Ada satu orang lagi yang membuatku selalu berpikir, "Ah, syukurlah aku bertemu dengannya,".
Faifda Fatmawati Sholekhah. Jurusan D3 Manajemen Pemasaran. Sama seperti teman-temanku sebelumnya, dia tipikal orang yang bakalan sering dipanggil ukhti. Tidak, itu secara penampilan saja. Namun, isi kepalanya berbeda. Dia cerdas, seribu kali pun dia mengelak kalau dibilang begitu, aku akan tetap bilang dia cerdas. Kenyataannya begitu, kok.
Ada sensasi yang tidak pernah kurasakan sebelumnya ketika sedang bersamanya. Pertama kalinya aku ingin meluangkan waktu di tengah kesibukanku untuk mengobrol dengan seseorang adalah ketika mengenal Faifda. Usai tugas, kuliah, organisasi, dan lainnya, ada beberapa waktu di mana tiba-tiba terpikir, "Ah, Faifda luang nggak ya? Aku ingin makan dan ngobrol,".
Kenapa makan dan ngobrol? Waktu makan ketika duduk satu meja, orang akan cenderung cerita semua yang dialaminya. Orang cenderung lebih terbuka ketika duduk di meja makan dengan orang yang dia percaya. Alasan klasik, tetapi itu yang jadi sebab kenapa waktu luangku dengan Faifda selalu makan dan ngobrol. Selain karena kami sibuk, itu juga lebih praktis.
Hm, kurasa aku bersyukur bertemu Faifda. Sangat. Ketika sudah penat dengan aktivitas, entah kenapa capekku hilang kalau ngobrol dengannya.
Yours,
Anissa Antania Hanjani
Komentar
Posting Komentar