Langsung ke konten utama

Miss My Old School

Dulu sekolahku menyenangkan. Aku suka lama-lamaan di sana. Bikin betah, itu alasannya. Semua murid punya motivasi sendiri buat berprestasi. Semua guru memotivasi kami. Guru yang baru masuk akan sadar perbedaannya sekolahku dengan sekolah yang lain, di sini guru dan murid hubungannya dekat sekali. Kantor guru seakan terbuka untuk kami masuki. Pernah lihat meme tentang betapa horornya masuk kantor guru di sekolah negeri? Ah, itu tidak berlaku di sekolahku. Sama sekali tidak.
 
Bahkan kantor kepala sekolah juga bukan hal horor buat kami. Ah, biasa saja. Kepala sekolah kami baik. Logat betawinya kental sekali, setiap hari membersamai kami diselingi candaan-candaan kala menasihati kami.
 
Tidak ada diskriminasi. Baik yang reguler dan beasiswa, semua sama saja. Hal terpenting bagi kami adalah bagaimana caranya nama sekolah bisa dikenal banyak orang sehingga semakin banyak anak yang mau belajar di sini.
 
Namun itu dulu.
 
Hari ini ketika aku kembali ke sekolah, aku kembali menyadari bahwa...sekolah ini memang menyenangkan. Namun tidak semenyenangkan dulu. Semua berubah. Ujian semester kali ini rasanya penuh diskriminasi. Boarding dan fullday rasanya dibedakan.
 
Dan sekarang aku sudah naik ke kelas XII...
 
Semua kenangan itu hanya masa lalu. Sekarang, entah hal itu bisa terulang atau tidak. Aku tak suka dipimpin dengan tangan besi! Sama sekali aku tidak suka. Meski aku tidak merasakan diskriminasi itu...tapi gimana dengan teman-temanku?
 
 
 
Mitarashi Hana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The World of Ask.fm

Well, liburan ya? Aku lebih banyak mengisi waktu di rumah buat main game, buka ask.fm, dan ini nanti sore mau ngerjain tugas. It's me, tapi versi malas. Kalau versi rajin, hari ini THR (Tugas Hari Raya hoho...) udah kelar semua kali ya? For me, myself, aku lebih suka buka ask.fm sekarang buat liat orang-orang rada freak yang answer-nya seolah-olah bakalan mati 100 tahun lagi, orang-orang yang saling tebar nasihat, atau sekedar answer gaje teman-temanku. Kalau iseng aku juga bakalan ask seseorang, tapi itu biasanya orang tertentu doang sih, kalau aku ga terlalu kenal macam Dziban, Thariq, Kuntoro, dan Ikal, the popular boys at school, aku nggak mau macam-macam. Bukan karena takut sama mereka (what for, please?), tapi karena aku paling nggak suka mengurusi kehidupan orang lain. Nggak ada untungnya buatku. Hal paling berkesan waktu main ask.fm malah terjadi kemarin. Aku iseng baca-baca answer-nya Muhammad Alvin Faiz, anak Ust. Arifin Ilham, salah satu da'i kondang di Indo...

K.A.M.U.

(Tulisan ini, kali ini mungkin sampah banget karena aku sendiri menganggap topiknya adalah sesuatu yang paling nggak penting dalam hidup. Tentang hati. Tentang perasaan. Tentang aku suka sama seseorang. Namun, tetap aja nggak tahu kenapa sekali ini aku pingin cerita. Semuanya) Adalah suatu kehormatan bisa mengenalmu. Aku senang sekali. Sosokmu adalah yang benar-benar bisa dibilang berbeda, lebih baik, dan lebih menjanjikan di masa depan kelak.  Kamu adalah sisipan topik yang paling sering dibicarakan. Namun, di lain sisi, kamu adalah topik paling tidak penting. Paling menyebalkan. Aku nggak suka pikiranku tiba-tiba teralih hanya untuk menebak-nebak apa yang sedang kamu lakukan, bagaimana keadaanmu, dan lain sebagainya. Layaknya orang normal yang jatuh cinta. Bah, itu menyebalkan. Kita sama-sama sudah besar, pikirkan urusan masing-masing, begitu galakku terhadap bayangan tentangmu. Aku bangga karena bisa berada di sekitarmu. Di lingkaranmu. Namun, di satu sisi aku juga ...

True Self

Minggu, 15 Oktober 2017 "...sebenarnya banyak sih yang ngomongin kamu di belakang waktu itu, tapi aku juga nggak suka kamu di-judge seenaknya gitu,". "...". "Waktu terakhir main ke sana sih guru-guru juga pada bilang, 'Antania sekarang berubah banget setelah masuk HI,',". "..." * * * Selasa, 5 Desember 2017 "Aku pergi dulu ya ke rumah Ayu!" sahutku dari pintu belakang. "Aku ambil sendiri uang sakunya,". Ini adalah minggu-minggu ujian semester. Aku dan Ayu memutuskan untuk sering belajar bareng. Aku bukan tipikal orang yang biasa belajar di rumah, sih. Beuh, yang ada malah tidur aku kalau di rumah. Meja belajar sama kasur jaraknya cuma dua langkah. Aku menatap kontak WhatsApp-ku sebelum berangkat dan tertegun melihat beberapa kontak yang hilang dari daftar, lalu memutuskan kembali ke kamar sebentar untuk mengecek nomor yang perlu ditambahkan. Ah, aku baru saja ganti HP dan nomornya y...