Langsung ke konten utama

[Resensi Drama] Kizoku Tantei (2017)

Hi! Hari ini lagi-lagi pingin banget bikin resensi drama.

Drama yang kali ini pingin aku bahas ini benar-benar masih fresh. Di Jepang masih tayang dan episode menegangkannya baru besoknya. Kalau di Indonesia, silakan tonton drama ini di Waku Waku Japan setiap Minggu dan Senin dini hari kalau kalian pakai saluran TV berbayar. Di internet udah mulai di-upload juga sepertinya. Silakan bisa dipilih mau menonton dari mana.

Judul drama kita hari ini adalah...(drum rolling effect) Kizoku Tantei. Versi Inggris judulnya Noble Detective. Ini drama suspense yang bikin aku kepo abis karena benar-benar menyajikan sesuatu yang berbeda. Pertama, tokoh utamanya dari awal nggak terungkap namanya siapa, gimana kehidupan pribadinya, dan lain sebagainya. Kedua, tokoh utama yang berperan sebagai detektif selalu mengundang kecurigaan kalau dia yang melakukan pembunuhannya (terutama di episode...ah jangan, ntar spoiler lagi hahahaha). Ketiga, kisah masa lalu tokoh utama ini lho itu yang paling bikin kepo.

Poster promosi Kizoku Tantei
 
Drama ini mengisahkan tentang seorang bangsawan yang melakukan pekerjaan sampingan sebagai seorang detektif. Segala identitasnya benar-benar dirahasiakan, termasuk nama, usia, kewarganegaraan, dan lain sebagainya. Orang hanya mengenalnya dengan nama Detektif Bangsawan (diperankan oleh Masaki Aiba dari Arashi, yeeyy). Dalam sebuah kasus, dia bertemu dengan seorang detektif swasta bernama Takatoku Aika (Emi Takei) yang impulsif, tetapi baik hati dan seorang polisi bernama Raiu Hanagata (Katsuhisa Namase) yang terlihat sok, tetapi humoris. Aika tidak menyukainya karena dia tidak pernah mengerjakan pekerjaannya sebagai detektif dan terlihat hanya bersenang-senang saja selama penyelidikan, bahkan dia tidak menyampaikan deduksinya sendiri atas kasus yang ditanganinya. Semua pekerjaannya dilakukan oleh kedua pelayannya, Yamamoto (Yutaka Matsushige) dan Tanaka (Miho Nakayama), serta seorang supir bernama Sato (Kenichi Takito). Meski begitu, ia tidak pernah kalah dalam penalaran deduksinya oleh Aika karena kecerobohan dan sifat impulsif Aika yang terburu-buru menunjuk pelakunya.
 
Semakin mengenal Detektif Bangsawan, Aika semakin penasaran akan identitasnya yang serba rahasia dan perilakunya yang kelihatannya hanya main-main dengan perempuan dalam penyelidikan, tetapi sebenarnya sejak awal dia tahu siapa pelaku kejahatannya. Aika akhirnya percaya bahwa sebenarnya Detektif Bangsawan cerdas meski tidak melakukan pekerjaannya secara langsung. Namun, suatu hari Aika mendapati bahwa Detektif Bangsawan terlibat dalam kematian gurunya, Detektif Kitami Kiriko (Haruka Igawa), setahun yang lalu.
 
Apa yang akan dilakukan Aika kepada Detektif Bangsawan? Apakah terjadi konflik antara mereka berdua?
 
Drama ini benar-benar highly recommended banget, terutama buat para Arashian dan para penggemar drama suspense. Para aktor di sini benar-benar mendalami perannya masing-masing, terutama untuk Aiba karena peran Detektif Bangsawan ini benar-benar berbalik drastis dari sifat aslinya (mungkin sama kayak Ohno dulu waktu main sebagai Naruse Ryo di drama Maou) dan dia berhasil melakukannya. Aiba yang ceria, hangat, dan terbuka "dipaksa" berubah menjadi seseorang yang serba rahasia, genit (soalnya di scene pembunuhan emang Detektif Bangsawan deketin cewek-cewek melulu selain Aika yang merupakan "pesaingnya"), anggun, dan berdarah dingin. Emi juga terlihat mendalami perannya sebagai Takatoku Aika yang punya trauma masa lalu akibat laki-laki, ceroboh, impulsif, tetapi ceria dan baik hati. Aku suka wajah serius Aika ketika dia mulai menyelidiki kematian gurunya dan mendapati bahwa Detektif Bangsawan terlibat, kelihatan keren banget sebagai detektif cewek. Peran Hanagata juga dimainkan dengan baik oleh Katsuhisa Namase sehingga dramanya terasa cair dan penuh tawa, meski drama suspense.
 
Dari segi cerita, jalinannya menarik dari satu episode ke episode yang lain. Benar-benar menarik. Soalnya, dari episode pertama diperlihatkan Aika yang setiap akhir kasusnya dengan Detektif Bangsawan selalu bercanda dan tertawa bersama Detektif Kitami Kiriko di kantor mereka, tetapi di pertengahan drama (lupa, antara episode empat, lima, atau enam gitu) barulah diketahui bahwa sebenarnya gurunya itu sudah meninggal dalam kecelakaan setahun yang lalu. Jadi, seperti menimbulkan kesan, "Eh lho, terus selama ini yang sama Aika itu siapa di kantornya? Imajinasinya? Atau arwah gurunya?" meski sebetulnya nggak membingungkan banget sih karena gurunya selalu "hilang" gitu di akhir cerita ketika Aika sudah mau membahas kasus kecelakaannya setahun yang lalu. Setelah pertengahan drama, tiap akhir episode rasanya selalu menegangkan karena Aika menemui satu per satu kebenaran di balik kematian gurunya. Tambah merinding juga ketika bukti yang ditemukan semakin mengarah kepada Detektif Bangsawan (dan itu bikin aku bilang, "Aiba jahat ya," di setiap akhir episode, haha).
 
Drama ini juga menyajikan beragam kasus pembunuhan menarik. Yup, kesemua kasusnya memang pembunuhan, tetapi jalinan ceritanya sangat menarik. Drama ini juga berani menayangkan (awas spoiler) mutilasi dengan wanita sebagai pelakunya dan beberapa kasus pembunuhan kejam lainnya di drama ini (spoiler lagi dikit, ada kasus di mana tiga laki-laki bisa saling membunuh satu sama lain di rumah terkunci). Drama ini juga memberikan inovasi yang berbeda-beda ketika menyajikan alur kasar pembunuhannya yang ditunjukkan oleh Tanaka si pelayan dan film reka ulang kasus yang diperankan para pelayan dan sopir Detektif Bangsawan. Inovasi yang ditawarkan drama ini benar-benar segar karena nggak membuat kita melihat kantor polisi melulu dalam menyelidiki kasus.
 
Satu hal lagi yang menarik dalam Kizoku Tantei adalah bagaimana drama ini mengajak penontonnya mengubah sudut pandang awam tentang wanita dengan memperlihatkan bagaimana Detektif Bangsawan secara terhormat (meski terkesan genit juga) memperlakukan wanita-wanita yang terlibat di dalam penyelidikan dan sindirian-sindiran pedasnya mengenai pria yang menyia-nyiakan wanita. Dengan beberapa kali mengangkat wanita sebagai pelaku, drama ini seakan-akan mengatakan bahwa wanita itu bisa saja melakukan hal-hal seperti ini dengan alasan-alasan tertentu. Di beberapa episode drama ini seperti berpesan bahwa wanita itu tegar di balik tangisannya, wanita yang terhormat adalah wanita yang menjaga nama baik dirinya, dan lainnya. Beberapa kali drama ini menayangkan juga pesannya tentang hubungan pria-wanita maupun antarwanita. Pokoknya sugoi, deh!
 
Kalau seandainya bisa rating, drama ini akan kuberi rating 4,8. Bagus banget!
 
 
 
Yours,
Anissa Antania Hanjani 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

The World of Ask.fm

Well, liburan ya? Aku lebih banyak mengisi waktu di rumah buat main game, buka ask.fm, dan ini nanti sore mau ngerjain tugas. It's me, tapi versi malas. Kalau versi rajin, hari ini THR (Tugas Hari Raya hoho...) udah kelar semua kali ya? For me, myself, aku lebih suka buka ask.fm sekarang buat liat orang-orang rada freak yang answer-nya seolah-olah bakalan mati 100 tahun lagi, orang-orang yang saling tebar nasihat, atau sekedar answer gaje teman-temanku. Kalau iseng aku juga bakalan ask seseorang, tapi itu biasanya orang tertentu doang sih, kalau aku ga terlalu kenal macam Dziban, Thariq, Kuntoro, dan Ikal, the popular boys at school, aku nggak mau macam-macam. Bukan karena takut sama mereka (what for, please?), tapi karena aku paling nggak suka mengurusi kehidupan orang lain. Nggak ada untungnya buatku. Hal paling berkesan waktu main ask.fm malah terjadi kemarin. Aku iseng baca-baca answer-nya Muhammad Alvin Faiz, anak Ust. Arifin Ilham, salah satu da'i kondang di Indo...

K.A.M.U.

(Tulisan ini, kali ini mungkin sampah banget karena aku sendiri menganggap topiknya adalah sesuatu yang paling nggak penting dalam hidup. Tentang hati. Tentang perasaan. Tentang aku suka sama seseorang. Namun, tetap aja nggak tahu kenapa sekali ini aku pingin cerita. Semuanya) Adalah suatu kehormatan bisa mengenalmu. Aku senang sekali. Sosokmu adalah yang benar-benar bisa dibilang berbeda, lebih baik, dan lebih menjanjikan di masa depan kelak.  Kamu adalah sisipan topik yang paling sering dibicarakan. Namun, di lain sisi, kamu adalah topik paling tidak penting. Paling menyebalkan. Aku nggak suka pikiranku tiba-tiba teralih hanya untuk menebak-nebak apa yang sedang kamu lakukan, bagaimana keadaanmu, dan lain sebagainya. Layaknya orang normal yang jatuh cinta. Bah, itu menyebalkan. Kita sama-sama sudah besar, pikirkan urusan masing-masing, begitu galakku terhadap bayangan tentangmu. Aku bangga karena bisa berada di sekitarmu. Di lingkaranmu. Namun, di satu sisi aku juga ...

((Hanya)) Sebuah Judul

Beberapa hari yang lalu, ada seorang teman bertanya lewat chat kepadaku seperti ini, "Eh An, lalu gimana si A yang bilang, 'Jangan jadikan Al Qur'an sebagai pedoman mutlak'. Apakah itu benar menurutmu? Atau hanya hoax?". "Aku menawarkan opsi ketiga," jawabku. "Atau hanya belum dimaknai dengan benar?". "Lho An, dari kata-katanya aja sudah salah. Al Qur'an itu pedoman mutlak. Kenapa dia katakan jangan jadikan pedoman mutlak? Ada kata larangan di sana: JANGAN,". "Kamu sudah baca keseluruhan belum? Sudah bertanya apa maksudnya? Kalau kamu bahkan belum tanya apa maksudnya atau bahkan cuma tanya sama aku doang, jangan pernah menyampaikan prasangka. Simpan prasangkamu buat dirimu aja," tanggapku kalem. Ada beberapa alasan mengapa aku berkata seperti itu. Pertama, aku sendiri baru tahu lho kalau si A ini ngomong begitu dan kalau aku sok tahu menanggapinya nanti kalau nggak sesuai maksudnya si A bagaimana? Kedua,...