Langsung ke konten utama

Kelas, Kelas, Kelas

To be honest, jika aku ditanya masalah kuliah dari perspektif akademiknya, aku suka banget kuliah.

Aku sudah melihat-lihat mata kuliah apa yang akan diberikan di HI dari kelas XII dulu, that is why aku menikmati setiap kelas dan tugas yang diberikan. Iya, capek sih, tapi capek buat sesuatu yang aku suka itu something tersendiri buatku. Capek yang seru, yang lillah.

Beberapa dosen berbeda-beda, ada yang strict, killer, seru, dan lain sebagainya. Dosen-dosen yang muda biasanya lebih suka diskusi ketimbang yang tua. But, semuanya open-minded, itu yang terpenting.

Mata kuliah favoritku adalah sosiologi dan pengantar ilmu politik (PIP). Yaa meski yang PIP dosennya...membuatku setengah sadar. Iya, penjelasannya bikin ngantuk yang dengerin, hahahaha.

Di rumah, ortu lebih maklum kalau hari Minggu habis subuh aku bakal molor sampai siang. Capek banget. Bayangin aja seminggu mondar-mandir gitu, berangkat pagi pulang malem, gimana ga capek? Kadang aku masih begadang mengerjakan tugas, paginya kesiangan, lari-lari ngejar bus gitu, tapi semuanya aku nikmati aja. Dibawa asik.

Apa yang sebenarnya paling aku suka adalah...ketika di tengah diskusiku dengan dosen di kelas, beliau tanya, "Kamu dari SMA mana?". Aku ga tahu aja kenapa aku suka, yang jelas pokoknya pas ditanya aku akan jawab lengkap begini, " SMA Al Abidin Bilingual Boarding School, Surakarta,". Kangen sekaligus nostalgia, mungkin gitu.

Apapun itu, yang jelas minggu ini aku sibuk. Aku menyiapkan event International Conference on Indonesian Social and Politic Inquiries (Icispe) dengan anak-anak himpunan mahasiswa dari berbagai jurusan di FISIP.

Siap-siap belajar lagi, insya Allah.


Sincerely yours,
Anissa Antania Hanjani

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The World of Ask.fm

Well, liburan ya? Aku lebih banyak mengisi waktu di rumah buat main game, buka ask.fm, dan ini nanti sore mau ngerjain tugas. It's me, tapi versi malas. Kalau versi rajin, hari ini THR (Tugas Hari Raya hoho...) udah kelar semua kali ya? For me, myself, aku lebih suka buka ask.fm sekarang buat liat orang-orang rada freak yang answer-nya seolah-olah bakalan mati 100 tahun lagi, orang-orang yang saling tebar nasihat, atau sekedar answer gaje teman-temanku. Kalau iseng aku juga bakalan ask seseorang, tapi itu biasanya orang tertentu doang sih, kalau aku ga terlalu kenal macam Dziban, Thariq, Kuntoro, dan Ikal, the popular boys at school, aku nggak mau macam-macam. Bukan karena takut sama mereka (what for, please?), tapi karena aku paling nggak suka mengurusi kehidupan orang lain. Nggak ada untungnya buatku. Hal paling berkesan waktu main ask.fm malah terjadi kemarin. Aku iseng baca-baca answer-nya Muhammad Alvin Faiz, anak Ust. Arifin Ilham, salah satu da'i kondang di Indo...

K.A.M.U.

(Tulisan ini, kali ini mungkin sampah banget karena aku sendiri menganggap topiknya adalah sesuatu yang paling nggak penting dalam hidup. Tentang hati. Tentang perasaan. Tentang aku suka sama seseorang. Namun, tetap aja nggak tahu kenapa sekali ini aku pingin cerita. Semuanya) Adalah suatu kehormatan bisa mengenalmu. Aku senang sekali. Sosokmu adalah yang benar-benar bisa dibilang berbeda, lebih baik, dan lebih menjanjikan di masa depan kelak.  Kamu adalah sisipan topik yang paling sering dibicarakan. Namun, di lain sisi, kamu adalah topik paling tidak penting. Paling menyebalkan. Aku nggak suka pikiranku tiba-tiba teralih hanya untuk menebak-nebak apa yang sedang kamu lakukan, bagaimana keadaanmu, dan lain sebagainya. Layaknya orang normal yang jatuh cinta. Bah, itu menyebalkan. Kita sama-sama sudah besar, pikirkan urusan masing-masing, begitu galakku terhadap bayangan tentangmu. Aku bangga karena bisa berada di sekitarmu. Di lingkaranmu. Namun, di satu sisi aku juga ...

True Self

Minggu, 15 Oktober 2017 "...sebenarnya banyak sih yang ngomongin kamu di belakang waktu itu, tapi aku juga nggak suka kamu di-judge seenaknya gitu,". "...". "Waktu terakhir main ke sana sih guru-guru juga pada bilang, 'Antania sekarang berubah banget setelah masuk HI,',". "..." * * * Selasa, 5 Desember 2017 "Aku pergi dulu ya ke rumah Ayu!" sahutku dari pintu belakang. "Aku ambil sendiri uang sakunya,". Ini adalah minggu-minggu ujian semester. Aku dan Ayu memutuskan untuk sering belajar bareng. Aku bukan tipikal orang yang biasa belajar di rumah, sih. Beuh, yang ada malah tidur aku kalau di rumah. Meja belajar sama kasur jaraknya cuma dua langkah. Aku menatap kontak WhatsApp-ku sebelum berangkat dan tertegun melihat beberapa kontak yang hilang dari daftar, lalu memutuskan kembali ke kamar sebentar untuk mengecek nomor yang perlu ditambahkan. Ah, aku baru saja ganti HP dan nomornya y...