Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

A Useless Wish

Harusnya sejak awal aku sudah tahu ini sia-sia. Benar-benar bodoh sekarang berharap pada sesuatu yang sia-sia.  "TAHU TIDAK? Dari dulu aku berusaha menunjukkan siapa dia sebenarnya ke kamu dan kamu nggak pernah percaya!" Ya, maafkan aku karena itu. Karena aku tidak percaya. Karena dulu aku dininabobokkan dongeng-dongeng itu. Karena aku terlalu banyak berkhayal, memikirkan mimpi-mimpi kosong. Kamu benar. Aku sudah mengharapkan sesuatu yang sia-sia sejak awal. Kau berusaha membuka mataku, tapi tetap saja mataku tertutup. Kini mataku sudah sepenuhnya terbuka untuk menyadari kebenaran ucapanmu. Bahwa sia-sia mengharapkan dia kembali kepada kita.  Maaf, maaf sekali lagi. Seharusnya pilihan itu jatuh ke orang yang tepat, bukan dia. Anehnya aku tidak pernah kapok melakukannya. Ya ampun... Mitarashi Hana