Langsung ke konten utama

LINE!!

M: "Hai, line mu kenapa sih?"
H: "Iyaaaa aku ganti-ganti, hehe..."
M: "Dih dasar. Eh mau surat-suratan ga? Aku nemu alamatmu di kartu pelajar."
H: "Wah, kartu pelajar di mana?"
M: "Itu...waktu dulu kamu daftar ESA Week. Kan masih di Mr. Izz. Trus dikasihin aku deh."
H: "Oiyaaaa hahahaha...pantesan kok yaa ga enten ning aku hahahaha...jadinya selama ini aku kalo berangkat naik pesawat ga ada kartu pelajar deh :') tapi ada paspor kok. Dari SMA 2 sini ga ngasih KTS soalnya."
M: "Owalah gitu...apa mau aku kirim sama suratnya?"
H: "Hahahahaha I don't really need about KTS sih, Nis. Kan mau masuk kampus kuliahan juga ntar dikasih KTM kan, hehehehe...tapi suratnya gapapa ;)"

Yah, kalian kalau mau bertanya gimana liburanku selama perpulangan, akan kujawab bahwa liburanku luar biasa menyenangkan. Ceritanya aku main LINE sama sahabatku yang udah hilang entah ke mana itu dan tahu ga sih, senang sekali bisa bicara dengannya. Because we never say hello to each other since aku sibuk, dia juga jauh. Dan...surat-suratan? Haha...ini ideku saat Mr. Izz ngasih kartu pelajarnya yang udah sekian lama nggak tahu ke mana setelah ESA Week di Unnes dan kurasa karena dia akan pindah ke Arab Saudi dalam waktu dekat akan lebih baik kalau aku surat-suratan, jadi aku punya kenang-kenangan.

Eh, tapi tahunya dia tetap stay di sini. Entah kenapa dia berubah pikiran semudah itu, padahal mengubah pikiran itu menurutku dibutuhkan waktu yang sangaaatt...lama dan proses yang luar biasa panjang. Hoho...dia sendiri katanya akan kuliah di Jakarta, sementara aku di Semarang atau jangan-jangan ntar beneran ke London? (aamiin...)

Well, dia itu...aku udah sering menulis sesuatu tentangnya since tahu ga sih, dia sahabat terbaik yang pernah aku punya. Terlalu baik untuk menjadi sahabat dari seorang Mitarashi Hana. Beneran, terlalu baik untuk jadi sahabatku. 'Cause he always listen to all my stories but he only tells me a few story of his life. 

Aku dan dia sedikit beda, tapi untuk keseluruhannya kami nyambung entah kenapa. Dia orang yang...um, terlalu santai? Soalnya ya, soalnya, aku pernah lihat dia tidur di pelajaran dengan lelapnya dan begitu pelajaran berakhir dia baru bangun. Itu pas dia masih di sini, ga tahu apakah tradisi itu masih berlanjut atau nggak. Atau pernah dia dengan santainya mainan ponsel dan pas aku pergokin, bilangnya mau bicara sama umminya dan aku WAJIB jaga rahasia ini (karena aku yang paling menentang adanya ponsel pribadi di boarding, meski pada akhirnya aku bawa juga dan aku titipin di sana karena dipaksa Mama). Saat lomba ketika aku latihan mati-matian dia yang paling sering pulang duluan, ga latihan. But, what the hell...dia jadi juara 3 sementara aku kalah. Kok bisa ya?

Dia...selalu jadi penyebab keterlambatan ketika kami lomba, Mr. Izz aja bisa kesal karena dia. Dulu pas public speaking kita harus menunggunya siap-siap dari BPA dan dia membuatku kesal karena dua hal. Pertama, dia terlambat sekali ke sekolah karena sudah lewat jam 6.50 dan kedua, dia masih pakai seragam pramuka dan lupa hari ini kita lomba. Kayak gitu tuh ngeselin ga sih? 

Meski aku dan dia sering juga mendebat satu sama lain, ngejek satu sama lain, ngerjain satu sama lain, tapi...he's my best companion in life. Dia sangat mengenalku dan aku sangat mengenalnya. Toh, kita pertama kali ketemu pas OASIS dan itu berarti sudah lama sekali kita berteman. Sangat lama sekali. Sampai sekarang. Meski aku sibuk, dia juga ga tahu lagi ngapain di sana.

Kalau dipikir lagi, ternyata emang kita nyambung satu sama lain. Ga tahu kenapa ada kebetulan semacam ini di dunia. Sama-sama suka bahasa Inggris, sama-sama bermimpi ingin ke luar negeri, sama-sama suka nyanyi di depan kaca, sama-sama aneh, sama-sama suka main musik (bedanya dia gitaran aku main keyboard), dan masih banyak lagi yang sama-sama. 

Sebenarnya hari ini dan kemarin ketika aku main LINE bareng dia, aku mendapatkan banyak kabar baik. Dia akan datang ketika aku wisuda nanti. Dia nggak jadi ke Saudi, bertekad hendak berkarya dan mewarnai kota Jakarta yang ampun semrawutnya. Dia akan ambil jurusan komunikasi. Semuanya positif. 

See you later, my friend! I know that I'm crazy, but if you're exist I know I'm not the only one.





Mitarashi Hana


Komentar

Postingan populer dari blog ini

The World of Ask.fm

Well, liburan ya? Aku lebih banyak mengisi waktu di rumah buat main game, buka ask.fm, dan ini nanti sore mau ngerjain tugas. It's me, tapi versi malas. Kalau versi rajin, hari ini THR (Tugas Hari Raya hoho...) udah kelar semua kali ya? For me, myself, aku lebih suka buka ask.fm sekarang buat liat orang-orang rada freak yang answer-nya seolah-olah bakalan mati 100 tahun lagi, orang-orang yang saling tebar nasihat, atau sekedar answer gaje teman-temanku. Kalau iseng aku juga bakalan ask seseorang, tapi itu biasanya orang tertentu doang sih, kalau aku ga terlalu kenal macam Dziban, Thariq, Kuntoro, dan Ikal, the popular boys at school, aku nggak mau macam-macam. Bukan karena takut sama mereka (what for, please?), tapi karena aku paling nggak suka mengurusi kehidupan orang lain. Nggak ada untungnya buatku. Hal paling berkesan waktu main ask.fm malah terjadi kemarin. Aku iseng baca-baca answer-nya Muhammad Alvin Faiz, anak Ust. Arifin Ilham, salah satu da'i kondang di Indo...

K.A.M.U.

(Tulisan ini, kali ini mungkin sampah banget karena aku sendiri menganggap topiknya adalah sesuatu yang paling nggak penting dalam hidup. Tentang hati. Tentang perasaan. Tentang aku suka sama seseorang. Namun, tetap aja nggak tahu kenapa sekali ini aku pingin cerita. Semuanya) Adalah suatu kehormatan bisa mengenalmu. Aku senang sekali. Sosokmu adalah yang benar-benar bisa dibilang berbeda, lebih baik, dan lebih menjanjikan di masa depan kelak.  Kamu adalah sisipan topik yang paling sering dibicarakan. Namun, di lain sisi, kamu adalah topik paling tidak penting. Paling menyebalkan. Aku nggak suka pikiranku tiba-tiba teralih hanya untuk menebak-nebak apa yang sedang kamu lakukan, bagaimana keadaanmu, dan lain sebagainya. Layaknya orang normal yang jatuh cinta. Bah, itu menyebalkan. Kita sama-sama sudah besar, pikirkan urusan masing-masing, begitu galakku terhadap bayangan tentangmu. Aku bangga karena bisa berada di sekitarmu. Di lingkaranmu. Namun, di satu sisi aku juga ...

((Hanya)) Sebuah Judul

Beberapa hari yang lalu, ada seorang teman bertanya lewat chat kepadaku seperti ini, "Eh An, lalu gimana si A yang bilang, 'Jangan jadikan Al Qur'an sebagai pedoman mutlak'. Apakah itu benar menurutmu? Atau hanya hoax?". "Aku menawarkan opsi ketiga," jawabku. "Atau hanya belum dimaknai dengan benar?". "Lho An, dari kata-katanya aja sudah salah. Al Qur'an itu pedoman mutlak. Kenapa dia katakan jangan jadikan pedoman mutlak? Ada kata larangan di sana: JANGAN,". "Kamu sudah baca keseluruhan belum? Sudah bertanya apa maksudnya? Kalau kamu bahkan belum tanya apa maksudnya atau bahkan cuma tanya sama aku doang, jangan pernah menyampaikan prasangka. Simpan prasangkamu buat dirimu aja," tanggapku kalem. Ada beberapa alasan mengapa aku berkata seperti itu. Pertama, aku sendiri baru tahu lho kalau si A ini ngomong begitu dan kalau aku sok tahu menanggapinya nanti kalau nggak sesuai maksudnya si A bagaimana? Kedua,...