Langsung ke konten utama

Keep On Tryin'

"Nis, kenapa sih mentoring?" tanya Gege lewat chat.

"Anu, haha, itu yang tulisan-tulisan di PBU itu lho tentang mentoring, katanya sih buat pengkaderan ormek tertentu,".

"Hahaha nggak usah ditanggepin, Nis. Selama kamu bergerak di jalan yang benar, usahakan!".

Namanya Gerald Damping. Biasa dipanggil Gege. Rajin...banget ke gereja tiap Sabtu-Minggu. Biasanya sih dia ibadah di sebuah gereja di daerah Peterongan. Anaknya supel dan menyenangkan. Dan...inilah yang kemarin dilakukan anak itu. A support for Islamic activity.

Akhir-akhir ini, menjelang acara Grand Opening Mentoring, banyak tulisan-tulisan yang menyinggung tentang mentoring yang katanya penggiringan ke ideologi dan eksternal tertentu. Hh, cukup...menyebalkan kurasa. Mungkin hal itu terjadi dan aku sudah sering mendengarnya, tetapi kalau seandainya itu terjadi di kampusku, aku salah satu orang yang menentangnya. 

Ya namanya dakwah ya dakwah aja. Universal aja. Kalau menggiring ke suatu eksternal tertentu, sama aja kan merasa golongannya paling benar? Nggak banget menurutku.

Namun, reaksi dari kita juga kadang berlebihan dalam menanggapi tulisan-tulisan itu. Dian terutama yang waktu itu menulis, "Ada yang ngedugem kok diam aja? Ada yang ngerokok kok diam aja?" seakan-akan semua yang menulis tulisan-tulisan tersebut bersikap demikian. Hey, kesalahan terbesar dalam belajar sosial humaniora adalah kalau kamu melakukan generalisasi, Di. Aku yakin nggak semua orang begitu. I mean, it's not important to comment their behaviors which make them far away from God. Bukan berarti aku nggak mau menasihati, tetapi aku tidak mau membahas tulisan tersebut dengan perspektif satu pihak, apalagi perspektif itu sifatnya sampai melakukan generalisasi.

Even, mungkin mereka jauh lebih baik dari kita. Mungkin amaliyah mereka jauh lebih banyak dari kita yang kadang masih hitung-hitungan kalau bantu orang. Mungkin malah akhir hidup mereka jauh lebih baik dari kita. We never even know bagaimana akhir hidup seseorang, kan?

Tahun ini, aku adalah salah satu pementor di FISIP. Aku nggak aktif di kepanitiaan GOM karena ada kepanitiaan lain yang sama tanggalnya (dan lebih urgent). It's hard for me to find a good word to offer my juniors to join mentoring, apalagi dengan aksi-reaksi yang terjadi belakangan ini, tetapi...thanks to Gege, aku akan tetap mencoba. Aku menemukan optimisme lagi setelah Gege mengatakannya. He, whose religion is different than mine, memberiku dukungan. Aku bertemu beberapa kader eksternal dari GMNI yang juga memberiku dukungan. Why not?

It's a different sensation when you get supports from people who are not expected to be, right?


Yours,
Anissa Antania Hanjani

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The World of Ask.fm

Well, liburan ya? Aku lebih banyak mengisi waktu di rumah buat main game, buka ask.fm, dan ini nanti sore mau ngerjain tugas. It's me, tapi versi malas. Kalau versi rajin, hari ini THR (Tugas Hari Raya hoho...) udah kelar semua kali ya? For me, myself, aku lebih suka buka ask.fm sekarang buat liat orang-orang rada freak yang answer-nya seolah-olah bakalan mati 100 tahun lagi, orang-orang yang saling tebar nasihat, atau sekedar answer gaje teman-temanku. Kalau iseng aku juga bakalan ask seseorang, tapi itu biasanya orang tertentu doang sih, kalau aku ga terlalu kenal macam Dziban, Thariq, Kuntoro, dan Ikal, the popular boys at school, aku nggak mau macam-macam. Bukan karena takut sama mereka (what for, please?), tapi karena aku paling nggak suka mengurusi kehidupan orang lain. Nggak ada untungnya buatku. Hal paling berkesan waktu main ask.fm malah terjadi kemarin. Aku iseng baca-baca answer-nya Muhammad Alvin Faiz, anak Ust. Arifin Ilham, salah satu da'i kondang di Indo...

K.A.M.U.

(Tulisan ini, kali ini mungkin sampah banget karena aku sendiri menganggap topiknya adalah sesuatu yang paling nggak penting dalam hidup. Tentang hati. Tentang perasaan. Tentang aku suka sama seseorang. Namun, tetap aja nggak tahu kenapa sekali ini aku pingin cerita. Semuanya) Adalah suatu kehormatan bisa mengenalmu. Aku senang sekali. Sosokmu adalah yang benar-benar bisa dibilang berbeda, lebih baik, dan lebih menjanjikan di masa depan kelak.  Kamu adalah sisipan topik yang paling sering dibicarakan. Namun, di lain sisi, kamu adalah topik paling tidak penting. Paling menyebalkan. Aku nggak suka pikiranku tiba-tiba teralih hanya untuk menebak-nebak apa yang sedang kamu lakukan, bagaimana keadaanmu, dan lain sebagainya. Layaknya orang normal yang jatuh cinta. Bah, itu menyebalkan. Kita sama-sama sudah besar, pikirkan urusan masing-masing, begitu galakku terhadap bayangan tentangmu. Aku bangga karena bisa berada di sekitarmu. Di lingkaranmu. Namun, di satu sisi aku juga ...

((Hanya)) Sebuah Judul

Beberapa hari yang lalu, ada seorang teman bertanya lewat chat kepadaku seperti ini, "Eh An, lalu gimana si A yang bilang, 'Jangan jadikan Al Qur'an sebagai pedoman mutlak'. Apakah itu benar menurutmu? Atau hanya hoax?". "Aku menawarkan opsi ketiga," jawabku. "Atau hanya belum dimaknai dengan benar?". "Lho An, dari kata-katanya aja sudah salah. Al Qur'an itu pedoman mutlak. Kenapa dia katakan jangan jadikan pedoman mutlak? Ada kata larangan di sana: JANGAN,". "Kamu sudah baca keseluruhan belum? Sudah bertanya apa maksudnya? Kalau kamu bahkan belum tanya apa maksudnya atau bahkan cuma tanya sama aku doang, jangan pernah menyampaikan prasangka. Simpan prasangkamu buat dirimu aja," tanggapku kalem. Ada beberapa alasan mengapa aku berkata seperti itu. Pertama, aku sendiri baru tahu lho kalau si A ini ngomong begitu dan kalau aku sok tahu menanggapinya nanti kalau nggak sesuai maksudnya si A bagaimana? Kedua,...