Langsung ke konten utama

Corat-Coret Juli

Holaaa...aduh, blog-ku mulai ga keurus gegara keasyikan main Tumblr. 

Firstly, thanks buat compliment beberapa orang tentang perubahan penampilanku. Actually, that was the hardest thing I did for myself. Yes, haha...belajar jadi cewek beneran susah banget. Ini seleranya baru agak bagus pas Juni kemarin aku milihin kado anniversary buat Mama and Papa dan kado ultahnya adikku yang endut (padahal aku yang endut, tapi entah kenapa aku ga sadar diri juga, wkwk) karena kemarin aku ngado mereka baju-baju, kan udah mendekati lebaran, trus jadi bisa belajar juga gimana sih harusnya jadi cewek. Trus, pas kapan gitu sebelum bulan Ramadhan, Mama ngajak ke dokter kulit. Sama dokter dikasih macem-macem, ada cleanser, sabun cuci muka, krim pagi, dan krim malam. Sumpah pertama kali pegang benda-benda begituan aku langsung cengoh, jadi cewek ribet amat ya, wkwk. Selain itu, dokter bilang kudu diet cokelat. Ya ampun, itu susah banget maahh...delapan belas tahun nggak bisa hidup tanpa cokelat kok disuruh diet cokelat. Besides that, aku insya Allah mulai rutin jogging tiap pagi. Nggak tahan dibilang gendut terus sama orang-orang di rumah, wkwk.

Oke, kalo bisa diurutin sih...hal yang paling sulit itu pertama diet cokelat, kedua jogging (karena ga pernah olahragaaaa...makanya aku dibilang paus besar sama adikku gegara ga banyak gerak, wkwk), ketiga belajar pilih-pilih baju.

Oh, besides Papa ngasih kejutan juga. Aku ganti frame kacamata. Lucu banget itu frame-nya, bulat gede gitu. Kebetulan Papa pas bongkar-bongkar barang nemu frame kacamata lamanya dan udah rencana lama banget pingin dikasihin ke aku, tapi baru bisa sekarang. Kemarin Minggu pas Papa dan aku sama-sama ke Semarang, frame itu sekalian dibawa trus dikasih lensa. But, karena minusnya gede banget, aku udah divonis minus tujuh setengah di mata kanan and minus tujuh di mata kiri, plus lensanya tanpa silinder padahal aku punya silinder, ya udah dipakenya cuma pas aku hang out doang. Kalo di rumah aku pake kacamata lama yang ungu.

Second, alhamdulillah banget progress latihan motorku lancar, jadinya bisa aja kalo semester satu aku bawa motor buat kuliah. Wiew, akhirnya! Actually, aku seneng bukan karena sebentar lagi aku bebas melenggang ke mana aja. Nope, maaf yaa...aku nggak hobi main ke mall ato nonton film di bioskop, ngajak aku buat begituan dijamin nggak asik. Rencananya, aku bakal daftar jadi volunteer buat sebuah NGO di Semarang bidang pertukaran budaya dan pendidikan. Another thing, aku insya Allah bakal jadi guru les privat bahasa Inggris buat anak-anak SD-SMP, jadi lucu dong kalo ga bisa naik motor. Kan mobilitasnya tinggi, tuh.

Third, aku minta doanya yang terbaik buat teman-temanku semua. Beberapa di antara mereka belum dapat universitas. They will struggle for the best, I know it. Semoga apapun yang mereka kerjain bakal lancar. And, buat yang udah dapat universitas, doain mereka semua semoga kuliahnya bener semua. I think, mereka udah tahu kuliah nggak seenak yang di FTV itu (udaahh...ga usah nonton FTV, hidup udah kebanyakan drama masih mau nonton drama xD).

Okay, that's all. See ya!



Sincerely yours,
Anissa Antania Hanjani 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The World of Ask.fm

Well, liburan ya? Aku lebih banyak mengisi waktu di rumah buat main game, buka ask.fm, dan ini nanti sore mau ngerjain tugas. It's me, tapi versi malas. Kalau versi rajin, hari ini THR (Tugas Hari Raya hoho...) udah kelar semua kali ya? For me, myself, aku lebih suka buka ask.fm sekarang buat liat orang-orang rada freak yang answer-nya seolah-olah bakalan mati 100 tahun lagi, orang-orang yang saling tebar nasihat, atau sekedar answer gaje teman-temanku. Kalau iseng aku juga bakalan ask seseorang, tapi itu biasanya orang tertentu doang sih, kalau aku ga terlalu kenal macam Dziban, Thariq, Kuntoro, dan Ikal, the popular boys at school, aku nggak mau macam-macam. Bukan karena takut sama mereka (what for, please?), tapi karena aku paling nggak suka mengurusi kehidupan orang lain. Nggak ada untungnya buatku. Hal paling berkesan waktu main ask.fm malah terjadi kemarin. Aku iseng baca-baca answer-nya Muhammad Alvin Faiz, anak Ust. Arifin Ilham, salah satu da'i kondang di Indo...

K.A.M.U.

(Tulisan ini, kali ini mungkin sampah banget karena aku sendiri menganggap topiknya adalah sesuatu yang paling nggak penting dalam hidup. Tentang hati. Tentang perasaan. Tentang aku suka sama seseorang. Namun, tetap aja nggak tahu kenapa sekali ini aku pingin cerita. Semuanya) Adalah suatu kehormatan bisa mengenalmu. Aku senang sekali. Sosokmu adalah yang benar-benar bisa dibilang berbeda, lebih baik, dan lebih menjanjikan di masa depan kelak.  Kamu adalah sisipan topik yang paling sering dibicarakan. Namun, di lain sisi, kamu adalah topik paling tidak penting. Paling menyebalkan. Aku nggak suka pikiranku tiba-tiba teralih hanya untuk menebak-nebak apa yang sedang kamu lakukan, bagaimana keadaanmu, dan lain sebagainya. Layaknya orang normal yang jatuh cinta. Bah, itu menyebalkan. Kita sama-sama sudah besar, pikirkan urusan masing-masing, begitu galakku terhadap bayangan tentangmu. Aku bangga karena bisa berada di sekitarmu. Di lingkaranmu. Namun, di satu sisi aku juga ...

((Hanya)) Sebuah Judul

Beberapa hari yang lalu, ada seorang teman bertanya lewat chat kepadaku seperti ini, "Eh An, lalu gimana si A yang bilang, 'Jangan jadikan Al Qur'an sebagai pedoman mutlak'. Apakah itu benar menurutmu? Atau hanya hoax?". "Aku menawarkan opsi ketiga," jawabku. "Atau hanya belum dimaknai dengan benar?". "Lho An, dari kata-katanya aja sudah salah. Al Qur'an itu pedoman mutlak. Kenapa dia katakan jangan jadikan pedoman mutlak? Ada kata larangan di sana: JANGAN,". "Kamu sudah baca keseluruhan belum? Sudah bertanya apa maksudnya? Kalau kamu bahkan belum tanya apa maksudnya atau bahkan cuma tanya sama aku doang, jangan pernah menyampaikan prasangka. Simpan prasangkamu buat dirimu aja," tanggapku kalem. Ada beberapa alasan mengapa aku berkata seperti itu. Pertama, aku sendiri baru tahu lho kalau si A ini ngomong begitu dan kalau aku sok tahu menanggapinya nanti kalau nggak sesuai maksudnya si A bagaimana? Kedua,...