Langsung ke konten utama

Your Attitude and My Special Top Secret

Sunday, March 30th 2014

Is it only my feeling?
Or have you already realize?
Nope, I never think that someday you will realize it
Let it be a secret until the end of the story...
Let me know will you put your heart inside or outside

Untuk setiap hariku akhir-akhir ini aku hanya mengetahui dia lewat kabar burung. Aku tak tahu aku harus menanggapi apa perasaan ini. Sungguh, aku hanya bisa menebak-nebak

Namun, kau sukses membuat kaum hawa terpana, batinku.

Mereka mulai mengetahui tempat rahasia di mana aku biasa melihat sisi positifmu. Mereka mulai mengerumuni tempat itu, meminggirkanku yang sedang duduk diam seperti biasa: mengagumi sisi positifmu.

Seseorang, tolong aku hentikan mereka. Aku hanya ingin tempat ini menjadi milikku seorang. Aku suka tempat ini. Tempat di mana hanya aku yang mengetahui tentang dia. Tempat di mana hanya aku yang bisa mencegahnya berbuat rebelling. Itu hanya boleh jadi tempatku!

Maafkan atas hati kecilku yang benar-benar egois. Namun jika dia yang berkata, maka aku harus menurutinya. Bagian itulah yang memberi dampak terbesar dalam hidupmu.

Aku sendiri memang tenggelam dalam seabrek aktivitas kehidupanku yang selalu menyapa setiap hari. Namun, rasanya dia bagai sisipan kecil dalam hidupku yang tak bisa berubah, tak bisa pergi, dan tak bisa menghilang.

Hantu macam apa kau ini? tanyaku dalam hati.

Dia seenaknya berceloteh dan tertawa lebar seperti biasanya tanpa menghiraukan aku yang tenggelam dalam gaungan perasaanku sendiri...

See? It's only you who always make me surprised
It's only you who make me cannot see the other side



Mitarashi Hana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The World of Ask.fm

Well, liburan ya? Aku lebih banyak mengisi waktu di rumah buat main game, buka ask.fm, dan ini nanti sore mau ngerjain tugas. It's me, tapi versi malas. Kalau versi rajin, hari ini THR (Tugas Hari Raya hoho...) udah kelar semua kali ya? For me, myself, aku lebih suka buka ask.fm sekarang buat liat orang-orang rada freak yang answer-nya seolah-olah bakalan mati 100 tahun lagi, orang-orang yang saling tebar nasihat, atau sekedar answer gaje teman-temanku. Kalau iseng aku juga bakalan ask seseorang, tapi itu biasanya orang tertentu doang sih, kalau aku ga terlalu kenal macam Dziban, Thariq, Kuntoro, dan Ikal, the popular boys at school, aku nggak mau macam-macam. Bukan karena takut sama mereka (what for, please?), tapi karena aku paling nggak suka mengurusi kehidupan orang lain. Nggak ada untungnya buatku. Hal paling berkesan waktu main ask.fm malah terjadi kemarin. Aku iseng baca-baca answer-nya Muhammad Alvin Faiz, anak Ust. Arifin Ilham, salah satu da'i kondang di Indo...

K.A.M.U.

(Tulisan ini, kali ini mungkin sampah banget karena aku sendiri menganggap topiknya adalah sesuatu yang paling nggak penting dalam hidup. Tentang hati. Tentang perasaan. Tentang aku suka sama seseorang. Namun, tetap aja nggak tahu kenapa sekali ini aku pingin cerita. Semuanya) Adalah suatu kehormatan bisa mengenalmu. Aku senang sekali. Sosokmu adalah yang benar-benar bisa dibilang berbeda, lebih baik, dan lebih menjanjikan di masa depan kelak.  Kamu adalah sisipan topik yang paling sering dibicarakan. Namun, di lain sisi, kamu adalah topik paling tidak penting. Paling menyebalkan. Aku nggak suka pikiranku tiba-tiba teralih hanya untuk menebak-nebak apa yang sedang kamu lakukan, bagaimana keadaanmu, dan lain sebagainya. Layaknya orang normal yang jatuh cinta. Bah, itu menyebalkan. Kita sama-sama sudah besar, pikirkan urusan masing-masing, begitu galakku terhadap bayangan tentangmu. Aku bangga karena bisa berada di sekitarmu. Di lingkaranmu. Namun, di satu sisi aku juga ...

((Hanya)) Sebuah Judul

Beberapa hari yang lalu, ada seorang teman bertanya lewat chat kepadaku seperti ini, "Eh An, lalu gimana si A yang bilang, 'Jangan jadikan Al Qur'an sebagai pedoman mutlak'. Apakah itu benar menurutmu? Atau hanya hoax?". "Aku menawarkan opsi ketiga," jawabku. "Atau hanya belum dimaknai dengan benar?". "Lho An, dari kata-katanya aja sudah salah. Al Qur'an itu pedoman mutlak. Kenapa dia katakan jangan jadikan pedoman mutlak? Ada kata larangan di sana: JANGAN,". "Kamu sudah baca keseluruhan belum? Sudah bertanya apa maksudnya? Kalau kamu bahkan belum tanya apa maksudnya atau bahkan cuma tanya sama aku doang, jangan pernah menyampaikan prasangka. Simpan prasangkamu buat dirimu aja," tanggapku kalem. Ada beberapa alasan mengapa aku berkata seperti itu. Pertama, aku sendiri baru tahu lho kalau si A ini ngomong begitu dan kalau aku sok tahu menanggapinya nanti kalau nggak sesuai maksudnya si A bagaimana? Kedua,...