Langsung ke konten utama

My 2013

Apa kabar? 

Hey, aku baik-baik saja. Aku akan ke kelas XII dan kuharap SMA segera berakhir. Cepat-cepatlah lulus, hanya hal itu yang ada di pikiranku. Lulus dan segera belajar apa yang aku suka. Aku sudah muak belajar hal-hal yang terpaksa kupelajari karena salah masuk jurusan. Benar, aku iri pada saudaraku yang masuk jurusan yang aku harus setengah mati memohon ijin pada orangtuaku. 

Namun, aku tidak menyesal. Sebab apa jadinya jika aku pergi ke sekolah lain dan belajar di jurusan yang aku perjuangkan setengah mati? Aku mungkin tidak akan pernah bertemu denganmu. Konyol ya? Aku serius! Jika aku tidak pernah memberanikan diri untuk belajar di luar kota dan bertemu orang-orang baru, maka aku tidak akan pernah menemukanmu. Radarku tidak akan pernah mendeteksimu dalam hidupku.

Tahu tidak, andai aku punya mesin waktu seperti kepunyaan Doraemon, aku ingin melompat ke bulan Juli 2013. Kenangan pertamaku denganmu. Ya, itu pertama kalinya kita kenalan. Lucu ya karena di saat itu aku sudah punya firasat bahwa kita akan menjadi teman baik, oh tidak, best friend! Sebab itu aku menyusulmu untuk percakapan lebih lanjut. Aku tidak pernah salah dengan firasatku dalam hal ini. Apalagi kelihatannya kau menyenangkan dan seru.

Dan ternyata aku benar. Kita menjadi sahabat.

Mengerjakan sesuatu bareng kamu itu serunya minta ampun! Kalau ada kamu, semua hal pasti menjadi lebih seru. Latihan lomba yang keras pun entah kenapa terlihat seperti taman bermain bagiku kalau kamu ada dan yah, itu juga karena aku menyukai bidangnya. Kapan sih kita nggak ikut lomba bareng? Paling-paling hanya saat kamu lomba pramuka dan aku ikut olimpiade, kan? Sisanya kita pasti bareng-bareng. Temanku pernah berkata, "Kalian tuh sebakat ya!"

Kalau aku pernah mengejek temanku yang pairing lombanya tidak pernah ganti, mungkin aku juga pantas mengejek diriku sendiri. Kalau lomba bahasa Inggris, apa pernah sih yang maju bukan aku dan kamu? Haha...benar juga, aku tidak pernah ganti pairing lomba juga. Aku menjalani musim kompetisi 2013 - 2014 terus-terusan bersamamu. Bosan? Sama sekali tidak. Sudah pernah aku bilang kan, menjalani apa pun denganmu itu akan menjadi lebih seru!

You're my moodbuster. Kamu yang ngasih aku semangat saat lelah datang menghampiriku. Kamu yang bercandain aku pas bad mood. Kamu yang kadang jailnya minta ampun, tapi pasti ujung-ujungnya sukses bikin aku ketawa ngakak. Kalau ada kamu, aku rasanya lebih ceria dari biasanya dan segala perasaan negatifku hilang begitu saja tanpa sebab.

Kita punya banyak kesamaan dan perbedaan yang tipis, tapi amat penting. Saking banyaknya kesamaan itu, guruku pernah bilang kalau aku itu kamu versi cewek. Tahu tidak apa perbedaan tipis yang amat penting itu? It's our characters. Kamu luwes, supel, ceria, sampai aku nggak tahu masalah apa yang ada di hidupmu karena tiap kita bertemu kamu selalu tertawa. Aku kaku, gaya bicaraku patah-patah, dan kalau aku sedang kena masalah pasti mudah sekali ditebaknya. Kenapa perbedaan itu amat penting? Karena kurasa hal itu yang membuat kita saling melengkapi.

And many things you've done to me.

Sadar atau tidak, aku sering merasa kamu terlalu baik padaku. Membelaku di depan orang yang sedang bermasalah denganku, menyemangatiku di depan banyak orang, menghiburku saat menangis, mentraktirku, dan...pokoknya banyak banget. 

Aku baru menyadari ini ketika kita berpisah. Kamu di sana, aku di sini, mulai menjalani kehidupan baru masing-masing. Kadang ketika aku ingat apa yang kamu katakan padaku saat pergi, aku berpikir lagi, apa yang sudah kulakukan untukmu? Sepertinya tidak sebanyak apa yang kamu beri dan kurasa hal itu juga biasa, tidak semenakjubkan yang kau lakukan...

Aku merindukanmu (lagi). Aku belum menemukan orang yang seperti kamu. Pernah sahabatku yang lain menuntutku karena aku hanya tertawa jika kamu yang bercandain aku. Tentu saja, itu kan karena candaanmu tak pernah menyinggung dan menyakitiku, tidak seperti dia. 

Iya, aku merindukanmu (lagi). Namun aku ogah menuliskan kata-kata galau seperti si pecinta senja di blognya. Aku ingin selalu mengukir kata-kata ceria ketika merindukanmu. Soalnya, hidupku pas bareng kamu kan penuh keceriaan, kenapa aku harus menggalau? Lagipula jika aku merindukanmu, ada foto dan video tentangmu di laptop, kita kan sering foto bareng. Dan diam-diam aku menyimpan video dari channelmu di YouTube.

3 tahun lagi, apa kita bakalan ketemu ya?

Aku pingin kita ketemu lagi, di suatu tempat, dengan keadaan yang berbeda.




Mitarashi Hana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The World of Ask.fm

Well, liburan ya? Aku lebih banyak mengisi waktu di rumah buat main game, buka ask.fm, dan ini nanti sore mau ngerjain tugas. It's me, tapi versi malas. Kalau versi rajin, hari ini THR (Tugas Hari Raya hoho...) udah kelar semua kali ya? For me, myself, aku lebih suka buka ask.fm sekarang buat liat orang-orang rada freak yang answer-nya seolah-olah bakalan mati 100 tahun lagi, orang-orang yang saling tebar nasihat, atau sekedar answer gaje teman-temanku. Kalau iseng aku juga bakalan ask seseorang, tapi itu biasanya orang tertentu doang sih, kalau aku ga terlalu kenal macam Dziban, Thariq, Kuntoro, dan Ikal, the popular boys at school, aku nggak mau macam-macam. Bukan karena takut sama mereka (what for, please?), tapi karena aku paling nggak suka mengurusi kehidupan orang lain. Nggak ada untungnya buatku. Hal paling berkesan waktu main ask.fm malah terjadi kemarin. Aku iseng baca-baca answer-nya Muhammad Alvin Faiz, anak Ust. Arifin Ilham, salah satu da'i kondang di Indo...

K.A.M.U.

(Tulisan ini, kali ini mungkin sampah banget karena aku sendiri menganggap topiknya adalah sesuatu yang paling nggak penting dalam hidup. Tentang hati. Tentang perasaan. Tentang aku suka sama seseorang. Namun, tetap aja nggak tahu kenapa sekali ini aku pingin cerita. Semuanya) Adalah suatu kehormatan bisa mengenalmu. Aku senang sekali. Sosokmu adalah yang benar-benar bisa dibilang berbeda, lebih baik, dan lebih menjanjikan di masa depan kelak.  Kamu adalah sisipan topik yang paling sering dibicarakan. Namun, di lain sisi, kamu adalah topik paling tidak penting. Paling menyebalkan. Aku nggak suka pikiranku tiba-tiba teralih hanya untuk menebak-nebak apa yang sedang kamu lakukan, bagaimana keadaanmu, dan lain sebagainya. Layaknya orang normal yang jatuh cinta. Bah, itu menyebalkan. Kita sama-sama sudah besar, pikirkan urusan masing-masing, begitu galakku terhadap bayangan tentangmu. Aku bangga karena bisa berada di sekitarmu. Di lingkaranmu. Namun, di satu sisi aku juga ...

((Hanya)) Sebuah Judul

Beberapa hari yang lalu, ada seorang teman bertanya lewat chat kepadaku seperti ini, "Eh An, lalu gimana si A yang bilang, 'Jangan jadikan Al Qur'an sebagai pedoman mutlak'. Apakah itu benar menurutmu? Atau hanya hoax?". "Aku menawarkan opsi ketiga," jawabku. "Atau hanya belum dimaknai dengan benar?". "Lho An, dari kata-katanya aja sudah salah. Al Qur'an itu pedoman mutlak. Kenapa dia katakan jangan jadikan pedoman mutlak? Ada kata larangan di sana: JANGAN,". "Kamu sudah baca keseluruhan belum? Sudah bertanya apa maksudnya? Kalau kamu bahkan belum tanya apa maksudnya atau bahkan cuma tanya sama aku doang, jangan pernah menyampaikan prasangka. Simpan prasangkamu buat dirimu aja," tanggapku kalem. Ada beberapa alasan mengapa aku berkata seperti itu. Pertama, aku sendiri baru tahu lho kalau si A ini ngomong begitu dan kalau aku sok tahu menanggapinya nanti kalau nggak sesuai maksudnya si A bagaimana? Kedua,...