Langsung ke konten utama

Dai Nippon, Wish One Day...

Bulan Oktober sebentar lagi hampir habis...

Hari ini rencananya mau pergi ke SMP lama, legalisir ijazah dan lain sebagainya, fotokopi sertifikat-sertifikat, sekalian ketemu sama guru-guru lama. Semua harus selesai, jadi aku bisa sekalian melongok SD lama juga. Kangen banget. Gimana kabarnya semua orang ya? Teman-teman lama yang dulu bully aku juga apa kabar? Jadi apa mereka sekarang?

Bulan ini penuh keputusan besar dan alhamdulillah respon semua orang positif. Mr. Sam dan Mr. Dimas terutama, mereka kecewa pertamanya ketika aku bilang orangtuaku hanya mengijinkanku untuk kuliah di Semarang dan itu berarti automatically hanya Undip dan Unnes kemungkinannya. Setelah aku memutuskan bahwa, oke, aku akan mencoba daftar beasiswa ke luar, mereka senang sekali. 

Entah udah berapa persen ini persiapannya. Aku sendiri sudah mulai mengulang pelajaran A Level yang dulu sempat diadakan di kelas XI. Aku meminjam modul Pure Mathematics A Level dari perpustakaan sekolah, latihan TOEFL, melengkapi berkas-berkas, ambil rapor SMP. Aku nggak peduli lagian sudah berapa persen kesiapannya, yang penting buatku adalah lakukan sekarang juga. Harus. Bulan November besok aku sudah harus fokus latihan TOEFL dan menerjemahkan berkas-berkasku ke bahasa Inggris. 

Eh, sebentar. Sebenarnya akhir bulan ini aku juga sibuk menulis seharusnya. Ah, berarti aku harus datang lebih pagi ke sekolah. Aku ada rencana menerbitkan buku bersama seseorang.

Aku sebenarnya terserah mau kuliah di mana saja negaranya, tapi entah kenapa hatiku selalu tertuju ke Jepang. Nggak tahu kenapa. Sebenarnya banyak faktor kemungkinannya, sih. Aku sudah terbiasa dengan budayanya, lagu-lagu favoritku kan lagu berbahasa Jepang dan aku juga sudah sering datang ke festival Jepang, meski terakhir kali aku datang itu waktu kelas X. Aku sudah terbiasa dengan makanannya, akhir-akhir ini aku sering beli onigiri buat bekal perjalanan dan kebetulan makanan favoritku juga beberapa makanan Jepang seperti sushi, takoyaki, teriyaki, dan ramen. Aku suka pemandangannya, ngefans sama grup idol Jepang (itu lho, Arashi), dan lain-lain.

Seakan fokusku terarah ke Jepang saja, padahal kemungkinan lain masih banyak.

Namun aku pingin ke sana, serius deh. Pingin merasakan sakura. Pingin mendaki Gunung Fujiyama. Pingin belajar hiragana, katakana, dan kanji. Pingin pakai kimono. Pingin ini dan itu.

Dai Nippon, suatu hari nanti...




Mitarashi Hana (lihat, pen name ku juga nama Jepang)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The World of Ask.fm

Well, liburan ya? Aku lebih banyak mengisi waktu di rumah buat main game, buka ask.fm, dan ini nanti sore mau ngerjain tugas. It's me, tapi versi malas. Kalau versi rajin, hari ini THR (Tugas Hari Raya hoho...) udah kelar semua kali ya? For me, myself, aku lebih suka buka ask.fm sekarang buat liat orang-orang rada freak yang answer-nya seolah-olah bakalan mati 100 tahun lagi, orang-orang yang saling tebar nasihat, atau sekedar answer gaje teman-temanku. Kalau iseng aku juga bakalan ask seseorang, tapi itu biasanya orang tertentu doang sih, kalau aku ga terlalu kenal macam Dziban, Thariq, Kuntoro, dan Ikal, the popular boys at school, aku nggak mau macam-macam. Bukan karena takut sama mereka (what for, please?), tapi karena aku paling nggak suka mengurusi kehidupan orang lain. Nggak ada untungnya buatku. Hal paling berkesan waktu main ask.fm malah terjadi kemarin. Aku iseng baca-baca answer-nya Muhammad Alvin Faiz, anak Ust. Arifin Ilham, salah satu da'i kondang di Indo...

K.A.M.U.

(Tulisan ini, kali ini mungkin sampah banget karena aku sendiri menganggap topiknya adalah sesuatu yang paling nggak penting dalam hidup. Tentang hati. Tentang perasaan. Tentang aku suka sama seseorang. Namun, tetap aja nggak tahu kenapa sekali ini aku pingin cerita. Semuanya) Adalah suatu kehormatan bisa mengenalmu. Aku senang sekali. Sosokmu adalah yang benar-benar bisa dibilang berbeda, lebih baik, dan lebih menjanjikan di masa depan kelak.  Kamu adalah sisipan topik yang paling sering dibicarakan. Namun, di lain sisi, kamu adalah topik paling tidak penting. Paling menyebalkan. Aku nggak suka pikiranku tiba-tiba teralih hanya untuk menebak-nebak apa yang sedang kamu lakukan, bagaimana keadaanmu, dan lain sebagainya. Layaknya orang normal yang jatuh cinta. Bah, itu menyebalkan. Kita sama-sama sudah besar, pikirkan urusan masing-masing, begitu galakku terhadap bayangan tentangmu. Aku bangga karena bisa berada di sekitarmu. Di lingkaranmu. Namun, di satu sisi aku juga ...

((Hanya)) Sebuah Judul

Beberapa hari yang lalu, ada seorang teman bertanya lewat chat kepadaku seperti ini, "Eh An, lalu gimana si A yang bilang, 'Jangan jadikan Al Qur'an sebagai pedoman mutlak'. Apakah itu benar menurutmu? Atau hanya hoax?". "Aku menawarkan opsi ketiga," jawabku. "Atau hanya belum dimaknai dengan benar?". "Lho An, dari kata-katanya aja sudah salah. Al Qur'an itu pedoman mutlak. Kenapa dia katakan jangan jadikan pedoman mutlak? Ada kata larangan di sana: JANGAN,". "Kamu sudah baca keseluruhan belum? Sudah bertanya apa maksudnya? Kalau kamu bahkan belum tanya apa maksudnya atau bahkan cuma tanya sama aku doang, jangan pernah menyampaikan prasangka. Simpan prasangkamu buat dirimu aja," tanggapku kalem. Ada beberapa alasan mengapa aku berkata seperti itu. Pertama, aku sendiri baru tahu lho kalau si A ini ngomong begitu dan kalau aku sok tahu menanggapinya nanti kalau nggak sesuai maksudnya si A bagaimana? Kedua,...