Nggak kerasa akhirnya jadi mahasiswa lama ya. Waktu emang ajaib.
Pagi ini aku bertugas sebagai panitia PMB HI. Acara hari ini dimulai dengan perkenalan dari HMHI (hanya ketua, wakil ketua, dan para kepala bidang). Aku nggak tahu Mas Kevin udah balik dari Riau, bahkan ketika dia mewakili bidangku hari ini pas perkenalan aku nggak kenal sama sekali. He got a new hairdo, bukan dipotong, tetapi digondrongin. Cowok tuh emang ajaib ya, gondrongin rambut aja ngenalinnya udah susah banget.
Jadi inget Juplek deh waktu pertama kali potong rambut setelah digondrongin. Satu angkatan hampir nggak kenal sama dia, bahkan kating juga.
Mas Kevin memanggilku dari jendela luar setelah perkenalan itu ketika panitia mulai memimpin ice breaking.
"Hey, lupa aku ngenalin kamu tadi," katanya. Iya sih ya, dia ngenalin dua staf keilmuan yang jadi panitia di depan maba tadi kecuali aku
"Haha, nggak apa-apa lah. Kenapa, Mas?".
"Mbak Clarissa hari ini mau minjem buku dari perpustakaan. Ntar ambil kunci di kantor departemen ya,".
Aku melihat jam tanganku. "Jam berapa emang? Aku kan tugas,".
"Sekitar jam 9-10,".
"Aku nggak buka HP lho ini, kan masih penugasan,".
"Ntar aku kabarin deh ya. Makasih lho, Nis,".
Hampir aku keceplosan bilang. "Aku hampir nggak ngenalin kamu lho, Mas," cuma aku malu. Aku kerja di bawahnya selama satu semester kemarin masa' nggak ngenalin kabidku sendiri? Dasar.
Hampir dua bulan liburan dan akhirnya ketemu teman-teman lagi rasanya tuh...warna-warni. Senang sih, tetapi bingung juga karena aku hampir tidak mengenali beberapa orang gara-gara perubahan gayanya. Contoh Mas Kevin tadi. Kalau aja dia nggak memperkenalkan diri di depan tadi, mana aku tahu dia sudah balik dari Riau?
Semester dua sudah berakhir. Semester tiga sudah menanti. Aku sudah settle dengan mata kuliah yang akan kujalani, terutama banget nih mata kuliah pilihan. Semula aku sempat galau dan mengemis minta tukar jadwal dengan beberapa teman. Bayangin deh, semester 3 ini aku hanya bisa memilih satu mata kuliah pilihan yang asli harusnya kupelajari. Rencananya sih mau ambil perilaku politik dan studi keamanan atau studi keamanan dan perbandingan politik Islam. Namun, entah mengapa aku tidak bisa menemukan perbandingan politik Islam daann...aku juga tidak bisa mengambil perilaku politik karena terbentur jadwal mata kuliah wajib. Aku hanya bisa memilih studi keamanan.
Dengan sangat terpaksa, akhirnya aku mengambil studi Eropa yang seharusnya kuambil semester 5 mendatang. Aku lega saat dosen waliku menyetujui mata kuliah yang kuambil.
Ada banyak hal yang kulakukan di semester tiga dan sebuah rencana besar sedang kupersiapkan. Apa itu? Ra-ha-si-a. Aku hanya akan memberitahu kalau rencana itu sudah tereksekusi dengan baik dan benar.
Sampai beberapa tahun ke depan, kuliah akan menjadi prioritas utamaku. Namun, ini akan sedikit lebih berbeda dari semester satu dan dua. I know I am the only one (now and I don't know until when) who has LC certificate, tetapi aku tidak akan masuk senat fakultas. Aku juga tidak akan mendaftar BEM. Kemungkinan, aku akan purna organisasi lebih dini. Ada hal yang lebih menarik untuk dikerjakan daripada beradu kepentingan di BEM dan senat. Namun, aku tetap suka kok diskusi pergerakan dengan anak-anak eksternal lainnya.
Aku lelah beradu kepentingan, hahahaha. Kurasa itu juga bukan tipikalku untuk bertahan di sana. Beberapa orang mendorongku untuk mencalonkan diri sebagai senat tahun ini, tetapi...sepertinya tidak. Tidak. Sudah saatnya petualangan mimpiku dimulai lagi.
Aku teringat Pak Polisi yang membantuku mengurus surat kehilangan di kantor kecamatan. Beliau bilang, "Ah, masa' semester tiga masih jomblo? Nggak mungkin, ah! Pasti punya pacar,".
Ah ya. Soal cowok ya? Aku belum jatuh cinta lagi, tuh. Belum ada seseorang yang berhasil mencuri perhatianku. Entah memang belum ada atau karena aku terlalu fokus dengan buku akhir-akhir ini. Cowok bagiku saat ini ya cuma sebatas makhluk berkromosom X. Tidak kurang, tidak lebih. Meski cinlok bertebaran di mana-mana, tetapi...untuk urusan satu ini aku masa bodoh.
Aku bahkan berniat menunda target usia menikah.
Aku masih pingin jalan-jalan sendiri.
Yours,
Anissa Antania Hanjani
Komentar
Posting Komentar