Langsung ke konten utama

Chill, Guys

Beberapa hari ini nggak menulis karena satu dan lain hal, lalu dilanjutkan dengan refreshing. Duh, baru aja ditinggal berapa hari keributan banyak sekali, haha. Hak angket DPR, pendirian khilafah, sampai pada lagu Armada yang reffrain-nya mirip persis dengan lagunya F4 yang Liu Xing Yu a.k.a. Meteor Rain, rasa-rasanya ada saja keributannya.

Di dunia ini memang tidak pernah ada sesuatu yang benar-benar damai, sih. See what happens in our medias. Konflik lembaga daerah dan nasional, skandal artis, perang, pelajar tawuran, cewek rebutan cowok, cowok rebutan cewek, dan masih banyak lagi, ditampilkan di media massa kita, baik yang resmi maupun tidak. Dan selalu saja ada tim yang setia memberikan komentarnya, entah dukungan, sindiran, nyinyiran, dan lainnya. 

Hum.

Aku mau bilang satu hal, boleh kan?

...

Why don't you take a break from all those damn problems, hey, people?

Akhir-akhir ini kalau kuhitung, ada jeda waktu antartulisan yang kubuat di blog ini. Ada begitu banyak hal yang ingin kukritisi, ada banyak ide yang kupikirkan, ada banyak hal yang mau aku puji dan kritisi, tetapi kalau setiap harinya aku gitu bakalan capek banget. Akhir-akhir ini aku juga memperbesar porsi bermainku. Because, I'm tired from all those things happen

Chill, guys! Aku tahu kok pasti nggemesin banget bagi kalian mantan penggemar F4 (termasuk aku juga, hahaha) waktu dengerin lagu terbarunya Armada yang mirip-mirip tipis sama Liu Xing Yu. Aku tahu kok pasti yang nggak setuju hak angket KPK pingin banget cakar-cakar mukanya Fahri Hamzah. Aku tahu kok yang baru bubar aksi kemarin masih nggak puas teriak-teriak di jalan. But, chill guys. Santai aja. 
Sincerely,
Anissa Antania Hanjani
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The World of Ask.fm

Well, liburan ya? Aku lebih banyak mengisi waktu di rumah buat main game, buka ask.fm, dan ini nanti sore mau ngerjain tugas. It's me, tapi versi malas. Kalau versi rajin, hari ini THR (Tugas Hari Raya hoho...) udah kelar semua kali ya? For me, myself, aku lebih suka buka ask.fm sekarang buat liat orang-orang rada freak yang answer-nya seolah-olah bakalan mati 100 tahun lagi, orang-orang yang saling tebar nasihat, atau sekedar answer gaje teman-temanku. Kalau iseng aku juga bakalan ask seseorang, tapi itu biasanya orang tertentu doang sih, kalau aku ga terlalu kenal macam Dziban, Thariq, Kuntoro, dan Ikal, the popular boys at school, aku nggak mau macam-macam. Bukan karena takut sama mereka (what for, please?), tapi karena aku paling nggak suka mengurusi kehidupan orang lain. Nggak ada untungnya buatku. Hal paling berkesan waktu main ask.fm malah terjadi kemarin. Aku iseng baca-baca answer-nya Muhammad Alvin Faiz, anak Ust. Arifin Ilham, salah satu da'i kondang di Indo...

K.A.M.U.

(Tulisan ini, kali ini mungkin sampah banget karena aku sendiri menganggap topiknya adalah sesuatu yang paling nggak penting dalam hidup. Tentang hati. Tentang perasaan. Tentang aku suka sama seseorang. Namun, tetap aja nggak tahu kenapa sekali ini aku pingin cerita. Semuanya) Adalah suatu kehormatan bisa mengenalmu. Aku senang sekali. Sosokmu adalah yang benar-benar bisa dibilang berbeda, lebih baik, dan lebih menjanjikan di masa depan kelak.  Kamu adalah sisipan topik yang paling sering dibicarakan. Namun, di lain sisi, kamu adalah topik paling tidak penting. Paling menyebalkan. Aku nggak suka pikiranku tiba-tiba teralih hanya untuk menebak-nebak apa yang sedang kamu lakukan, bagaimana keadaanmu, dan lain sebagainya. Layaknya orang normal yang jatuh cinta. Bah, itu menyebalkan. Kita sama-sama sudah besar, pikirkan urusan masing-masing, begitu galakku terhadap bayangan tentangmu. Aku bangga karena bisa berada di sekitarmu. Di lingkaranmu. Namun, di satu sisi aku juga ...

((Hanya)) Sebuah Judul

Beberapa hari yang lalu, ada seorang teman bertanya lewat chat kepadaku seperti ini, "Eh An, lalu gimana si A yang bilang, 'Jangan jadikan Al Qur'an sebagai pedoman mutlak'. Apakah itu benar menurutmu? Atau hanya hoax?". "Aku menawarkan opsi ketiga," jawabku. "Atau hanya belum dimaknai dengan benar?". "Lho An, dari kata-katanya aja sudah salah. Al Qur'an itu pedoman mutlak. Kenapa dia katakan jangan jadikan pedoman mutlak? Ada kata larangan di sana: JANGAN,". "Kamu sudah baca keseluruhan belum? Sudah bertanya apa maksudnya? Kalau kamu bahkan belum tanya apa maksudnya atau bahkan cuma tanya sama aku doang, jangan pernah menyampaikan prasangka. Simpan prasangkamu buat dirimu aja," tanggapku kalem. Ada beberapa alasan mengapa aku berkata seperti itu. Pertama, aku sendiri baru tahu lho kalau si A ini ngomong begitu dan kalau aku sok tahu menanggapinya nanti kalau nggak sesuai maksudnya si A bagaimana? Kedua,...