta tobira hiraku hi ga kitemo / Jika datang suatu hari di mana kau harus memilih pintu hitam atau putih untuk dibuka
Kumori no nai omoi ga mou kagi wo sono te ni nigiraseteru yo / Perasaanmu yang jernih membuat kuncinya akan segera berada di tanganmu

Tatoeba dareka ga kimi wo madowase meikyuu ni mayoi kondemo / Misalnya, ketika seseorang membawamu ke labirin dan kau tersesat di sana
Boku ga kitto sono te wo tsuyokku hiku yo / Aku akan menggenggam tanganmu dengan kuat dan membawamu kembali
Mirai ni tsudzuku pazuru wo hitotsu zutsu awasete yuku / (Kita) menyusun bersama puzzle yang terus berlanjut di masa depan
Dare yori zutto / Karena jauh lebih lama dari siapapun
Kagayaku kimi wo boku wa shitteru kara / Aku sudah mengenalmu yang begitu bersinar

Itsushika bokura mo heiki na kao shite / Sejak kita saling menjaga penampilan tenang masing-masing
Hitonami magire iki hisometeta / Menyangkal perasaan "pantas" dengan menahan napas kita
Fuan na yoru wo futari ikutsu mo akashita / Kita berdua menyingkap malam-malam yang menggelisahkan
Ima koushite shinjiru mo no kizami tsukete / Sekarang, kita akan mengukir hal-hal yang kita percayai bersama
Tabun donna ni tooku hanaretete mo nami no you ni todoku / Mungkin tak peduli seberapa jauhnya terpisah, kita akan selalu terhubung bagaikan ombak
Fushigi na hodo tsunagatte ru bokura ni riyuu mo yakusoku mo nai / Terhubung secara misterius, kita tidak memerlukan alasan atau janji apapun

Tatoeba dokoka de kimi ga tsumazu ki kuyashisa ni taeteru nara / Misalnya, ketika kau tersandung di suatu tempat, jika kau menderita karena frustasi
Boku ga kitto sono te wo tsuyoku nigirou / Aku pasti akan menggenggam tanganmu dengan erat
Kiri no naka no mirai dakedo kesshite mi ushinawanai yo / Meski masa depan kita tertutup di balik kabut, kita tidak akan pernah tersesat
Donna toki demo massugi ni kimi wo boku wa miteru kara / Karena aku akan selalu menatapmu dengan lurus

Aoku hikaru musuu no piisu kimi wo egaiteku / Sejumlah puzzle biru yang tidak terhitung menyusun, menggambarkan dirimu

Umareru mae kara shitteita you na / Rasanya aku sudah mengenalmu bahkan sebelum kita lahir

Always with you / Selalu bersamamu

Tatoeba dareka ga kimi wo madowase meikyuu ni mayoi kondemo / Misalnya, ketika seseorang membawamu ke labirin dan kau tersesat di sana
Boku ga kitto sono te wo tsuyokku hiku yo / Aku akan menggenggam tanganmu dengan kuat dan membawamu kembali
Mirai ni tsudzuku pazuru wo hitotsu zutsu awasete yuku / (Kita) menyusun bersama puzzle yang terus berlanjut di masa depan
Dare yori zutto / Karena jauh lebih lama dari siapapun
Kagayaku kimi wo boku wa shitteru kara / Aku sudah mengenalmu yang begitu bersinar

"Fiuh, romantis sekali," gumamku. "Aku menginginkan lagu ini kelak di pernikahanku,".

Ya, suatu saat aku pasti akan menemukan seseorang yang dapat kunyanyikan lagu ini.


Yours,
Anissa Antania Hanjani

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The World of Ask.fm

Well, liburan ya? Aku lebih banyak mengisi waktu di rumah buat main game, buka ask.fm, dan ini nanti sore mau ngerjain tugas. It's me, tapi versi malas. Kalau versi rajin, hari ini THR (Tugas Hari Raya hoho...) udah kelar semua kali ya? For me, myself, aku lebih suka buka ask.fm sekarang buat liat orang-orang rada freak yang answer-nya seolah-olah bakalan mati 100 tahun lagi, orang-orang yang saling tebar nasihat, atau sekedar answer gaje teman-temanku. Kalau iseng aku juga bakalan ask seseorang, tapi itu biasanya orang tertentu doang sih, kalau aku ga terlalu kenal macam Dziban, Thariq, Kuntoro, dan Ikal, the popular boys at school, aku nggak mau macam-macam. Bukan karena takut sama mereka (what for, please?), tapi karena aku paling nggak suka mengurusi kehidupan orang lain. Nggak ada untungnya buatku. Hal paling berkesan waktu main ask.fm malah terjadi kemarin. Aku iseng baca-baca answer-nya Muhammad Alvin Faiz, anak Ust. Arifin Ilham, salah satu da'i kondang di Indo...

K.A.M.U.

(Tulisan ini, kali ini mungkin sampah banget karena aku sendiri menganggap topiknya adalah sesuatu yang paling nggak penting dalam hidup. Tentang hati. Tentang perasaan. Tentang aku suka sama seseorang. Namun, tetap aja nggak tahu kenapa sekali ini aku pingin cerita. Semuanya) Adalah suatu kehormatan bisa mengenalmu. Aku senang sekali. Sosokmu adalah yang benar-benar bisa dibilang berbeda, lebih baik, dan lebih menjanjikan di masa depan kelak.  Kamu adalah sisipan topik yang paling sering dibicarakan. Namun, di lain sisi, kamu adalah topik paling tidak penting. Paling menyebalkan. Aku nggak suka pikiranku tiba-tiba teralih hanya untuk menebak-nebak apa yang sedang kamu lakukan, bagaimana keadaanmu, dan lain sebagainya. Layaknya orang normal yang jatuh cinta. Bah, itu menyebalkan. Kita sama-sama sudah besar, pikirkan urusan masing-masing, begitu galakku terhadap bayangan tentangmu. Aku bangga karena bisa berada di sekitarmu. Di lingkaranmu. Namun, di satu sisi aku juga ...

((Hanya)) Sebuah Judul

Beberapa hari yang lalu, ada seorang teman bertanya lewat chat kepadaku seperti ini, "Eh An, lalu gimana si A yang bilang, 'Jangan jadikan Al Qur'an sebagai pedoman mutlak'. Apakah itu benar menurutmu? Atau hanya hoax?". "Aku menawarkan opsi ketiga," jawabku. "Atau hanya belum dimaknai dengan benar?". "Lho An, dari kata-katanya aja sudah salah. Al Qur'an itu pedoman mutlak. Kenapa dia katakan jangan jadikan pedoman mutlak? Ada kata larangan di sana: JANGAN,". "Kamu sudah baca keseluruhan belum? Sudah bertanya apa maksudnya? Kalau kamu bahkan belum tanya apa maksudnya atau bahkan cuma tanya sama aku doang, jangan pernah menyampaikan prasangka. Simpan prasangkamu buat dirimu aja," tanggapku kalem. Ada beberapa alasan mengapa aku berkata seperti itu. Pertama, aku sendiri baru tahu lho kalau si A ini ngomong begitu dan kalau aku sok tahu menanggapinya nanti kalau nggak sesuai maksudnya si A bagaimana? Kedua,...