H: "Brotha, have you already home?"
B: "I've gone home. I miss you, my little sister. Now, I'm at the mosque with my friends."
H: "I miss you too, Brotha. Really?"
Sedikit hiburan. Kakakku sepertinya sudah pulang kampung. Senang mendengarnya. Kuharap dia baik-baik saja. Berjanjilah pada adik perempuanmu ini, Kak!
Ada banyak orang yang menganggapku istimewa selama di SMA (hei, bukan bermaksud tinggi hati ya). Ada beberapa orang yang menganggapku putri mereka, jadi aku punya orang tua angkat banyak sekali. Beberapa orang juga menganggapku adik perempuan mereka, tak heran kakakku banyak.
Rasanya seperti ini ya jadi adik?
Ada seorang kakak laki-laki yang menurutku sangat istimewa. Dia keren. Aku mengenalnya saat ikut perkemahan bahasa Inggris yang diadakan SMA sebulan lalu. Kakakku ini ditaksir oleh teman-teman perempuanku. Yah, maklum saja selisih umur hanya berjarak empat tahun. Sayangnya, kakakku ini hanya dekat denganku saja. Jadi maaf ya yang sudah naksir kakakku. Hihi...
Hei, hei, bukan itu maksudku. Kakak dan aku hanya dekat sebagai kakak dan adik saja. Tidak ada maksud apa-apa. Toh, aku juga menyukai orang lain (sahabatku sendiri, si Mr. Simple).
Kakak memberiku banyak kenang-kenangan sebelum kita pergi dan aku masih menyimpannya sampai sekarang. Kakak yang jadi tempatku bersandar ketika aku sedang malas melakukan sesuatu bersama teman-teman di perkemahan. Buatku, kakak laki-lakiku itu adalah role model kedua setelah Mr. Simple.
Dan sering kupanggil dia, "Brotha!"
Mitarashi Hana
Komentar
Posting Komentar