Langsung ke konten utama

Menemukan Keluarga

Dewasa ini, aku mulai sering mencari tempat di mana pun yang kalau aku di sana, aku bisa merasakan feeling nyaman. Feel at home, sejenis itulah. Dulu, ABBS adalah keluarga kedua selama aku di Surakarta. Nyaman banget ngumpul bareng guru-guru dan teman-teman dulu itu. 

Gimana dengan di universitas? Masih belum menemukan? Masih mencari?

Aku bersyukur aku menemukannya lebih cepat daripada yang kuprediksi. Bahkan sebelum tengah semester. Sumpah aku bersyukur banget. Kumpul sama orang-orang itu, aku inget Allah. Kumpul sama orang-orang itu, aku inget dakwah. Fiuh. Di mana sih? That feeling aku dapatkan ketika resmi bergabung dengan Komisariat KAMMI FISIP Undip.

Hari ini aku ikut rapat pertama dan feelingnya susah dijelaskan. Seneng pokoknya. Aku satu-satunya anggota komisariat dari angkatan 2016 (Mbak Bilbil bilang aku pelopornya, jiaahh...), tapi pas bareng mereka, aku langsung merasa udah lama banget barengnya. Tertawa. Aku nggak tahu udah lama kayaknya aku nggak ketawa selepas tadi pas dicandain Mas Jadug. Ketawa gara-gara celotehnya Mbak Farah. Rasanya itu...ketawaku, candaanku, lebih ikhlas pas aku kumpul bareng mereka. Lega gitu rasanya udah menemukan tempatku sendiri.

Well, apapun itu yang jelas aku bersyukur banget.


Sincerely yours,
Anissa Antania Hanjani


Komentar

Postingan populer dari blog ini

The World of Ask.fm

Well, liburan ya? Aku lebih banyak mengisi waktu di rumah buat main game, buka ask.fm, dan ini nanti sore mau ngerjain tugas. It's me, tapi versi malas. Kalau versi rajin, hari ini THR (Tugas Hari Raya hoho...) udah kelar semua kali ya? For me, myself, aku lebih suka buka ask.fm sekarang buat liat orang-orang rada freak yang answer-nya seolah-olah bakalan mati 100 tahun lagi, orang-orang yang saling tebar nasihat, atau sekedar answer gaje teman-temanku. Kalau iseng aku juga bakalan ask seseorang, tapi itu biasanya orang tertentu doang sih, kalau aku ga terlalu kenal macam Dziban, Thariq, Kuntoro, dan Ikal, the popular boys at school, aku nggak mau macam-macam. Bukan karena takut sama mereka (what for, please?), tapi karena aku paling nggak suka mengurusi kehidupan orang lain. Nggak ada untungnya buatku. Hal paling berkesan waktu main ask.fm malah terjadi kemarin. Aku iseng baca-baca answer-nya Muhammad Alvin Faiz, anak Ust. Arifin Ilham, salah satu da'i kondang di Indo...

K.A.M.U.

(Tulisan ini, kali ini mungkin sampah banget karena aku sendiri menganggap topiknya adalah sesuatu yang paling nggak penting dalam hidup. Tentang hati. Tentang perasaan. Tentang aku suka sama seseorang. Namun, tetap aja nggak tahu kenapa sekali ini aku pingin cerita. Semuanya) Adalah suatu kehormatan bisa mengenalmu. Aku senang sekali. Sosokmu adalah yang benar-benar bisa dibilang berbeda, lebih baik, dan lebih menjanjikan di masa depan kelak.  Kamu adalah sisipan topik yang paling sering dibicarakan. Namun, di lain sisi, kamu adalah topik paling tidak penting. Paling menyebalkan. Aku nggak suka pikiranku tiba-tiba teralih hanya untuk menebak-nebak apa yang sedang kamu lakukan, bagaimana keadaanmu, dan lain sebagainya. Layaknya orang normal yang jatuh cinta. Bah, itu menyebalkan. Kita sama-sama sudah besar, pikirkan urusan masing-masing, begitu galakku terhadap bayangan tentangmu. Aku bangga karena bisa berada di sekitarmu. Di lingkaranmu. Namun, di satu sisi aku juga ...

True Self

Minggu, 15 Oktober 2017 "...sebenarnya banyak sih yang ngomongin kamu di belakang waktu itu, tapi aku juga nggak suka kamu di-judge seenaknya gitu,". "...". "Waktu terakhir main ke sana sih guru-guru juga pada bilang, 'Antania sekarang berubah banget setelah masuk HI,',". "..." * * * Selasa, 5 Desember 2017 "Aku pergi dulu ya ke rumah Ayu!" sahutku dari pintu belakang. "Aku ambil sendiri uang sakunya,". Ini adalah minggu-minggu ujian semester. Aku dan Ayu memutuskan untuk sering belajar bareng. Aku bukan tipikal orang yang biasa belajar di rumah, sih. Beuh, yang ada malah tidur aku kalau di rumah. Meja belajar sama kasur jaraknya cuma dua langkah. Aku menatap kontak WhatsApp-ku sebelum berangkat dan tertegun melihat beberapa kontak yang hilang dari daftar, lalu memutuskan kembali ke kamar sebentar untuk mengecek nomor yang perlu ditambahkan. Ah, aku baru saja ganti HP dan nomornya y...