Pelajaran Mr. Izz kemarin baca puisi. After all bingung kenapa harus pilih puisi Blue Moon yang mengisahkan tentang cinta yang terbalas.
Ketika sampai di bait kedua, yang ada somebody I really could care for, aku merasa ada sesuatu yang hilang dan lenyap begitu aja. Penilaianku tidak sempurna. Aku gagal menghayati puisi itu. Sebel emang tidak dapat nilai sempurna, karena itu sumpah jelek banget.
Mengapa aku gagal? Aku tidak punya lagi somebody I really could care for dan perasaan itu tidak tertinggal sama sekali. Mereka rapuh di sudut hatiku, tak mampu bangkit kecuali ada kekuatan magis.
Ke mana ya dia? Apakah diam-diam aku sudah membunuh semua kenangan itu? Wahai, baik sekali hal itu! Aku sudah lupa dia pernah begini dan begitu.
Namun, bagaimana nanti jika dia datang?
Apakah nanti aku doki-doki?
Akankah dia masih menyapaku seperti dulu, sedangkan...aku tahu satu hal: dia sudah begini begitu. Dia bukan dia yang dulu. Aku tahu. Persis. Aku tahu seperti apa dia yang baru.
Namun, dia sahabatku bukan? Apa masalahnya?
Mitarashi Hana
Komentar
Posting Komentar