Aku memajukan jadwal pulang dari asrama, jadi kalau ada yang lihat aku online Facebook malam ini berarti aku pulang and tomorrow I won't be at school. Actually aku pulang karena harus kontrol kawat gigi yang sumpah demi apapun pingin aku copot karena udah bertahun-tahun lamanya. But at the same time, ada tamu istimewa yang datang ke rumah. They are my family from Palembang, keluarganya pakdheku yang anaknya sudah besar-besar. Kali ini salah satu anak mereka, Kak Rian, ikut serta. And you know, I'm excited! He's my role model since I was a kid.
Nama lengkapnya Rian Okta Saputra, lulusan teknik elektro Universitas Sriwijaya Palembang (tadi pagi begitu tahu fakta ini salah satu temenku di asrama heboh). Aku terakhir bertemu dengannya dan juga kedua kakaknya, Kak Budi dan Kak Angga, sekitar 4 atau 5 tahun yang lalu di pemakamannya Eyang Putri. He's a mature man now, padahal dulu masih mahasiswa yang suka jahilin aku dan adikku. Di keluarga kami, Kak Rian dan kakak-kakaknya adalah role model, contoh dari sebuah kesuksesan. Tiap kali dinasehatin, Papa dan Mama bilang, "Tuh, jadilah seperti kakak-kakakmu. Sukses dan banggain orang tua," dan hal-hal semacam itu.
For me, they are my true role models. Aku nggak pernah merasakan rasanya punya kakak karena aku anak pertama, jadi aku sangat senang ketika mereka datang. Aku bisa merasakan peran adik yang mencontoh kelakuan kakaknya hanya ketika mereka datang. Because it is really hard for them to come, aku hanya selalu berkata pada diriku sendiri, "Ah, aku ingin seperti kakakku! Aku bahkan harus bisa lebih dari kakakku," untuk memastikan bahwa aku akan menjadi seperti mereka.
Ketika malam ini aku menghabiskan waktu bicarain kuliah dengan Kak Rian, aku sedikit minder. Always. Can I do it? Ketika aku ingat hari di mana Miss Siska, guru konseling, membawakan tumpukan booklet universitas-universitas di luar negeri, mataku tertuju pada Starling University dan Queensland University, jurusan International Relations. Pingin? Hey, siapa sih yang nggak mau kuliah di luar negeri? But, bisakah?
Ketika aku melihat kakak cowokku itu balik setelah nganter aku dan adikku pulang, aku merasa...mungkin saja aku bisa melakukanya. Let's see. Meski bukan kakak-adik sungguhan, kurasa aku sedikit mirip dengannya bukan? Jadi kenapa aku tidak mencoba?
Mitarashi Hana
Mitarashi Hana
Komentar
Posting Komentar