Good morning for you
Happy fasting!
Hey, tahu tidak? Kamu banyak sekali melakukan perubahan. Aku masih ingat hari pertamaku di SMA saat pertama kali ketemu kamu. You're so geek! Culun abis! Jangan kira aku sudah lupa. Cewek-cewek yang dulunya naksir kamu akhirnya menjauhi kamu, nggak jadi naksir. Kenapa? Kamu 'kemayu' sih.
Aku sendiri? Well, kasusku yang agak aneh. Awalnya aku naksir sahabatmu, bukannya kamu. Banyak orang mengira aku naksir kamu dari awal, padahal sebenarnya tidak. Hanya gara-gara aku nggak akrab sama sahabatmu, sih, akrabnya malah sama kamu. Kita ketawa, bercanda, ejek-ejekkan, tapi saling dukung dan motivasi.
Akhirnya...aku malah suka padamu. 31 Agustus 2013, semuanya dimulai dari hari itu.
Aku ingat semuanya, semua kejadian yang melibatkan kita, baik yang memalukan, menyedihkan, menyenangkan, lucu, kocak, dan lain sebagainya. Mulai dari saat cokelatmu ditolak sama cewek yang kamu suka saat itu (dan saat itu aku merasa....aku memenangkan pertarungan, hoho...), saat kita ikut lomba baca puisi, saat kita ikut lomba speech dari pagi sampai malam, saat kita ke Pantai Parangtritis bareng teman-teman se-asrama, saat kamu memberiku kartu, saat ujian, fiuuhh...
Banyak, ya? Paling nggak ini cukup jika suatu saat aku harus pergi jauh darimu, ke kota yang dulu pernah kau tunjukkan. Pergi ke London...
Namun pengalaman paling mengesankan buatku saat kamu ditolak cokelatnya. Aku nggak bisa berhenti tertawa. Entah tertawa karena cintamu bertepuk sebelah tangan atau cokelat itu akhirnya malah dikembalikan padamu lewat rivalmu atau cokelat itu akhirnya dimakan oleh kedua temanmu. Aku benar-benar tertawa, tak bisa berhenti tertawa melihat status-statusmu yang penuh dengan ungkapan kecewa dan dikomentari oleh teman-temanmu dengan komentar yang lucu-lucu.
Kamu dulunya adalah orang yang nggak pernah bisa diam melihat beautiful girl. Tahukah kau, itulah sebabnya sampai sekarang aku 100% yakin kamu tidak akan menyukaiku. I'm not a kind of beautiful girl. Aku bukan tipemu. Mana mungkin kau melirikku, cewek aneh yang hobi cekikikan, manjat-manjat, dan dulunya hobi berantem sampai tonjok-tonjokkan?
Well, nggak tahu sih kamu sekarang gimana. Namun aku yakin, kau tidak akan pernah melirikku. Forever.
But that's okay, as long as we're best friend
Forever
Mitarashi Hana
Komentar
Posting Komentar