Aku tahu aku bukan fans kalian sejak debut, tetapi aku adalah penggemar berat kalian.
Aku menemukan kalian di saat yang pas, ketika aku butuh suntikan semangat saat menghadapi OSN Geografi tingkat kota, di semester akhirku mengikuti lomba di SMA. Meski sebenarnya aku sudah tahu kalian sejak nonton aktingnya MatsuJun dalam Hana Yori Dango 1, 2, dan Final. Aku baru menyadari bahwa kalianlah public figure yang aku banget di saat liburan akhir semester satuku berakhir.
Aku mengetahui kalian lebih jauh ketika aku iseng memasukkan keyword arashi di YouTube. Banyak sekali video yang keluar. Aku iseng memilih satu video yang sampai sekarang masih kusimpan, judulnya The Brief History of Arashi (part 1 1999-2009). Dari video itulah aku mengenal kalian dan...well, aku sulit berkata-kata. Aku kagum sekali melihat perjuangan kalian dari awal debut sampai menjadi sepopuler sekarang. Aku mulai mengenal Sho Sakurai yang multi-talented tapi childish dan penakut, Matsumoto Jun yang elegan, Ohno Satoshi yang konyol, Kazunari Ninomiya yang hobi nge-game, dan Aiba Masaki sang moodbooster yang berhati lembut dan penyayang. Sejak hari di mana aku menonton video itu, aku mendeklarasikan diri untuk lepas dari KPop dan beralih jadi Arashian (lho?).
Well, ini sudah tahun ketiga aku menjadi penggemar berat kalian dan ini sungguh menyenangkan. Kalian adalah motivasi terbesarku belajar bahasa Jepang, dengan harapan suatu hari nanti ketika aku bertemu kalian, kita bisa bercakap-cakap banyak hal. Kalian juga menjadi satu alasanku untuk mengirim aplikasi studi ke Jepang, dengan harapan aku lebih banyak menonton kalian di televisi atau bahkan bisa menonton konser kalian. Satu dari 100 mimpi yang kutulis adalah aku ingin menonton konser kalian di Jepang. Bisa menonton konser saja sudah bagus, apalagi sampai bertemu dan foto bareng. Wuah.
Apa ya yang jadi alasanku buat jadi penggemar kalian? Dalam video yang kulihat, ada cuplikan PV kalian dan aku terkesan sekali dengan lirik-liriknya. Semuanya memiliki pesan dan motivasi mendalam. Benar-benar menyuntik kembali semangatku yang menurun. Setiap lirik mungkin bisa kutulis jadi quotation yang membuatku bangkit kembali.
Um, selain itu, kalian berbeda dengan public figure lain yang kukenal. Kalian tidak banyak skandal, apalagi sensasi. Di tengah dark era kalian pada 2000-2004, kalian menghadapi semuanya dengan tabah dan positif, bukan dengan membuat sensasi dan skandal. Aku tidak bisa membayangkan sulitnya melewati banyak hal buruk dalam 4 tahun, seperti:
- CD dianggap tidak menjual setelah debut sehingga harus pindah label rekaman padahal baru merilis dua single (sekarang nggak ada idol group lain yang penjualan single dan albumnya menyamai kalian).
- Acara-acaranya hanya disiarkan di Kanto (sekarang acara-acara kalian disiarkan primetime di seluruh Jepang, bahkan VS Arashi ditayangkan juga di Australia dan Singapura, kan?).
- Diputus kontrak oleh McDonald dengan alasan tidak menjual (setelah karir kalian menanjak, kalian diambil alih oleh KFC, McDonald pasti nyesel banget tuh).
- Rating variety show pertama di Fuji TV hanya 1,5% sehingga batal ditayangkan (sekarang yang jelas udah sangat sangat menanjak rating-nya, iya kan?).
- Midnight show dikritik banyak orang dan dianggap tidak cocok untuk jadi idol (midnight show kalian malah jadi gerbang pertama bagi fans untuk mengenal kalian dan...sekarang kalian kan jadi top national idol).
- Didapuk jadi karater utama 24h Television Program hanya karena banyak orang sudah memprediksikan acara itu gagal (jahatnya, maksudnya biar sekalian gagal gitu acaranya dengan menunjuk idol group yang dianggap "tidak menjual"?). Sebab pada tahun 2004, 70% waktu broadcast televisi diluangkan untuk siaran Olimpiade Athena. Bagian di mana ketika Aiba menangis membacakan kalimat suratnya kita pasti akan meraih mimpi kita untuk jadi yang teratas membuat banyak fans idol group lain mencemooh dan mengejek (ahahaha sekarang jadi top national idol Jepang lho dan acara 24h Television Program itu malah berhasil).
- Rencana kalian untuk konser di Yokohama Arena yang seats-nya 17.000 batal. Kalian mengalah untuk KAT-TUN yang baru debut dan pindah ke Yoyogi yang seats-nya cuma berkapasitas 10.000. Kalian bahkan pernah jatuh karena stage yang digunakan sudah tua (sekarang siapa coba yang pernah 4 kali konser di Kokkuritsu Stadium yang berkapasitas 70.000 orang?).
- PV Subarashiki Sekai tidak pernah dirilis sampai sekarang karena JE takut tidak terjual. Bahkan, CD "One" Tour tidak dirilis dengan alasan yang sama meski MatsuJun mendesak agar merilisnya (sekarang nggak mungkin kan nggak terjual?).
- Kalian bilang dulu kalian hanya prioritas kedelapan dalam perusahaan (nggak mungkin sekarang kalau bukan nomor satu, pendapatan terbesar JE kan dari kalian, dari penjualan album, single, tiket...wuah banyak banget).
Arashi-san, aku bangga bisa mengenal kalian. Kalian adalah contoh bagaimana kerja keras itu seharusnya. Kalian adalah contoh nyata perjuangan. Kalian juga tahu bagaimana menghargai fans yang mendukung kalian sampai sekarang, sehingga kalian begitu dicintai mulai dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa, hingga para lansia (aku pernah baca interview nenek-nenek yang nonton konser kalian, usianya 80 tahun dan dia bilang akan terus menonton konser-konser kalian hingga usianya 120 tahun, hahaha manisnya). Lirik-lirik kalian juga penuh makna dan jika itu membahas tentang cinta, kalian membuat seakan cinta yang disampaikan itu universal.
Kalian benar-benar luar biasa.
Mungkin jika ada yang harus aku sesali, itu adalah aku tidak mengenal kalian lebih cepat. Kalian kan sudah ada sejak usiaku satu tahun lebih. Jika aku sudah kenal kalian sejak aku kecil, kalianlah yang akan menemaniku tumbuh besar. Dari playgroup, TK, SD, SMP, SMA, hingga sekarang beranjak ke perguruan tinggi.
Aku berjanji kita akan bertemu suatu hari nanti. Ketika aku berhasil menyelesaikan bahasa Jepang yang kupelajari. Ketika aku memenangkan beasiswa studi ke Jepang. Kita akan segera bertemu. Insya Allah.
Sincerely yours,
A big fan of yours,
Anissa Antania Hanjani
International relations student of University of Diponegoro
Komentar
Posting Komentar