Apa kabar?
Hey, aku baik-baik saja. Aku akan ke kelas XII dan kuharap SMA segera berakhir. Cepat-cepatlah lulus, hanya hal itu yang ada di pikiranku. Lulus dan segera belajar apa yang aku suka. Aku sudah muak belajar hal-hal yang terpaksa kupelajari karena salah masuk jurusan. Benar, aku iri pada saudaraku yang masuk jurusan yang aku harus setengah mati memohon ijin pada orangtuaku.
Namun, aku tidak menyesal. Sebab apa jadinya jika aku pergi ke sekolah lain dan belajar di jurusan yang aku perjuangkan setengah mati? Aku mungkin tidak akan pernah bertemu denganmu. Konyol ya? Aku serius! Jika aku tidak pernah memberanikan diri untuk belajar di luar kota dan bertemu orang-orang baru, maka aku tidak akan pernah menemukanmu. Radarku tidak akan pernah mendeteksimu dalam hidupku.
Tahu tidak, andai aku punya mesin waktu seperti kepunyaan Doraemon, aku ingin melompat ke bulan Juli 2013. Kenangan pertamaku denganmu. Ya, itu pertama kalinya kita kenalan. Lucu ya karena di saat itu aku sudah punya firasat bahwa kita akan menjadi teman baik, oh tidak, best friend! Sebab itu aku menyusulmu untuk percakapan lebih lanjut. Aku tidak pernah salah dengan firasatku dalam hal ini. Apalagi kelihatannya kau menyenangkan dan seru.
Dan ternyata aku benar. Kita menjadi sahabat.
Mengerjakan sesuatu bareng kamu itu serunya minta ampun! Kalau ada kamu, semua hal pasti menjadi lebih seru. Latihan lomba yang keras pun entah kenapa terlihat seperti taman bermain bagiku kalau kamu ada dan yah, itu juga karena aku menyukai bidangnya. Kapan sih kita nggak ikut lomba bareng? Paling-paling hanya saat kamu lomba pramuka dan aku ikut olimpiade, kan? Sisanya kita pasti bareng-bareng. Temanku pernah berkata, "Kalian tuh sebakat ya!"
Kalau aku pernah mengejek temanku yang pairing lombanya tidak pernah ganti, mungkin aku juga pantas mengejek diriku sendiri. Kalau lomba bahasa Inggris, apa pernah sih yang maju bukan aku dan kamu? Haha...benar juga, aku tidak pernah ganti pairing lomba juga. Aku menjalani musim kompetisi 2013 - 2014 terus-terusan bersamamu. Bosan? Sama sekali tidak. Sudah pernah aku bilang kan, menjalani apa pun denganmu itu akan menjadi lebih seru!
You're my moodbuster. Kamu yang ngasih aku semangat saat lelah datang menghampiriku. Kamu yang bercandain aku pas bad mood. Kamu yang kadang jailnya minta ampun, tapi pasti ujung-ujungnya sukses bikin aku ketawa ngakak. Kalau ada kamu, aku rasanya lebih ceria dari biasanya dan segala perasaan negatifku hilang begitu saja tanpa sebab.
Kita punya banyak kesamaan dan perbedaan yang tipis, tapi amat penting. Saking banyaknya kesamaan itu, guruku pernah bilang kalau aku itu kamu versi cewek. Tahu tidak apa perbedaan tipis yang amat penting itu? It's our characters. Kamu luwes, supel, ceria, sampai aku nggak tahu masalah apa yang ada di hidupmu karena tiap kita bertemu kamu selalu tertawa. Aku kaku, gaya bicaraku patah-patah, dan kalau aku sedang kena masalah pasti mudah sekali ditebaknya. Kenapa perbedaan itu amat penting? Karena kurasa hal itu yang membuat kita saling melengkapi.
And many things you've done to me.
Sadar atau tidak, aku sering merasa kamu terlalu baik padaku. Membelaku di depan orang yang sedang bermasalah denganku, menyemangatiku di depan banyak orang, menghiburku saat menangis, mentraktirku, dan...pokoknya banyak banget.
Aku baru menyadari ini ketika kita berpisah. Kamu di sana, aku di sini, mulai menjalani kehidupan baru masing-masing. Kadang ketika aku ingat apa yang kamu katakan padaku saat pergi, aku berpikir lagi, apa yang sudah kulakukan untukmu? Sepertinya tidak sebanyak apa yang kamu beri dan kurasa hal itu juga biasa, tidak semenakjubkan yang kau lakukan...
Aku merindukanmu (lagi). Aku belum menemukan orang yang seperti kamu. Pernah sahabatku yang lain menuntutku karena aku hanya tertawa jika kamu yang bercandain aku. Tentu saja, itu kan karena candaanmu tak pernah menyinggung dan menyakitiku, tidak seperti dia.
Iya, aku merindukanmu (lagi). Namun aku ogah menuliskan kata-kata galau seperti si pecinta senja di blognya. Aku ingin selalu mengukir kata-kata ceria ketika merindukanmu. Soalnya, hidupku pas bareng kamu kan penuh keceriaan, kenapa aku harus menggalau? Lagipula jika aku merindukanmu, ada foto dan video tentangmu di laptop, kita kan sering foto bareng. Dan diam-diam aku menyimpan video dari channelmu di YouTube.
3 tahun lagi, apa kita bakalan ketemu ya?
Aku pingin kita ketemu lagi, di suatu tempat, dengan keadaan yang berbeda.
Mitarashi Hana
Komentar
Posting Komentar