Finally, setelah satu semester yang panjang, liburan tiba juga.
Tidak banyak yang berubah dari aktivitas liburanku. Aku hanya lebih rajin bersih-bersih kamar karena sekarang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Paling-paling main game (kayak Kazu-kun yang hari ini ulang tahun, hahaha), menulis, baca buku yang aku pinjam dari perpus, dan main medsos.
Ah ya, liburan ini aku meminjam buku dari perpus fakultas untuk dibaca sampai tanggal 3 Juli. Aku ingin mencoba meniru kebiasaan keren Sakurai Sho: baca buku sebelum tidur. Guess aku nggak akan punya banyak waktu saat kuliah buat belajar di tahun-tahun ke depan perkuliahan, jadi kurasa kebiasaan Sakurai-kun akan sangat membantuku. Jadi, aku berusaha membacanya sebelum tidur sambil mendengarkan musik klasik atau piano aransemennya lagu-lagu Arashi. Katanya sih musik klasik bisa membantu belajar dan kurasa piano adalah pilihan tepat. Since aku nggak terlalu banyak tahu musik klasik selain Beethoven dan original soundtrack film Secret, piano aransemen lagunya Arashi akan banyak membantu.
Tidak banyak perubahan pada pola kebiasaan waktu liburan dan...hal yang paling tidak akan berubah adalah bagaimana aku mendengarkan lagu-lagu Arashi lebih sering. Ah, mereka memang terbaik deh dengan lagu-lagu yang super.
Aku baru saja membaca beberapa tulisan tentang Arashi dan itu membuatku semakin bangga akan fakta bahwa aku adalah fans mereka, meski banyak yang kulewati hanya untuk menikmati apa yang mereka produksi. Aku harus lebih sabar mencari drama dan film lama mereka di internet. Aku harus lebih sabar karena mereka tidak akan tampil di televisi setiap saat di channel internasional. Namun, entah mengapa setelah semuanya aku puas jika sudah menemukannya. Sangat puas.
Mama benar sih, mereka tidak tampan, biasa-biasa saja. Suara mereka juga biasa-biasa saja. Mereka juga lebih terlihat bodoh dan konyol daripada keren. Namun, buatku...dari semua boyband yang pernah kusukai, Arashi adalah yang paling sukses mencuri hatiku selama hampir 3 tahun ini. Aku benar-benar jatuh cinta dengan penampilan mereka yang apa adanya, lagu-lagunya yang selalu menginspirasi, dan bagaimana persahabatan mereka berlanjut selama hampir 18 tahun ini.
Menjadi fans mereka buatku lebih sulit daripada saat dulu aku masih menjadi K-Popers. Pertama, aku tidak akan menemukan lagu-lagu mereka semudah saat mencari lagu K-Pop kesukaanku. Aku sampai harus membuat akun LiveJournal dan mengikuti beberapa fanbase Arashi di sana. Itu pun aku tidak selalu menemukan keseluruhan dari yang kuinginkan. Kedua, ini bukan jamannya J-Pop. Jika tidak menggunakan channel berbayar, aku tidak akan menemukan drama-drama mereka di TV. Syukur setelah pindah rumah orangtuaku memutuskan untuk menggunakan channel berbayar, aku jadi bisa menonton beberapa drama mereka di Waku Waku Japan. Saat ini aku bisa menikmati Kizoku Tantei karena itu. Ketiga, aku tidak punya uang untuk membeli album, merchandise, dan single mereka. Biaya shipping-nya pasti mahal. Kalau dulu aku bisa membeli beberapa stiker dan tempat pensil bergambar boyband K-Pop favorit dengan harga murah, sekarang bahkan untuk punya poster Arashi saja aku print sendiri. Iya, seriously, aku nge-print poster Arashi sendiri di percetakan. Lebih mahal daripada beli di penjual poster biasa.
Sulit? Iya, tetapi aku menikmatinya. Sangat. Mengesalkan? Sangat, tetapi aku bangga menjadi fans mereka. Jauh lebih bangga ketika aku masih ngefans dengan K-Pop.
Pasalnya, ada banyak hal yang bisa aku pelajari ketika menjadi fans Arashi. Aku belajar tentang kerja keras, mimpi, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik dari mereka. Melihat mereka berusaha sekeras itu untuk meraih mimpi menjadi nomor satu membuatku malu jika aku tidak bisa berusaha sekeras mereka dalam mempertahankan mimpiku.
Aku belajar tentang menjadi diri sendiri juga dari mereka. We all know that they're not that handsome, tetapi melihat betapa nyamannya mereka menjadi diri sendiri di kamera, tertawa seperti orang bodoh, menikmati hari seakan itu menjadi hari terakhir, membuatku tersadar akan pentingnya untuk tetap pure, sekeras apapun realita menampar. Tidak apa-apa untuk tetap idealis, bukan?
Ada banyak hal sih sebenarnya yang aku pelajari, tetapi dua hal di atas adalah yang selalu tertancap di hatiku. Selalu. Itulah yang membuatku selalu pamer di depan adikku yang suka K-Pop tentang Arashi. Tidak banyak fandom yang belajar sesuatu dari idolanya. Arashi adalah satu di antara sedikit fandom tersebut. Well, lagipula lagu-lagunya more meaningful daripada lagu-lagu K-Pop sih (bukan berarti aku benar-benar nggak suka, tetapi jujur aja ini yang aku rasain dari K-Pop, cuma menang di digital music aja menurutku, nggak banyak lagu K-Pop yang bisa mengajariku sesuatu tentang kehidupan).
Yours,
Anissa Antania Hanjani
Komentar
Posting Komentar