Dulu sekolahku menyenangkan. Aku suka lama-lamaan di sana. Bikin betah, itu alasannya. Semua murid punya motivasi sendiri buat berprestasi. Semua guru memotivasi kami. Guru yang baru masuk akan sadar perbedaannya sekolahku dengan sekolah yang lain, di sini guru dan murid hubungannya dekat sekali. Kantor guru seakan terbuka untuk kami masuki. Pernah lihat meme tentang betapa horornya masuk kantor guru di sekolah negeri? Ah, itu tidak berlaku di sekolahku. Sama sekali tidak.
Bahkan kantor kepala sekolah juga bukan hal horor buat kami. Ah, biasa saja. Kepala sekolah kami baik. Logat betawinya kental sekali, setiap hari membersamai kami diselingi candaan-candaan kala menasihati kami.
Tidak ada diskriminasi. Baik yang reguler dan beasiswa, semua sama saja. Hal terpenting bagi kami adalah bagaimana caranya nama sekolah bisa dikenal banyak orang sehingga semakin banyak anak yang mau belajar di sini.
Namun itu dulu.
Hari ini ketika aku kembali ke sekolah, aku kembali menyadari bahwa...sekolah ini memang menyenangkan. Namun tidak semenyenangkan dulu. Semua berubah. Ujian semester kali ini rasanya penuh diskriminasi. Boarding dan fullday rasanya dibedakan.
Dan sekarang aku sudah naik ke kelas XII...
Semua kenangan itu hanya masa lalu. Sekarang, entah hal itu bisa terulang atau tidak. Aku tak suka dipimpin dengan tangan besi! Sama sekali aku tidak suka. Meski aku tidak merasakan diskriminasi itu...tapi gimana dengan teman-temanku?
Mitarashi Hana
Komentar
Posting Komentar