Huft.
Besok ujian bahasa Perancis. Aing mumet mikirinnya. Gimana nggak, Perancis itu tuuhh...tulisannya apa, bacanya apa. Mending-mending bahasa Jepang.
Dua hari liburan, Sabtu-Minggu, kugunakan untuk sepenuhnya refreshing, lalu Minggu malam belajar bahasa Perancis. Aku menonton dokumenter reformasi, menulis artikel tentang PKI bareng Mr. Dimas, lalu tidur-tiduran. Aku tahu sepertinya ini liburan yang aku butuhkan. Aku membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa tanda-tanda kamu butuh liburan adalah saat bangun pagi menjadi siksaan tersendiri. Itu salah satunya. Ya, masalahnya akhir-akhir ini aku begitu. Bangun pagi berasa siksaan dunia akhirat.
Berhubung aku nonton dokumenter reformasi, aku jadi bikin renungan untuk diriku sendiri. Aku ingat kuliah pengantar ilmu sosiologi yang menerangkan tentang teori peran. Bahwa setiap manusia memiliki seperangkat peran dalam hidupnya. Kusadari ada banyak peran yang kumainkan dalam hidup. Benar juga ya. Sebagai anak dari orangtuaku, mahasiswa FISIP Undip, guru di Rumah Pintar FISIP, aktivis organisasi, teman, kakak, dan murid.
Aku hanya membayangkan kelak suatu hari nanti seperti apa peran yang kujalani kelak. Aku yakin sih kelak akan dua peran lagi yang akan melekat dalam diriku, sebagai seorang istri dan ibu, tapi gimana yang lain ya? Mungkin nanti bertambah sebagai ketua PKK, atau diplomat, atau menteri luar negeri. Hahaha. Doain aja.
Sincerely yours,
Anissa Antania Hanjani
Komentar
Posting Komentar